Sabtu, 10 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

Agrinas Bidik Kontribusi 20% Kebutuhan Biodiesel Nasional dari Lahan Sawit dan Pabrik Riau

Agrinas Palma menghitung 400 ribu hektare lahan sawit berpotensi menghasilkan 1,4 juta KL biodiesel. Bersama pabrik Riau, total potensinya mendekati 2 juta KL.

Fasilitas pengolahan biodiesel di tengah kawasan perkebunan sawit
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) membidik kontribusi hingga sekitar 20% dari kebutuhan biodiesel nasional apabila seluruh potensi kebun sawit dan fasilitas pengolahannya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan perhitungan awal terhadap sekitar 400 ribu hektare lahan sawit menunjukkan potensi produksi sekitar 1,4 juta kiloliter biodiesel. Perusahaan juga memiliki pabrik biodiesel di Riau dengan kapasitas 600 ribu kiloliter.

Potensi pasokan mendekati 2 juta kiloliter

Jika potensi dari lahan dan kapasitas pabrik digabungkan, Agrinas memperkirakan pasokannya dapat mendekati 2 juta kiloliter biodiesel. Berdasarkan kebutuhan nasional saat ini, tambahan produksi tersebut diperkirakan setara sekitar 11–12%.

Kontribusi dapat meningkat hingga sekitar 20% jika seluruh aset sawit yang dikelola perusahaan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan. Target tersebut masih berupa potensi pengembangan, sehingga realisasinya bergantung pada produktivitas kebun, kesiapan fasilitas, investasi, dan jadwal operasi.

Dari perkebunan menuju ketahanan energi

Rencana ini menunjukkan arah Agrinas yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan perkebunan, tetapi juga pada hilirisasi sawit untuk energi. Produksi biodiesel memberi jalur nilai tambah bagi bahan baku sawit sekaligus dapat membantu memenuhi kebutuhan program campuran biodiesel nasional.

Pabrik di Rengat, Riau, sebelumnya telah masuk rencana reaktivasi. Fasilitas berkapasitas 600 ribu ton per tahun itu ditargetkan kembali berproduksi paling lambat akhir 2027. Rincian proyek tersebut dapat dibaca dalam artikel Agrinas Palma hidupkan lagi pabrik biodiesel Rengat.

Realisasi menjadi penentu

Angka 20% bukan produksi yang sudah tersedia saat ini. Angka tersebut merupakan estimasi kontribusi apabila kebun sawit, kapasitas pabrik, dan rantai pasok perusahaan dapat beroperasi sesuai rencana. Karena itu, perkembangan reaktivasi pabrik, produktivitas lahan, serta kepastian investasi akan menentukan besarnya pasokan aktual.

Jika terealisasi, skala tersebut dapat menempatkan Agrinas sebagai salah satu pemasok penting dalam ekosistem biodiesel Indonesia dan memperkuat keterkaitan antara pengelolaan aset perkebunan negara dengan ketahanan energi.

Sumber & Referensi

  • Investor Daily, “Agrinas Incar 20% Pasar Biodiesel Indonesia” (9 Oktober 2026) — investor.id

Baca Selanjutnya