Dorab Mistry: Harga CPO Malaysia Diperkirakan Bertahan RM4.500–RM5.000 hingga Desember 2026
Stok sawit Malaysia yang diperkirakan melampaui 3 juta ton menahan kenaikan harga, meski B50 dan El Niño menopang. Kontrak acuan turun ke RM4.537 setelah menyentuh RM5.049 pada September.
Daftar isi (4 bagian)
Mumbai — Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia diperkirakan bergerak di kisaran RM4.500–RM5.000 per ton hingga Desember 2026. Proyeksi itu disampaikan Dorab Mistry, direktur Godrej International, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Kamis (1/10/2026), dengan catatan bahwa stok Malaysia yang membengkak menjadi penahan kenaikan.
Dari puncak hampir dua tahun ke koreksi
Menurut Reuters, kontrak berjangka acuan di Bursa Malaysia Derivatives turun 1,58% ke RM4.537 per ton pada jeda tengah hari Kamis. Kontrak yang sama sempat menyentuh RM5.049 per ton pada pertengahan September, level yang disebut sebagai yang tertinggi dalam hampir dua tahun. Dengan kata lain, harga sudah turun sekitar RM500 per ton dari puncak tersebut.
Koreksi berlanjut pada pekan berikutnya. Seperti dibahas dalam ulasan kami tentang pelemahan jelang data MPOB, kontrak jangka dekat bahkan turun lebih dalam pada 6–7 Oktober.
Stok di atas 3 juta ton
Mistry mengatakan stok minyak sawit Malaysia kemungkinan melampaui 3 juta ton pada akhir September. Menurut dia, volume sebesar itu akan membebani harga dalam beberapa bulan ke depan. Angka resmi Malaysian Palm Oil Board (MPOB) baru akan dirilis pada pertengahan Oktober, sehingga proyeksi tersebut masih berupa perkiraan pribadi.
- Penahan harga: stok Malaysia yang diperkirakan di atas 3 juta ton.
- Penopang harga: harga energi yang tinggi akibat konflik geopolitik mendorong permintaan biodiesel, sementara mandat biodiesel 50% Indonesia diperkirakan mengetatkan pasokan.
El Niño dan efek yang tertunda
Reuters mencatat bahwa El Niño biasanya membawa kondisi lebih kering ke Indonesia dan Malaysia dan berpotensi menekan produksi pada 2027. Mistry menambahkan bahwa varietas bibit baru lebih tahan terhadap cuaca kering. Dampak cuaca pada produksi umumnya tidak langsung terasa, sehingga pasar kini lebih menimbang stok jangka pendek ketimbang risiko pasokan tahun depan.
Relevansi bagi Indonesia
Bagi Indonesia, kisaran harga ini berkaitan dengan harga referensi CPO Oktober 2026, yang menjadi dasar bea keluar dan pungutan ekspor, serta dengan kebutuhan bahan baku program B50. Harga yang bertahan tinggi menopang penerimaan dana perkebunan, tetapi juga memengaruhi selisih harga biodiesel dan solar. Ulasan ini bukan rekomendasi investasi.
Sumber & Referensi
- Reuters via The Star, "Palm oil prices seen capped by Malaysian stocks despite El Niño outlook, top analyst says" (1/10/2026) — thestar.com.my