Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 penuh
Harga & Pasar

Alokasi Biodiesel B50 2026 Ditetapkan 16,7 Juta KL untuk 26 Produsen, 8,2 Juta KL ke Segmen PSO

ESDM mengalokasikan 16,7 juta KL biodiesel kepada 26 produsen untuk mandat B50, naik dari 15,6 juta KL. Penyaluran B50 per 31 Agustus 2026 tercatat 75–80%.

Foto udara pabrik biodiesel dengan tangki timbun dan jaringan pipa di kawasan industri
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Pasar biodiesel domestik kini bertumpu pada satu angka: alokasi volume yang ditetapkan pemerintah kepada produsen. Menurut Argus Media (29/7/2026), Kementerian ESDM mengalokasikan total 16,7 juta kiloliter (KL) biodiesel kepada 26 produsen dalam negeri untuk 2026 guna menjalankan mandat B50, naik dari 15,6 juta KL yang ditetapkan pada awal tahun untuk target B40. Data penyaluran per 31 Agustus menunjukkan program berjalan, tetapi belum penuh.

Pembagian PSO dan non-PSO

Argus melaporkan alokasi 16,7 juta KL itu terbagi dua segmen.

  • PSO (bersubsidi): 8,2 juta KL untuk angkutan umum, pelayanan publik, pertanian, dan usaha mikro.
  • Non-PSO: 8,5 juta KL untuk industri komersial, transportasi swasta, pertambangan, manufaktur, dan pembangkit listrik.

Untuk segmen PSO, selisih harga biodiesel dan solar fosil ditanggung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dari pungutan ekspor sawit dan produk turunannya. Dana dibayarkan kepada produsen setelah mereka menyalurkan biodiesel ke badan usaha pendistribusi pada harga solar reguler. Skema pendanaan terbaru dibahas dalam Pendanaan B50: Insentif BPDP 2026 Direvisi Jadi Rp32 Triliun.

Alokasi terlambat, angka bergeser

Argus mencatat produsen menunggu angka alokasi baru hampir sepanjang Juli, meskipun mandat B50 berlaku sejak awal bulan. Angka 16,7 juta KL juga lebih rendah daripada rencana yang dipaparkan Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi kepada Komisi XII DPR pada 4 Juni 2026, yakni 17.602.168 KL (naik 12,5% dari alokasi awal sekitar 15,64 juta KL), menurut Bloomberg Technoz (5/6/2026). Pada saat yang sama, realisasi hingga April 2026 tercatat 4.617.467 KL atau 29,51% dari alokasi awal, menurut laporan tersebut.

Pada 20 Juli 2026, Eniya menyebut volume total B50 diperkirakan 16–18 juta KL dan kuota dapat direvisi berkala. Pemerintah akan menilai kesiapan produksi dan distribusi selama enam bulan ke depan, kata Eniya seusai acara Pekan Riset Sawit Indonesia, seperti dilaporkan Bloomberg Technoz. Artikel itu tidak merinci mekanisme revisi maupun kriterianya.

Penyaluran per 31 Agustus

Kementerian ESDM mencatat penyaluran B50 secara total berada pada kisaran 75–80% per 31 Agustus 2026, sedangkan SPBU Pertamina sekitar 90%, menurut Post-Pro (1/9/2026) yang mengutip Eniya. Pemerintah menargetkan seluruh SPBU menjual B50 pada 1 Oktober 2026 dan akan mengawasi distribusi; Eniya mengatakan evaluasi dilakukan kembali sekitar sebulan kemudian.

Bagi produsen FAME, alokasi menentukan volume yang dapat diproduksi dan dibayar sepanjang sisa tahun. Karena angka dapat direvisi, kepastian pasar bergantung pada hasil evaluasi tersebut. Kisaran kebutuhan FAME dan penyaluran terbaru juga dapat dibaca di B50 Berlaku Penuh di Seluruh SPBU, Pemerintah Kaji B60.

Sumber & Referensi

  • Argus Media, "Indonesia sets biodiesel production volumes for B50" (29/7/2026) — argusmedia.com
  • Bloomberg Technoz, "B50 Jalan 1 Juli, Alokasi Biodiesel Naik 12,5% Jadi 17,6 Juta KL" (5/6/2026) — bloombergtechnoz.com
  • Bloomberg Technoz, "ESDM Siapkan Skema Kuota Biodiesel B50 yang Lebih Dinamis" (20/7/2026) — bloombergtechnoz.com
  • Post-Pro, "Kementerian ESDM Catat Penyaluran B50 Capai 80 Persen" (1/9/2026) — post-pro.co.id