Rabu, 21 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

CPO Rebound 20 Oktober: Ekspor Malaysia Menguat, B50 Sudah Berjalan

CPO Malaysia menguat pada sesi 20 Oktober di tengah kenaikan pengiriman awal bulan, sementara stok September tetap tinggi dan B50 Indonesia sudah berlaku.

Ilustrasi terminal ekspor minyak sawit dengan tangki penyimpanan dan kapal di dermaga
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia menguat pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. IDXChannel mencatat kontrak itu naik 1,24% menjadi RM4.825 per ton pada pukul 14.20 WIB, di tengah laporan peningkatan pengiriman ekspor Malaysia dan prospek konsumsi biodiesel. Kenaikan sesaat ini belum memastikan tren harga berikutnya: persediaan minyak sawit Malaysia pada September mencapai 3.510.897 ton menurut Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Ekspor awal Oktober mengangkat sentimen pasar

IDXChannel melaporkan survei pengiriman kargo menunjukkan kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 43,2%–58,3% secara bulanan pada paruh pertama Oktober. Angka itu menggambarkan pengiriman dalam rentang waktu tertentu, bukan data ekspor final sepanjang Oktober. Media tersebut juga menyebut permintaan India menjelang musim festival dan kenaikan harga minyak nabati di China sebagai sentimen yang diperhatikan pasar, bukan sebagai kepastian bahwa konsumsi akhir atau harga akan terus naik.

Harga RM4.825 per ton adalah cuplikan kontrak berjangka pada jam yang disebutkan IDXChannel, bukan harga penutupan, harga CPO fisik di Indonesia, ataupun harga tandan buah segar (TBS) yang diterima petani. Membandingkan angka itu langsung dengan harga tender domestik tanpa menyamakan kontrak, waktu dan satuan akan menghasilkan kesimpulan keliru. Pembaca dapat memantau halaman harga CPO dengan mencermati jenis seri dan tanggal setiap titik data.

Stok Malaysia membatasi pembacaan reli

Data resmi MPOB untuk September menunjukkan stok seluruh minyak sawit Malaysia sebesar 3.510.897 ton, naik 24,54% dari bulan sebelumnya. Di dalamnya, stok CPO saja tercatat 2.163.173 ton dan stok minyak sawit olahan 1.347.724 ton. Karena itu, menyebut seluruh 3,51 juta ton sebagai stok CPO akan mencampur dua kategori yang berbeda. MPOB juga mencatat ekspor minyak sawit pada September sebesar 1.120.395 ton, turun 12,13% dari bulan sebelumnya. Perbandingan data resmi satu bulan penuh itu dengan laporan surveyor untuk sebagian Oktober harus mempertimbangkan cakupan periode yang berlainan.

Persediaan yang besar bisa menjadi penahan harga ketika pasokan melebihi permintaan, meski pengiriman yang lebih tinggi pada awal Oktober memberi sinyal pasar yang lebih kuat. Arah harga setelah 20 Oktober tetap bergantung pada perkembangan ekspor, produksi dan persediaan berikutnya. Data MPOB September sendiri tidak membuktikan bagaimana seluruh Oktober akan berakhir.

B50 sudah berjalan, bukan sekadar rencana

Prospek biodiesel Indonesia juga disebut IDXChannel sebagai salah satu penopang sentimen. Namun, status kebijakannya perlu tepat: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan campuran B50 mulai mengalir sejak 1 Juli 2026 dan program mandatnya diluncurkan pada 9 Juli. Jadi, pada 20 Oktober, B50 bukan kebijakan yang baru akan dimulai. Pertanyaan pasar adalah berapa besar realisasi serapan dan bagaimana hal itu berinteraksi dengan kebutuhan ekspor serta ketersediaan bahan baku.

Dalam siaran Juli, ESDM memproyeksikan kebutuhan CPO untuk B50 sekitar 15,2–16,3 juta ton. Itu proyeksi kebutuhan program, bukan pengukuran tambahan permintaan atau bukti bahwa kenaikan harga pada 20 Oktober sepenuhnya disebabkan B50. ESDM melaporkan pada pertengahan September B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU, sementara sebagian terminal masih bertransisi; perkembangan distribusi juga perlu dibedakan dari perkiraan kebutuhan tahunan.

Bagi Indonesia, penguatan harga internasional dapat memengaruhi penerimaan ekspor dan biaya bahan baku biodiesel, tetapi dampaknya pada harga TBS tidak otomatis sama di semua wilayah atau waktu. Pembacaan yang hati-hati menggabungkan data pasar berjangka, harga domestik dan realisasi B50; tidak menjadikan satu sesi rebound sebagai jaminan pendapatan perusahaan maupun petani.

Sumber & Referensi