Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 penuh
Internasional

India Jadi Penentu Pasar Sawit: Ekspor Malaysia Melonjak 40%, Indonesia Sibuk dengan B50

Ekspor sawit Malaysia ke India naik 40,4% pada Januari–Agustus 2026 dan MPOC membuka kantor di Chennai. Di saat yang sama, B50 menyerap makin banyak sawit Indonesia.

Terminal pelabuhan India dengan tangki minyak nabati dan kapal tanker yang sedang bongkar muat
Daftar isi (3 bagian)

Kuala Lumpur — Di tengah melemahnya harga dan menumpuknya stok, perebutan pasar sawit global kian bertumpu pada satu negara: India. Malaysia mencatat lonjakan ekspor sawit ke India sebesar 40,4% sepanjang Januari–Agustus 2026 dan kini memperluas kehadiran pemasarannya, sementara Indonesia justru menyerap makin banyak sawitnya sendiri untuk biodiesel B50.

Malaysia agresif garap India

Menurut Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC), ekspor sawit Malaysia ke India pada Januari–Agustus 2026 naik 40,4% menjadi 2,26 juta ton, mengerek pangsa Malaysia dalam impor sawit India menjadi 39,2%. India telah menjadi pasar ekspor sawit terbesar Malaysia selama 13 tahun berturut-turut; pada 2025, ekspor sawit dan produk turunannya ke India mencapai sekitar 2,94 juta ton senilai RM14,15 miliar.

Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia Noraini Ahmad memimpin misi dagang ke India pada 27 September–1 Oktober 2026, mengunjungi Bengaluru dan Mumbai serta menyampaikan pidato kunci di Globoil India 2026. "India tetap menjadi pasar kunci dalam strategi jangka panjang Malaysia untuk memperluas perdagangan minyak sawitnya," kata CEO MPOC Belvinder Kaur Sron. Misi ini juga membidik peluang di sektor oleokimia, lemak khusus, dan aplikasi sawit bernilai tambah.

Langkah itu dipertegas dalam Malaysian Palm Oil Forum di Kuala Lumpur, Rabu (7/10/2026). Ketua MPOC Carl Bek-Nielsen mengumumkan pembukaan kantor cabang di Chennai (India) dan Lagos (Nigeria), serta pemindahan kantor regional Afrika sub-Sahara dari Johannesburg ke Nairobi. "Bahkan ketika harga tidak berpihak, hubungan yang dibangun dengan sabar di lapangan tetap punya bobot nyata," ujarnya, seperti dikutip New Straits Times.

India: pembeli terbesar, tapi tak sepenuhnya setia

  • Dominan. Sawit menyumbang sekitar 51% impor minyak nabati India dan sekitar 34% total konsumsi minyak nabatinya.
  • Pesaing. Impor minyak bunga matahari India diperkirakan naik sekitar 30% pada tahun pemasaran 2026/27 menjadi 3,5 juta ton, didorong penurunan bea masuk, sementara impor sawit diperkirakan cenderung stagnan.
  • Musim permintaan. Musim festival di India pada kuartal IV biasanya menopang permintaan minyak goreng—salah satu faktor yang diandalkan analis untuk menahan harga.

Posisi Indonesia

Bagi Indonesia, dinamika ini membawa dua sisi. Di satu sisi, program B50 mengurangi volume sawit yang tersedia untuk ekspor—GAPKI memperkirakan ruang ekspor bisa berkurang 3–4 juta ton pada 2027, seperti diulas dalam usulan kebijakan biofuel fleksibel. Ruang kosong itu kini diisi Malaysia, terutama di India. Di sisi lain, berkurangnya pasokan ekspor Indonesia menjadi penopang harga CPO global, yang pada gilirannya membantu harga TBS petani dan penerimaan pungutan ekspor.

Pertanyaannya: berapa lama Indonesia dapat mempertahankan posisi tawarnya di pasar ekspor terbesar dunia sambil terus menaikkan kadar biodiesel—terlebih bila B60 diterapkan pada 2027? Perkembangan data MPOB pada 12 Oktober dan realisasi ekspor Indonesia akan menjadi petunjuk berikutnya. Baca juga: Malaysia andalkan B15 untuk ketahanan energi.

Sumber & Referensi

  • Palm Oil Magazine, "Malaysia Targets India Palm Oil Market as Exports Surge 40.4% in 2026" (30/9/2026) — palmoilmagazine.com
  • New Straits Times, "MPOC targets Africa, India for palm oil growth" (7/10/2026) — nst.com.my
  • Globoil India, "Palm Banks a Second Monthly Gain — and the Floor Is Getting Higher" (2026) — globoilindia.com
  • ChemAnalyst, "Malaysian Palm Oil Extends Slide as Rising Stocks Weigh on Demand" (Oktober 2026) — chemanalyst.com
  • JournalArta, "Kebijakan biofuel fleksibel: usul GAPKI soal sawit" (7/10/2026) — journalarta.com