Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 penuh
Kebijakan

HIP Biodiesel Oktober 2026 Naik Jadi Rp15.072 per Liter

Kementerian ESDM menetapkan HIP biodiesel Oktober 2026 Rp15.072 per liter, naik Rp47 dari September. Simak formula perhitungan dan dampaknya di era B50.

Biodiesel, minyak sawit mentah, kalkulator, dan grafik harga di meja kerja
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.

Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel Oktober 2026 sebesar Rp15.072 per liter, belum termasuk ongkos angkut. Angka ini naik tipis Rp47 per liter dibanding September 2026 yang sebesar Rp15.025 per liter, dan berlaku efektif sejak 1 Oktober 2026.

Penetapan tersebut diumumkan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM melalui laman resminya, seperti dilaporkan CNBC Indonesia dan Akurat, Senin (5/10/2026). Kenaikan ini melanjutkan tren naik dalam beberapa bulan terakhir: HIP biodiesel tercatat Rp14.562 per liter pada Juli dan Rp14.924 per liter pada Agustus 2026.

Bagaimana HIP dihitung?

HIP biodiesel adalah harga patokan FAME yang dicampurkan ke solar. Formulanya mengikuti harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik:

HIP = (rata-rata harga CPO KPB + US$85/ton) × 870 kg/m³ + ongkos angkut

  • Rata-rata CPO KPB — harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara pada periode acuan. Menurut Akurat, rata-rata harga CPO KPB untuk periode 25 Agustus–24 September 2026 sebesar Rp15.820 per kilogram.
  • US$85/ton — faktor biaya konversi CPO menjadi biodiesel.
  • 870 kg/m³ — faktor konversi massa ke volume (densitas).
  • Ongkos angkut — ditambahkan terpisah sesuai ketentuan Kepmen ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Penetapan HIP mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024. Pada bulan yang sama, HIP bioetanol justru turun menjadi Rp11.604 per liter dari Rp11.814 per liter pada September.

Mengapa HIP penting?

HIP biodiesel menjadi dasar transaksi FAME antara produsen biodiesel dan badan usaha BBM. Untuk sektor bersubsidi (PSO), selisih antara HIP biodiesel dan harga solar ditutup dengan insentif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang dananya bersumber dari pungutan ekspor sawit. Artinya, semakin tinggi HIP biodiesel relatif terhadap harga solar, semakin besar kebutuhan insentif yang harus ditanggung BPDP.

Di tingkat konsumen, harga Biosolar bersubsidi tetap dipatok pemerintah Rp6.800 per liter. Namun, bagi pengguna non-PSO seperti industri dan pertambangan yang membeli tanpa insentif, kenaikan HIP dapat langsung berpengaruh pada biaya bahan bakar. B50 telah berlaku wajib sejak 1 Juli 2026 (Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026) dan, setelah masa transisi tiga bulan, pemerintah menyatakan seluruh SPBU menyalurkannya sejak 1 Oktober 2026. Dengan porsi FAME setengah dari setiap liter solar, pergerakan HIP makin terasa. Baca juga: Manfaat dan Tantangan Program Biodiesel Indonesia.

Sumber & Referensi

  • CNBC Indonesia, "Resmi! Harga Biodiesel RI Naik Rp15.072/Liter, Berlaku Oktober 2026" (5/10/2026) — cnbcindonesia.com
  • Akurat, "Harga Biodiesel Oktober 2026 Naik Jadi Rp15.072 per Liter" (Oktober 2026) — akurat.co
  • Investortrust, "ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Agustus 2026 Rp14.924 Per Liter" (2026) — investortrust.id
  • Listrik Indonesia, "Harga Biodiesel Juli 2026 Ditetapkan Rp14.562 per Liter, Ini Faktor Penentunya" (2026) — listrikindonesia.com