Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 penuh
Bioavtur & SAF

Singapura Mulai Kenakan Levy SAF, Uni Eropa Lampaui Target SAF 2025

Levy SAF Singapura S$1–S$41,60 per penumpang berlaku untuk tiket yang dijual sejak 1 Oktober 2026. Di Eropa, porsi SAF 2025 mencapai 2,8%, melampaui target 2%.

Ruang keberangkatan bandara modern dengan pesawat di balik jendela kaca saat senja
Daftar isi (3 bagian)

Singapura — Sesuai jadwal Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), levy sustainable aviation fuel (SAF) mulai dikenakan pada tiket pesawat yang dijual sejak 1 Oktober 2026, untuk penerbangan yang berangkat dari Singapura mulai 1 Januari 2027. Di belahan dunia lain, Uni Eropa melaporkan pasokan SAF-nya pada 2025 telah melampaui target wajib. Dua perkembangan ini menandai SAF mulai bergeser dari uji coba menjadi kewajiban pasar.

Singapura: levy per penumpang

Levy ini sempat ditunda. Semula berlaku untuk tiket yang dijual sejak 1 April 2026, CAAS memundurkannya karena dampak konflik di Timur Tengah terhadap maskapai dan penumpang. Direktur Jenderal CAAS Han Kok Juan saat itu menyebut penundaan sebagai "jeda pragmatis", sembari menegaskan Singapura tetap berkomitmen pada dekarbonisasi penerbangan.

Zona tujuanEkonomiPremium (bisnis/utama)
I — Asia TenggaraS$1,00S$4,00
II — Asia Timur Laut, Asia Selatan, Australia, Papua NuginiS$2,80S$11,20
III — Afrika, Asia Tengah & Barat, Eropa, Timur Tengah, Kepulauan Pasifik, Selandia BaruS$6,40S$25,60
IV — AmerikaS$10,40S$41,60

Penumpang transit dikecualikan, begitu pula penerbangan latihan dan kemanusiaan. Levy dipungut maskapai saat pembelian tiket dan ditampilkan terpisah, lalu masuk ke dana SAF yang dikelola CAAS. Dana ini dipakai SAFCo—perusahaan milik CAAS—untuk membeli SAF dan atribut lingkungannya secara terpusat. Singapura menargetkan porsi SAF 1% mulai 2027 dan 3–5% pada 2030, tergantung perkembangan global dan ketersediaan SAF.

Uni Eropa: target 2025 terlampaui

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) melaporkan, pada 2025 pemasok bahan bakar menyalurkan 39,3 juta ton bahan bakar penerbangan di bandara-bandara UE, dengan 1,1 juta ton atau 2,8% berupa SAF—melampaui batas minimum wajib 2% dalam regulasi ReFuelEU Aviation. Volume SAF melonjak hampir enam kali lipat dari 193 ribu ton pada 2024, dan kini tersedia di 121 bandara.

"Kami senang dapat memastikan bahwa mandatori SAF di bawah ReFuelEU Aviation tidak hanya terpenuhi, tetapi terlampaui," kata Direktur Eksekutif EASA Florian Guillermet. Sekitar 80% SAF tersebut berbahan baku minyak jelantah, dan 85% bahan bakunya berasal dari luar UE. Target berikutnya adalah porsi SAF 6% pada 2030.

Peluang dan pekerjaan rumah bagi Indonesia

Kedua perkembangan ini relevan langsung bagi Indonesia. Pertama, besarnya ketergantungan Eropa pada minyak jelantah impor membuka pasar ekspor bagi bahan baku dan SAF berbasis UCO—sejalan dengan langkah Pertamina yang mengantongi kontrak SAF dari Cathay Pacific. Kedua, model levy Singapura memberi contoh cara membiayai selisih harga SAF tanpa membebani anggaran negara—pertanyaan yang belum terjawab dalam rencana mandatori bioavtur 1% Indonesia mulai 2027.

Sumber & Referensi

  • Wego Travel Blog, "Singapore SAF Levy: Which Air Tickets Cost More and Who Is Exempt" (2026) — blog.wego.com
  • AeroTime, "Singapore delays SAF levy rollout amid Middle East conflict" (28/3/2026) — aerotime.aero
  • Universal Weather, "Singapore introducing SAF levy for all Business Aviation departures starting October 2026" (2026) — universalweather.com
  • EASA, "EU sustainable aviation fuel supply exceeds 2025 ReFuelEU Aviation target" (17/9/2026) — easa.europa.eu
  • Komisi Eropa (DG MOVE), "New report shows strong progress in sustainable aviation fuel (SAF) availability across the EU" (17/9/2026) — transport.ec.europa.eu