Pertamina Minta Pemerintah Tetapkan Satu Harga Tertimbang FAME untuk B50
Dirut Pertamina Patra Niaga meminta tarif pengadaan FAME diseragamkan agar distribusi B50 adil bagi semua badan usaha. Usulan masih dibahas bersama ESDM.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga meminta pemerintah menyeragamkan tarif pengadaan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) untuk mendukung pelaksanaan B50. Permintaan itu disampaikan Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Senayan, Selasa (8/9/2026), menurut Republika.
Usulan satu harga tertimbang
Mars menjelaskan bahwa pasokan FAME tersebar di berbagai wilayah, sedangkan Pertamina harus menyalurkannya ke daerah-daerah dengan jarak berbeda. Ia mencontohkan FAME bisa diambil dari Sumatera lalu dikirim ke Sulawesi atau Kalimantan, sehingga biaya pengadaan dan distribusi ikut berbeda.
- Pertamina disebut sebagai pemasok Biosolar B50 terbesar sehingga kebutuhan FAME-nya besar dan berasal dari banyak lokasi.
- Pertamina Patra Niaga bukan satu-satunya badan usaha yang memasarkan B50, sehingga ingin perlakuan setara dan persaingan pengadaan yang adil.
- Usulannya adalah satu harga tertimbang yang berlaku sama bagi semua penyalur B50. "Kami berharap ada satu tarif yang bisa disamakan, ditetapkan oleh pemerintah," kata Mars.
Permintaan tersebut juga diberitakan Quantum Commodity Intelligence (10/9/2026). Laporan yang ada belum mencantumkan besaran tarif yang diusulkan.
Respons pemerintah
Menurut Republika, usulan tersebut masih dibahas bersama Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal EBTKE, dan pemerintah disebut menyambut baik gagasan itu. Belum ada keputusan resmi yang kami temukan hingga berita ini ditulis.
Latar: HIP dan ongkos angkut
Saat ini harga FAME dirujuk pada Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel yang ditetapkan ESDM setiap bulan. Untuk Juli 2026, HIP ditetapkan Rp14.562 per liter ditambah ongkos angkut, menurut CNBC Indonesia (31/7/2026), dihitung dari rata-rata harga CPO, faktor konversi US$85 per ton, dan densitas 870 kg/m³. Karena ongkos angkut ditambahkan terpisah dari HIP, jarak antara pabrik dan terminal menjadi faktor biaya yang berbeda antarbadan usaha.
Isu ini muncul seiring besarnya kebutuhan dana insentif B50; lihat juga Pendanaan B50: Insentif BPDP 2026 Direvisi Jadi Rp32 Triliun.
Sumber & Referensi
- Republika, "Pertamina Minta Tarif Pengadaan FAME Diseragamkan" (8/9/2026) — ekonomi.republika.co.id
- Quantum Commodity Intelligence, "Pertamina urges uniform FAME price for B50 suppliers" (10/9/2026) — qcintel.com
- CNBC Indonesia, "Harga BBM Biosolar B50 di SPBU Pertamina, Berlaku 31 Juli 2026" (31/7/2026) — cnbcindonesia.com