Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Berita

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik 3,44%, Pungutan Ekspor US$130 per Ton

Kemendag menetapkan HR CPO Oktober 2026 US$1.042,15/MT. Bea keluar US$178 dan pungutan ekspor—sumber dana insentif biodiesel BPDP—US$130,269 per ton.

Tandan buah segar sawit di area timbang pabrik kelapa sawit
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.

Jakarta — Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak sawit mentah (CPO) periode 1–31 Oktober 2026 sebesar US$1.042,15 per metrik ton. Angka ini naik US$34,64 atau 3,44% dibanding HR September 2026 yang sebesar US$1.007,51 per metrik ton.

Kenaikan HR membuat eksportir menghadapi bea keluar (BK) CPO sebesar US$178 per metrik ton dan pungutan ekspor (PE) sebesar 12,5% dari HR atau setara US$130,269 per metrik ton. Ketentuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1921 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas produk pertanian dan kehutanan yang dikenakan bea keluar dan tarif layanan BLU, sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana dan dilaporkan sejumlah media, Sabtu (3/10/2026).

Cara HR dihitung

HR Oktober dihitung dari rata-rata harga CPO selama periode 20 Agustus–19 September 2026 di tiga bursa:

  • Bursa CPO Indonesia: US$938,89/MT
  • Bursa CPO Malaysia: US$1.145,42/MT
  • Pasar Rotterdam: US$1.526,56/MT

Karena selisih rata-rata ketiga sumber lebih dari US$40, HR ditetapkan berdasarkan rata-rata dua sumber yang paling berdekatan, yaitu bursa Malaysia dan bursa Indonesia. Untuk produk turunan, BK RBD palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat bersih hingga 25 kg ditetapkan US$48 per metrik ton.

Kaitannya dengan biodiesel

Bagi program biodiesel, angka pungutan ekspor ini penting. Dana PE dihimpun Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan menjadi sumber utama insentif biodiesel sektor PSO—yakni penutup selisih antara harga indeks pasar (HIP) biodiesel dan harga solar. HR yang naik berarti penerimaan PE per ton ekspor ikut naik. Namun di sisi lain, harga CPO yang tinggi juga mendorong naiknya HIP biodiesel, sehingga kebutuhan insentif bisa ikut membesar.

Di pasar domestik, harga CPO di KPBN Inacom tercatat Rp14.625 per kilogram pada perdagangan Rabu (7/10/2026), turun tipis Rp41 per kilogram dari hari sebelumnya, menurut InfoSAWIT. Pergerakan harga harian inilah yang kelak tercermin dalam HIP biodiesel periode berikutnya.

Keseimbangan antara ekspor, pungutan, dan kebutuhan domestik juga menjadi latar usulan GAPKI agar kebijakan biofuel dibuat lebih fleksibel.

Sumber & Referensi

  • InfoSAWIT, "Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik, BK US$178 dan PE US$130,269 per Ton" (4/10/2026) — infosawit.com
  • Kontan, "Harga Referensi CPO Naik 3,44% pada Oktober 2026" (Oktober 2026) — kontan.co.id
  • IDX Channel, "Harga Referensi CPO Naik di Oktober 2026, Bea Keluar USD178 per Metrik Ton" (Oktober 2026) — idxchannel.com
  • Liputan6, "Harga Referensi CPO Naik, Bea Keluar Ditetapkan US$ 178 per Ton" (Oktober 2026) — liputan6.com
  • InfoSAWIT, "Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Rabu (7/10)" (8/10/2026) — infosawit.com