El Niño, B50, dan Proyeksi USDA: Pasokan Sawit 2027 Jadi Penentu Arah Harga CPO
Analisis The Edge Malaysia menyebut dampak El Niño ke produksi sawit baru terasa sekitar setahun kemudian, sementara B50 Indonesia menyerap 16,3–17 juta ton CPO per tahun.
Daftar isi (4 bagian)
Kuala Lumpur — Harga CPO yang masih tinggi dibanding sebelum konflik AS–Iran kini dihadapkan pada dua kekuatan yang saling tarik: mandat B50 Indonesia yang menyerap pasokan, dan El Niño yang diperkirakan memangkas produksi pada 2027. Analisis The Edge Malaysia yang dimuat ulang pada 6 Oktober 2026 merangkum sejumlah angka kunci.
Harga dan pesaing minyak nabati
Menurut The Edge, kontrak berjangka CPO acuan berada 19,5% di atas level sebelum konflik AS–Iran dimulai, sementara minyak mentah Brent saat analisis itu ditulis diperdagangkan di kisaran US$104 per barel. Minyak kedelai disebut berharga sekitar US$300 per ton lebih mahal daripada sawit. David Ng dari IcebergX menilai selisih diskon sawit terhadap minyak kedelai sekitar US$50–US$100 per ton menjadi panduan kasar kapan pembeli mulai beralih.
Proyeksi USDA 2026/27
| Indikator | 2026/27 | Sebelumnya |
|---|---|---|
| Produksi sawit global | 81,12 juta ton | 81,44 juta ton |
| Ekspor sawit global | 45,26 juta ton | 46,25 juta ton |
| Produksi Indonesia | 47,2 juta ton | 46,7 juta ton |
| Ekspor Indonesia | 23,5 juta ton | 23,8 juta ton |
| Produksi CPO Malaysia | 19,6 juta ton | 20,2 juta ton |
The Edge menyebut sawit satu-satunya dari empat minyak nabati terbesar yang produksinya diperkirakan menyusut, sementara produksi minyak nabati global naik menjadi 245,4 juta ton dari 239,8 juta ton.
El Niño: dampak tertunda sekitar setahun
- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) disebut memberi peluang mendekati 100% bahwa El Niño bertahan hingga Februari 2027 dan menguat; NOAA menaksir peluang kejadian sangat kuat di atas 90%.
- Musim hujan di Indonesia diperkirakan datang lebih lambat dari normal di sekitar 61% wilayah.
- Ng memperkirakan jeda dampak ke produksi sekitar satu tahun atau lebih; Malaysian Palm Oil Council menyebut 9–12 bulan.
- Estimasi Reuters yang dikutip The Edge menyebut produksi sawit Indonesia bisa turun 2%–8% pada 2027. Ng menilai penurunan 1%–2% masih dapat diserap, sedangkan sekitar 5% atau lebih akan signifikan.
Sebagai pembanding, setelah El Niño 2015, produksi CPO Malaysia turun 13,2% pada 2016 menjadi 17,32 juta ton, menurut data MPOB yang dikutip artikel tersebut.
Kebutuhan bahan baku B50
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, seperti dikutip The Edge, memperkirakan B50 memerlukan 16,3–17 juta ton CPO per tahun, naik dari 15,2 juta ton pada B40. Perkembangan penyaluran dapat dibaca di laporan kami tentang B50 di seluruh SPBU. Ulasan ini bukan rekomendasi investasi.
Sumber & Referensi
- The Edge Malaysia via Hellenic Shipping News, "Palm oil's 2027 squeeze: B50, El Niño and stocks expected to gain the most" (6/10/2026) — hellenicshippingnews.com