Senin, 12 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Panduan · B50

Panduan B50: Biosolar 50% Biodiesel, Aturan, Harga, dan Dampaknya

Diperbarui 12 Oktober 2026 · 18 pertanyaan terjawab

B50 adalah kewajiban mencampur 50% biodiesel berbasis sawit (FAME) ke dalam 50% minyak solar. Mandatori ini berlaku sejak 1 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang diteken 17 Juni 2026, menggantikan B40. Badan usaha masih boleh menyalurkan stok B40 hingga 30 September 2026, dan pemerintah menargetkan semua SPBU menjual B50 penuh mulai 1 Oktober 2026.

Dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 8 September 2026, B50 dilaporkan sudah dijual di sekitar 94% SPBU (6.050 dari 6.412); kami belum menemukan data resmi yang memastikan cakupan 100% setelah 1 Oktober. Harga Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan biodiesel 16,7–18 juta kL dan penghematan devisa sekitar Rp170 triliun per tahun, serta sedang mengkaji B60 untuk 2027.

B50 dalam angka

Komposisi50% biodiesel (FAME/B100) + 50% minyak solar; target minimal untuk semua jenis minyak solar [sumber]
JadwalWajib 1 Juli 2026; stok B40 boleh dijual s.d. 30 September 2026; target penuh di semua SPBU 1 Oktober 2026 [sumber]
Dasar hukumKepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026 (17 Juni 2026); spesifikasi solar B50: Kepdirjen Migas 75.K/MG.06/DJM/2026 (25 Juni 2026) [sumber]
Volume biodiesel 2026Proyeksi 16,7–18 juta kL setelah B50 (alokasi awal 15,65 juta kL) [sumber]
Cakupan SPBU (8 Sep 2026)Sekitar 94% (6.050 dari 6.412 SPBU penyalur Biosolar) [sumber]
Harga BiosolarRp6.800 per liter (subsidi; tidak berubah per 1 Oktober 2026) [sumber]
Status B60Ditargetkan 2027, masih kajian; opsi 50% FAME + 10% HVO; belum masuk uji formal per September 2026 [sumber]
Proyeksi manfaat (klaim pemerintah)Hemat devisa sekitar Rp170 triliun/tahun; penurunan emisi 44,46 juta ton CO2; sekitar 2,1 juta tenaga kerja [sumber]

Pertanyaan seputar B50

B50 itu apa?

B50 adalah solar yang berisi 50% biodiesel dan 50% minyak solar fosil. Biodiesel yang dipakai adalah FAME (fatty acid methyl ester) berbahan minyak sawit, yang dalam regulasi disebut B100. Kewajibannya diatur Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026 dan berlaku untuk semua jenis minyak solar, bukan hanya Biosolar bersubsidi. Mutu campurannya ditetapkan Keputusan Dirjen Migas 75.K/MG.06/DJM/2026 dalam dua kelas, yaitu solar B50 angka setana (CN) 48 dan CN 51. B50 melanjutkan tahapan sejak B2,5 pada 2008, lalu B10, B15, B20, B30, B35, dan B40. Istilah teknisnya bisa dicek di glosarium.

Kapan B50 berlaku?

B50 wajib sejak 1 Juli 2026. Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026 memberi masa transisi: badan usaha yang masih punya stok B40 boleh menyalurkannya hingga 30 September 2026. Pemerintah menargetkan semua SPBU menjual B50 penuh mulai 1 Oktober 2026. Menteri ESDM mengevaluasi pelaksanaan setiap tiga bulan, dan evaluasi menyeluruh direncanakan Desember 2026. Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut badan usaha yang tidak melakukan blending "per 1 Januari" akan diberi peringatan dan sanksi administratif, tanpa menyebut tahunnya. Kami belum menemukan dokumen resmi yang menyatakan B50 baru berlaku penuh di semua sektor pada Januari 2027. Lihat daftar regulasi biodiesel.

Apakah Biosolar B50 aman untuk mesin?

Pemerintah menyatakan B50 aman dan tidak merusak mesin, tetapi sebagian pihak meminta kehati-hatian. Uji B50 dimulai 9 Desember 2025 di sektor otomotif, alat berat tambang, mesin pertanian, kereta api, kapal, dan pembangkit listrik. Kementerian ESDM menyebut ada enam jenis uji, termasuk uji jalan, kompatibilitas material, stabilitas penyimpanan, dan cold startability, serta menyatakan produsen anggota Gaikindo seperti Toyota dan Mitsubishi menyetujui spesifikasinya. Gaikindo menyatakan industri otomotif siap. Sebaliknya, KPBB menilai B50 tidak ideal untuk mesin Euro 4, dan peneliti BRIN mengingatkan FAME mudah menyerap air sehingga perawatan sistem bahan bakar perlu diperketat.

Berapa angka setana (CN) Biosolar B50?

Regulasi menetapkan dua kelas solar B50: kelas CN 48 dan kelas CN 51. Menurut lampiran Keputusan Dirjen Migas 75.K/MG.06/DJM/2026, kelas CN 48 mensyaratkan angka setana minimal 51 (ASTM D613) dan indeks setana minimal 48, sedangkan kelas CN 51 mensyaratkan angka setana minimal 53 dan indeks setana minimal 50. Biodiesel murni (B100) untuk campuran B50 wajib memiliki angka setana minimal 51. GridOto melaporkan hasil uji Lemigas sebesar 54,7 (ASTM D613); itu hasil uji, bukan batas spesifikasi. Selama ini Biosolar dikenal sebagai solar CN 48, sedangkan Dexlite CN 51.

Apa bedanya Biosolar B50 dengan B40?

Perbedaan utamanya, kandungan FAME naik dari 40% menjadi 50% dan beberapa parameter mutu diperketat. Ditjen Migas menyebut spesifikasi B50 menambah parameter distilasi T50, mengubah batas titik tuang, serta menambah parameter kontaminasi partikulat dan cleanliness yang diberlakukan bertahap. Dalam aturan B50, kandungan air maksimal 380 mg/kg untuk kelas CN 48 dan 300 mg/kg untuk kelas CN 51; GridOto melaporkan batas B40 sebelumnya 380 mg/kg. Bagi konsumen, harga Biosolar tidak berubah, yaitu Rp6.800 per liter. United Tractors mencatat kandungan energi biodiesel 7–10% lebih rendah daripada solar, sehingga konsumsi bisa sedikit naik.

Apakah B50 cocok untuk mesin diesel Euro 4?

Belum ada jawaban tunggal: hasil uji menyebut aman, tetapi produsen dan pemerhati menyarankan bahan bakar berkualitas lebih tinggi untuk Euro 4. Mitsubishi Fuso (KTB) melaporkan Canter yang diuji dengan B50 hingga 40.000 km tanpa masalah signifikan, tetapi menyarankan bahan bakar kelas CN51 yang ia golongkan sebagai Pertamina Dex, serta pengecekan filter tiap 10.000 km. KPBB menilai B50 sebaiknya diarahkan ke mesin Euro 2 ke bawah. Catatan teknis: kelas B50 CN 48 masih boleh bersulfur hingga 0,2% m/m sampai batas 0,005% berlaku 1 Desember 2027, sedangkan kelas CN 51 sudah dibatasi 0,005%.

B50 untuk kendaraan apa saja?

B50 berlaku untuk semua jenis minyak solar, sehingga dipakai hampir semua mesin diesel yang mengisi solar di Indonesia. Pertamina menyalurkannya lewat Biosolar bersubsidi dan Dexlite nonsubsidi. Auto2000 menyebut pengguna potensialnya meliputi mobil penumpang diesel, truk logistik, bus, alat berat, mesin pertanian, kapal, lokomotif, dan genset, dengan catatan kesiapan mesin tetap bergantung pada rekomendasi pabrikan. Pemerintah menguji B50 di sektor otomotif, tambang, pertanian, kereta api, transportasi laut, dan pembangkit listrik. Pemilik kendaraan lama sebaiknya mengecek buku manual dan berkonsultasi dengan bengkel resmi.

Apakah Dexlite dan Pertamina Dex juga B50?

Dexlite ikut B50, sedangkan Pertamina Dex tidak disebut Pertamina sebagai produk B50. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan B50 disalurkan melalui Biosolar dan Dexlite. Kami belum menemukan pernyataan resmi 2026 tentang kandungan FAME di Pertamina Dex, jadi pastikan langsung ke Pertamina. Menurut Isuzu Astra Motor Indonesia, mencampur sisa B50 di tangki dengan Dexlite atau Pertamina Dex tidak menjadi masalah. Per 1 Oktober 2026, harga Dexlite Rp23.700 dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter, jauh di atas Biosolar.

Berapa harga Biosolar B50?

Harga Biosolar B50 bersubsidi Rp6.800 per liter, sama dengan saat B40. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga untuk konsumen yang berhak subsidi tetap Rp6.800 per liter. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebut harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 Oktober 2026 sama dengan September. Pada tanggal itu Dexlite dijual Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Pantau pergerakan harga di halaman harga dan data HIP biodiesel.

Apakah garansi kendaraan tetap berlaku jika memakai B50?

Belum ada kebijakan garansi yang seragam; jawabannya bergantung pada tiap merek. Kami belum menemukan pernyataan resmi APM mobil di Indonesia yang secara eksplisit menjamin atau membatalkan garansi karena B50. Kementerian ESDM menyebut produsen anggota Gaikindo, termasuk Toyota dan Mitsubishi, menyetujui spesifikasi B50 sebelum ditetapkan. Untuk alat berat, Komatsu lewat Service Tips STT26048 memberi garansi untuk B40–B50 berbasis sawit sesuai SNI 7182, tetapi hanya untuk mesin Komatsu atau Cummins. Perhapi menyebut produsen alat berat global umumnya tidak memberi garansi bila bahan bakar di luar spesifikasi. Mintalah konfirmasi tertulis ke dealer resmi.

Benarkah B50 membuat filter solar cepat kotor?

Risikonya ada, terutama di awal pemakaian, tetapi hasil uji pemerintah dan pengalaman lapangan berbeda. Peneliti BRIN Maharani Dewi Solikhah menjelaskan FAME bersifat higroskopis dan dapat melarutkan endapan lama di saluran bahan bakar, yang lalu menumpuk di filter. Perhapi menyampaikan kekhawatiran serupa untuk alat tambang. Sebaliknya, Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut dalam uji otomotif filter yang biasanya diganti tiap 10.000 km baru perlu diganti setelah 27.000 km. Komatsu menyarankan filter langsung diganti saat beralih ke B50 dan dua penggantian berikutnya dilakukan pada separuh interval normal. KTB menyarankan filter dicek tiap 10.000 km.

Apakah B50 bermasalah di daerah dingin atau dataran tinggi?

Belum ada hasil uji B50 di dataran tinggi yang dipublikasikan rinci; regulasi memberi batas suhu dan opsi uji CFPP. Spesifikasi solar B50 menetapkan titik kabut maksimal 18°C dan titik tuang maksimal 15°C. Untuk pemakaian pada suhu operasi di bawah 16°C, pengukuran cold filter plugging point (CFPP) dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli. Biodiesel B100 untuk B50 dibatasi CFPP maksimal 15°C. Kementerian ESDM menyebut uji cold startability termasuk dalam rangkaian uji B50, tetapi angka hasilnya belum kami temukan. Sebagai pembanding, B40 lolos uji cold start di Perkebunan Tambi (1.400 mdpl) pada 2022.

Bagaimana B50 untuk kapal, alat berat, dan kereta api?

B50 juga dipakai di sektor tersebut dan sudah diuji di lapangan, dengan sejumlah catatan biaya. Uji alat berat tambang mencapai lebih dari 900 jam tanpa gangguan mesin akibat bahan bakar; konsumsi B50 tercatat 1–3% lebih tinggi menurut PT Harmoni Panca Utama, atau sekitar 3,12% menurut Kementerian ESDM. Aspindo memperkirakan kenaikan 7–10%, dan Perhapi memproyeksikan biaya perawatan naik 5–10%. Untuk kereta, uji genset kereta berjalan 2.400 jam dan uji lokomotif di Surabaya enam bulan. Uji transportasi laut antara lain dilakukan di kapal Geomarin milik Kementerian ESDM di Cirebon.

Apa manfaat B50?

Pemerintah memproyeksikan B50 menghemat devisa sekitar Rp170 triliun per tahun dan menghentikan impor solar. Menurut Kementerian ESDM, B50 menurunkan emisi sekitar 44,46 juta ton CO2 (B40: 39,66 juta ton), menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, dan menaikkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan dengan B50 Indonesia tidak lagi mengimpor solar; sebelumnya impor sekitar 3–4 juta kL dari konsumsi 38–40 juta kL per tahun. Semua angka ini proyeksi dan klaim pemerintah, belum hasil audit independen.

Apa dampak B50 terhadap harga sawit dan petani?

Dampaknya masih diperdebatkan dan sangat bergantung pada pungutan ekspor CPO. GAPKI menilai B50 dapat mengerek harga CPO dan TBS karena ekspor berkurang, asalkan pungutan ekspor tidak dinaikkan lagi; tambahan kebutuhan CPO diperkirakan sekitar 1,74 juta ton. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendukung B50, tetapi menyebut kenaikan pungutan ekspor dari 10% menjadi 12,5% menekan harga TBS sekitar Rp833 per kg. Dirut BPDP Eddy Abdurrachman menyatakan kebutuhan CPO untuk B50 tidak menggerus penerimaan negara dan data awal belum menunjukkan ekspor berkurang. Pantau harga CPO hari ini.

Kapan B60 diterapkan?

B60 ditargetkan pada 2027, tetapi statusnya masih kajian. Saat peluncuran B50, Presiden Prabowo Subianto meminta program dilanjutkan ke B60, dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut target 2027. Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi mengatakan salah satu opsi adalah 50% FAME ditambah 10% HVO, padahal harga HVO sekitar 1,5–2 kali FAME; per September 2026 B60 belum masuk uji formal. BPDP diminta mengkaji kebutuhan FAME untuk B60 dengan target selesai Desember 2026. Pemerintah juga harus memastikan pasokan CPO dari hulu.

Apakah semua SPBU sudah menjual B50?

Hampir semua; data terakhir yang kami temukan menunjukkan sekitar 94% SPBU per awal September 2026. Dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 8 September 2026, Pertamina Patra Niaga melaporkan 6.050 dari 6.412 SPBU penyalur Biosolar sudah menjual B50, sementara 362 SPBU masih menyalurkan B40, kebanyakan di daerah terpencil. Satu terminal, TBBM Sintang di Kalimantan Barat, terkendala sungai surut. Kementerian ESDM mencatat 76 dari 104 titik serah sudah menyalurkan B50. Kami belum menemukan data resmi yang memastikan cakupan 100% setelah tenggat 1 Oktober.

Siapa yang membiayai B50 dan bagaimana harga biodiesel ditetapkan?

Insentif B50 dibiayai melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dengan pungutan ekspor CPO sebagai salah satu sumber dananya. Kepmen 257 secara eksplisit menempatkan B50 dalam kerangka pembiayaan BPDP, dan pemerintah mempertahankan skema insentif untuk sektor PSO. Ditjen Migas berperan menetapkan mekanisme Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel serta mengawasi pencampuran. Alokasi awal 2026 sebesar 15,65 juta kL terdiri atas 7,45 juta kL PSO dan 8,19 juta kL non-PSO, ditetapkan untuk 32 badan usaha BBM dan 26 badan usaha BBN. Lihat data HIP biodiesel dan produsen biodiesel.

Berita B50 terbaru

Lihat semua →

Sumber

Lihat juga: linimasa mandatori biodiesel · HIP · harga · kamus istilah