Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

Penyaluran Biodiesel Capai 10,69 Juta KL Menjelang B50 Penuh, Swasta Disebut Tertinggal

Hingga 7 September 2026 penyaluran B40 dan B50 mencapai 10,69 juta KL. 76 dari 104 terminal BBM sudah menyalurkan B50, sementara penyalur non-Pertamina disebut masih tertinggal.

Truk tangki antre memuat bahan bakar di terminal BBM
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (4 bagian)

Jakarta — Menjelang berakhirnya masa transisi B50 di SPBU pada 1 Oktober 2026, pemerintah memaparkan realisasi penyaluran biodiesel secara kumulatif. Menurut Kementerian ESDM, hingga 7 September 2026 total penyaluran mencapai 10,69 juta kiloliter, gabungan B40 pada paruh pertama tahun dan B50 sejak peluncuran.

Angka penyaluran dan terminal

Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan data itu dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 8 September 2026, sebagaimana dilaporkan KabarBursa. Dari total 10,69 juta KL, sekitar 7,27 juta KL merupakan B40 pada Januari–Juni, sedangkan sekitar 3,4 juta KL adalah B50 sejak 1 Juli.

  • 94% SPBU, sekitar 6.050 lokasi, sudah menyalurkan B50; 362 SPBU masih dalam masa transisi (angka serupa dilaporkan detikOto).
  • Dari 104 terminal BBM, 76 sudah menyalurkan B50 dan 28 masih beralih dari B40.

Peran badan usaha swasta

CNBC Indonesia (30/9/2026) melaporkan bahwa ada 34 badan usaha pencampur biodiesel yang membutuhkan sekitar tiga bulan untuk menyesuaikan diri, sedangkan Pertamina memerlukan sekitar dua bulan untuk menghabiskan stok lama. Pertamina menyalurkan B50 ke lebih dari 90% jaringan SPBU-nya pada awal September, sementara rata-rata nasional sekitar 80% karena memasukkan penyalur non-Pertamina yang disebut masih tertinggal. Pemerintah memantau seluruh penyalur sepanjang bulan terakhir transisi agar ketersediaan terjaga. Laporan tersebut tidak menyebut nama badan usaha swasta tertentu.

Pasokan FAME dan bahan baku

ESDM memproyeksikan pasokan FAME dari badan usaha bahan bakar nabati sebesar 16,8–18 juta KL akan terserap penuh hingga akhir Desember 2026, menurut KabarBursa. CNBC Indonesia menyebut kebutuhan FAME sekitar 16,7–18 juta KL per tahun; perbedaan batas bawah (16,7 dan 16,8 juta KL) muncul antarlaporan. Kebutuhan CPO diperkirakan 15,2–16,3 juta ton. KabarBursa menghitung angka itu setara 29–32% dari produksi CPO nasional 2025 sebesar 51,66 juta ton berdasarkan data GAPKI.

Konsumsi solar nasional per tahun berkisar 38–40 juta KL. Sebelum B50, Indonesia disebut masih mengimpor sekitar 3–4 juta KL solar, dan pemerintah menargetkan penghentian impor tersebut.

Catatan soal ekspor

KabarBursa juga mengutip kajian yang didukung BPDP (KSO Sucofindo dan Appertani) yang memproyeksikan ekspor minyak sawit turun 11,40% dibandingkan 2024 dan mengingatkan adanya tekanan pasokan. Angka ini baru kami temukan di satu sumber sehingga perlu dibaca hati-hati.

Evaluasi menyeluruh pelaksanaan B50 dijadwalkan Desember 2026. Latar kebijakan lebih lengkap tersedia di B50 Berlaku Penuh di Seluruh SPBU, Pemerintah Kaji B60.

Sumber & Referensi

  • Dirjen EBTKE Sebut Penyaluran B50 Tembus 10,69 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Menyalurkan (8/9/2026) — kabarbursa.com
  • Besok Semua SPBU RI Sudah Jual BBM Biodiesel B50 (30/9/2026) — cnbcindonesia.com
  • ESDM Sebut B50 Nggak Bikin Sering Ganti Filter, Ini Alasannya (9/9/2026) — oto.detik.com