Mengenal B10 hingga B60: Arti Angka di Balik Mandatori Biodiesel
Angka di belakang huruf B adalah persentase biodiesel dalam solar. Simak B10 hingga B50 yang kini berlaku penuh, rencana B60 pada 2027, serta wacana B70 hingga B100.
Daftar isi (7 bagian)
B10, B20, B30, B35, B40, B50—dan kini mulai ramai dibicarakan B60 hingga B70. Istilah ini sering muncul dalam berita energi. Sebenarnya maknanya sederhana: angka di belakang huruf "B" adalah persentase biodiesel (FAME) dalam campuran bahan bakar diesel. Sisanya adalah solar fosil.
Cara membaca angka "B"
| Istilah | Komposisi | Status di Indonesia |
|---|---|---|
| B10 | 10% FAME + 90% solar | Wajib mulai 1 September 2013 (Permen ESDM 25/2013) |
| B15 | 15% FAME + 85% solar | Wajib 2015 (Permen ESDM 12/2015) |
| B20 | 20% FAME + 80% solar | 2016 (diperluas ke sektor non-PSO pada 2018) |
| B30 | 30% FAME + 70% solar | Januari 2020 |
| B35 | 35% FAME + 65% solar | 1 Februari 2023 |
| B40 | 40% FAME + 60% solar | 1 Januari 2025 |
| B50 | 50% FAME + 50% solar | Wajib sejak 1 Juli 2026; penuh di seluruh SPBU sejak 1 Oktober 2026 |
| B60 | 60% bahan bakar nabati + 40% solar (komposisi belum final) | Target 2027, masih dikaji |
| B70–B80 | 70–80% bahan bakar nabati | Sebatas aspirasi, belum ada peta jalan |
| B100 | 100% FAME (biodiesel murni) | Belum dimandatorikan |
Pada 2020, Kementerian ESDM mencatat Indonesia sebagai negara pertama yang menerapkan B30 secara nasional. Dengan B50, porsi bahan bakar nabati dalam setiap liter Biosolar kini setara dengan porsi solar fosilnya.
B10: titik awal akselerasi
B10 adalah fase ketika mandatori biodiesel mulai benar-benar dipercepat. Melalui Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2013, kadar campuran dinaikkan menjadi 10% mulai 1 September 2013, lalu menjadi B15 pada 2015. Pada masa itu tantangan utamanya adalah selisih harga biodiesel dengan solar—masalah yang kemudian dijawab dengan pembentukan dana perkebunan sawit (BPDPKS, kini BPDP) pada 2015. Selengkapnya: Dua Dekade Mandatori Biodiesel Indonesia.
B50: yang perlu Anda ketahui
- Dasar hukum. Kewajiban B50 diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang ditetapkan 17 Juni 2026 dan berlaku sejak 1 Juli 2026. Aturan ini menetapkan pencampuran minimal 50% biodiesel untuk semua jenis minyak solar.
- Masa transisi. Badan usaha yang masih memiliki stok B40 diberi kelonggaran menyalurkannya hingga 30 September 2026. Sejak 1 Oktober 2026, B50 berlaku penuh di seluruh SPBU.
- Peluncuran resmi. Presiden Prabowo Subianto meresmikan program B50 pada 9 Juli 2026 di Rest Area KM 57 Karawang, Jawa Barat.
- Spesifikasi. Keputusan Dirjen Migas Nomor 75.K/MG.06/DJM/2026 mengatur dua jenis B50, yaitu dengan angka setana (CN) 48 dan CN 51. Batas sulfur CN 48 sebesar 0,2% massa akan diperketat menjadi 0,005% (50 ppm) mulai 1 Desember 2027, sementara CN 51 sudah dibatasi 0,005%.
- Volume. Kebutuhan FAME 2026 ditetapkan dalam rentang sekitar 16,7–18 juta kiloliter, naik dari alokasi awal B40 sebesar 15,6 juta kiloliter.
- Harga. Pemerintah memastikan harga Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.
B60: target 2027, komposisi masih dikaji
Saat meluncurkan B50, Presiden Prabowo meminta riset biodiesel tidak berhenti di B50 dan menargetkan B60. Kementerian ESDM kemudian mengkaji kesiapan pasokan CPO dan kapasitas produksi FAME untuk penerapan B60 pada 2027.
- Bukan sekadar menambah FAME. Salah satu opsi yang dikaji adalah campuran 50% FAME ditambah 10% hydrotreated vegetable oil (HVO). HVO secara kimia menyerupai solar fosil sehingga lebih leluasa dicampurkan, tetapi menurut Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi harganya sekitar 1,5–2 kali FAME.
- Tantangan spesifikasi. Eniya menyebut tantangan utama B60 ada pada spesifikasi FAME, dan pemerintah tidak akan terburu-buru selama B50 masih berjalan.
- Jadwal kajian. Kajian kebutuhan FAME untuk B60 diharapkan rampung Desember 2026. Setelah itu pemerintah akan menetapkan parameter campuran dan volume produksi yang diperlukan.
- Bahan baku. Pemerintah menimbang apakah dibutuhkan penanaman baru atau cukup dengan peningkatan produktivitas kebun—isu yang beririsan dengan wacana pemanfaatan lahan terdegradasi.
B70, B80, hingga B100: masih aspirasi
Dalam peluncuran B50, Presiden Prabowo menyatakan keinginan agar kadar campuran terus naik—"kalau bisa B60, kalau bisa B70, B80". Ia juga mengaku sempat mendorong B100, tetapi para menteri menilai B50 saja sudah memberi penghematan anggaran yang besar. Hingga Oktober 2026, belum ada regulasi maupun peta jalan resmi bertanggal untuk B70, B80, atau B100. Artinya, angka-angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai arah kebijakan jangka panjang, bukan jadwal.
Mengapa kadar campuran terus naik?
Setiap kenaikan lima atau sepuluh poin persentase berarti jutaan kiloliter solar impor tergantikan oleh bahan bakar dari sawit domestik. Pemerintah menyatakan B50 ditujukan untuk menghentikan impor solar. Kenaikan kadar ini tidak dilakukan sembarangan: setiap tahap didahului uji jalan (road test) pada kendaraan, alat berat, kereta api, kapal, dan mesin industri untuk memastikan keamanan dan performa.
Apakah mesin saya aman?
Kementerian ESDM melaporkan uji jalan B50 di sektor otomotif menunjukkan hasil aman. Meski begitu, pengguna dianjurkan menerapkan perawatan rutin: menguras air dari tangki, memeriksa dan mengganti filter bahan bakar sesuai jadwal, serta tidak menyimpan bahan bakar terlalu lama. Biodiesel bersifat seperti pelarut sehingga pada awal peralihan dapat merontokkan endapan lama di tangki.
Sumber & Referensi
- CNN Indonesia, "Transisi Berakhir, SPBU Wajib Jual Biodiesel B50 Mulai 1 Oktober" (1/10/2026) — cnnindonesia.com
- Hukumonline, "Pemerintah Resmikan Mandatori B50, Bahlil Teken Kepmen Alokasi" (9/7/2026) — hukumonline.com
- Kementerian ESDM — Uji Jalan B50 Sektor Otomotif Tunjukkan Hasil Aman
- ANTARA, "ESDM kaji kesiapan CPO untuk penerapan biodiesel B60 pada 2027" (2026) — antaranews.com
- Kompas.com, "Prabowo Ingin BBM B50 Meningkat ke B60, Bahkan Sempat Dorong B100" (9/7/2026) — kompas.com
- CNBC Indonesia, "BBM Biodiesel B50 Sudah Terbit, RI Bakal Lanjut ke B60?" (15/7/2026) — cnbcindonesia.com
- Argus Media, "Indonesia sets biodiesel production volumes for B50" (2026)
- CNBC Indonesia Research, "B50 Berlaku Besok 1 Juli 2026, Ini Jejak Panjang Biodiesel Indonesia" (30/6/2026) — cnbcindonesia.com