Harga TBS Petani Sawit Turun di Awal Oktober, Riau Terkoreksi hingga 3,45%
Harga TBS swadaya Riau periode 7–13 Oktober 2026 turun jadi Rp3.733,74/kg mengikuti koreksi CPO dan kernel. Simak harga acuan di Sumut, Sumbar, Jambi, Kalbar, Bengkulu, dan Kaltim.
Daftar isi (3 bagian)
Pekanbaru — Petani sawit di sejumlah sentra produksi menghadapi koreksi harga tandan buah segar (TBS) pada awal Oktober 2026. Di Riau, provinsi dengan kebun sawit terluas di Indonesia, harga TBS periode 7–13 Oktober 2026 turun hingga 3,45% mengikuti melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit.
Riau: swadaya dan plasma kompak turun
Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS petani swadaya kelompok umur 9 tahun—harga tertinggi—ditetapkan Rp3.733,74 per kilogram, turun Rp133,23 atau sekitar 3,45% dari periode sebelumnya. Untuk petani plasma umur 9 tahun, harga turun Rp115,43 atau 2,95% menjadi Rp3.796,85 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau Defris Hatmaja menyebut penurunan terutama disebabkan turunnya harga CPO dan inti sawit (kernel), seperti dilaporkan ANTARA dan Suara Riau. Dalam penetapan ini, harga CPO tercatat Rp15.063,53 per kilogram, turun Rp489,13 per kilogram, sementara harga kernel petani plasma turun Rp529 menjadi Rp12.903 per kilogram.
Provinsi lain
| Provinsi | Periode | Harga TBS (acuan) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Riau (swadaya, umur 9 th) | 7–13 Okt 2026 | Rp3.733,74/kg | −Rp133,23 |
| Riau (plasma, umur 9 th) | 7–13 Okt 2026 | Rp3.796,85/kg | −Rp115,43 |
| Sumatera Utara (umur 10–20 th) | 30 Sep–6 Okt 2026 | Rp3.801,58/kg | −Rp169,53 |
| Sumatera Barat (umur 10–20 th) | Periode I Okt 2026 | Rp3.966,94/kg | −Rp20,33 |
| Jambi (tertinggi) | 2–8 Okt 2026 | Rp3.758,31/kg | — |
| Kalimantan Barat (tertinggi) | Periode I Okt 2026 | Rp3.537,64/kg | — |
| Bengkulu (tertinggi) | 1–15 Okt 2026 | Rp3.481,52/kg | — |
| Kalimantan Timur (umur 10–20 th) | Periode II Sep 2026 | Rp3.617,55/kg | +Rp13,18 |
Harga di atas adalah harga acuan penetapan pemerintah provinsi untuk TBS petani mitra/plasma dan swadaya. Harga riil di tingkat kebun bisa berbeda, tergantung mutu buah, jarak ke pabrik, biaya angkut, dan kebijakan masing-masing pabrik kelapa sawit.
Mengapa harga TBS ikut CPO?
Harga TBS dihitung dari harga jual CPO dan inti sawit perusahaan, dikalikan rendemen dan indeks K—porsi harga yang menjadi hak petani. Karena itu, setiap koreksi harga CPO di pasar domestik dan global langsung terasa di tingkat petani, biasanya dengan jeda satu periode penetapan. Pelemahan harga CPO belakangan ini dipicu tekanan dari bursa Malaysia, melemahnya minyak kedelai, dan kekhawatiran stok—baca: Harga CPO melemah jelang data MPOB.
Di sisi lain, program biodiesel B50 yang kini berlaku penuh menjadi bantalan permintaan domestik yang membantu menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. Data GAPKI menunjukkan serapan sawit untuk biodiesel pada Juli 2026 naik 13,59% menjadi 1,285 juta ton.
Sumber & Referensi
- Suara Riau/ANTARA, "CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg" (6/10/2026) — suara.com
- InfoSAWIT, "Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 7–13 Oktober 2026" (6/10/2026) — infosawit.com
- InfoSAWIT, "Harga TBS Sawit Sumut Periode 30 September–6 Oktober 2026 Turun Rp169,53/Kg" (5/10/2026) — infosawit.com
- InfoSAWIT, "Harga TBS Sawit Sumbar Periode I Oktober 2026 Turun Rp20,33 per Kg" (4/10/2026) — infosawit.com
- InfoSAWIT, "Harga TBS Sawit Jambi Periode 2–8 Oktober 2026 Tertinggi Rp3.758,31/Kg" (7/10/2026) — infosawit.com
- Jambi Ekspres, "Harga TBS Sawit Kalbar Periode I Oktober 2026 Tertinggi Rp3.537,64 per Kilogram" (2026) — disway.id
- Jambi Ekspres, "Harga TBS Sawit Bengkulu Tertinggi Rp3.481,52/Kg" (2026) — disway.id
- InfoSAWIT, "Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-September 2026 Naik Rp13,18 per Kg" (3/10/2026) — infosawit.com