Minggu, 18 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

Harga TBS Sawit Sumbar Turun 5,09% Menjadi Rp3.764,98 per Kg

Pemeriksaan empat laporan mengonfirmasi harga TBS Sumatera Barat turun Rp201,96 per kg pada 8–14 Oktober 2026, meski terdapat kekeliruan judul dan persentase di sumber sekunder.

Tandan buah segar sawit ditimbang di tempat pengumpulan hasil kebun
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Padang — Informasi bahwa harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Barat mulai turun terkonfirmasi. Harga acuan untuk tanaman umur 10–20 tahun pada periode 8–14 Oktober 2026 ditetapkan Rp3.764,98 per kilogram, turun Rp201,96 atau sekitar 5,09% dari Rp3.966,94 per kilogram pada periode 1–7 Oktober 2026.

Angka tersebut berasal dari hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Barat pada 13 Oktober 2026. InfoSAWIT, Sawit Indonesia, dan Jambi Ekspres sama-sama melaporkan nilai Rp3.764,98 per kilogram dengan merujuk berita acara penetapan harga pemerintah provinsi.

Penurunan terkonfirmasi, tetapi ada kekeliruan dalam pemberitaan

Pemeriksaan MediaBiodiesel menemukan dua kekeliruan penyajian pada sumber sekunder. Judul laporan InfoSAWIT tanggal 15 Oktober menyebut harga periode II Oktober “naik”, padahal angka di dalam artikelnya lebih rendah daripada harga periode I Oktober yang juga diterbitkan InfoSAWIT.

Sawit Indonesia menyebut penurunan Rp201,96 setara sekitar 8,70%. Perhitungan ulang MediaBiodiesel menunjukkan Rp201,96 dibagi harga sebelumnya Rp3.966,94 menghasilkan penurunan sekitar 5,09%. Karena itu, kesimpulan bahwa harga turun adalah benar, tetapi persentase yang konsisten dengan kedua angka harga tersebut adalah 5,09%, bukan 8,70%.

Penurunan ini melanjutkan koreksi awal Oktober. Untuk periode 1–7 Oktober 2026, harga tanaman umur 10–20 tahun sudah turun Rp20,33 atau sekitar 0,51% menjadi Rp3.966,94 per kilogram. Dengan demikian, harga acuan Sumatera Barat mengalami penurunan dalam dua periode penetapan berturut-turut.

CPO, kernel, dan Indeks K ikut melemah

Komponen pembentuk harga juga bergerak turun. Harga CPO yang digunakan dalam formula periode 8–14 Oktober tercatat Rp14.831,27 per kilogram, berkurang Rp723,11 atau sekitar 4,65% dari Rp15.554,38 pada periode sebelumnya.

Harga inti sawit atau kernel turun dari Rp13.124,34 menjadi Rp12.506,95 per kilogram, setara koreksi Rp617,39 atau sekitar 4,70%. Indeks K juga turun dari 94,34% menjadi 93,90%. Kombinasi penurunan harga CPO, kernel, dan Indeks K menekan harga TBS pada seluruh kelompok umur tanaman.

Untuk periode 8–14 Oktober, harga tanaman umur tiga tahun ditetapkan Rp2.959,82 per kilogram. Harga meningkat sesuai umur tanaman hingga Rp3.755,07 untuk umur sembilan tahun dan mencapai nilai tertinggi Rp3.764,98 untuk kelompok umur 10–20 tahun. Setelah itu, harga turun bertahap menjadi Rp3.621,88 untuk umur 21 tahun dan Rp3.354,06 untuk umur 25 tahun.

Harga acuan tidak selalu sama dengan transaksi petani

Penetapan provinsi merupakan harga acuan bagi pekebun yang masuk dalam mekanisme kemitraan. Harga yang diterima petani di lapangan dapat berbeda menurut kualitas buah, kematangan, jarak angkut, potongan, hubungan kemitraan, serta kebijakan perusahaan atau pabrik kelapa sawit.

Karena itu, angka Rp3.764,98 per kilogram tidak dapat dianggap sebagai harga yang diterima seluruh petani sawit Sumatera Barat. Untuk memantau pembaruan antardaerah dan periode, pembaca dapat membuka halaman harga TBS hari ini MediaBiodiesel.

Kesimpulan pemeriksaan: klaim bahwa harga TBS sawit Sumatera Barat mulai turun adalah benar. Acuan tanaman umur 10–20 tahun turun dari Rp3.966,94 menjadi Rp3.764,98 per kilogram pada periode 8–14 Oktober 2026. Besar koreksi yang dihitung dari kedua angka tersebut adalah 5,09%.

Sumber & Referensi

Baca Selanjutnya