Rabu, 4 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

Harga TBS Sawit Pekan Ini: Jambi dan Bengkulu Naik, Riau Turun

Harga TBS umur 10–20 tahun bergerak berbeda di Riau, Jambi, Bengkulu, Kalbar, dan Kaltim; periode penetapan tiap daerah tidak sama.

Tandan buah segar sawit di tepi jalan kebun, dua pekerja di kejauhan; ilustrasi AI
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Penetapan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang tersedia hingga 4 November 2026 menunjukkan arah berbeda di lima provinsi. Untuk tanaman umur 10–20 tahun, harga mitra plasma Riau periode 4–10 November turun menjadi Rp3.742,44 per kilogram, sedangkan mitra swadaya Rp3.690,47. Jambi naik ke Rp3.717,77 untuk 30 Oktober–5 November; Bengkulu naik ke Rp3.428,29 untuk 1–15 November. Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur memiliki periode penetapan lebih lama, masing-masing Oktober IV dan 16–31 Oktober. Angka ini adalah harga acuan penetapan, bukan harga transaksi yang sama untuk semua kebun.

Harga dan perubahan menurut periode provinsi

Perbandingan berikut memakai titik sebelumnya dalam seri yang sama, bukan membandingkan provinsi pada satu tanggal seragam. Riau memisahkan mitra plasma dari kemitraan swadaya; harga kelompok umur 10–20 tahun tidak sama dengan harga tertinggi umur sembilan tahun yang tampil pada judul beberapa laporan.

Provinsi dan kelompokPeriodeHarga umur 10–20 (Rp/kg)Perubahan (Rp/kg)
Riau plasma4–10 Nov3.742,44−22,97
Riau mitra swadaya4–10 Nov3.690,47−9,82
Jambi plasma30 Okt–5 Nov3.717,77+38,43
Bengkulu mitra1–15 Nov3.428,29+106,58
Kalimantan Barat23–31 Okt3.452,73+35,33
Kalimantan Timur mitra16–31 Okt3.476,09−66,51

Data Riau swadaya berasal dari tampilan penetapan di situs Pemkab Pelalawan, sedangkan harga plasma dilaporkan Sawit News dengan merujuk tim Dinas Perkebunan Riau. InfoSAWIT mengutip berita acara Jambi. Angka Kalbar termuat pada sistem SIDIKH milik dinas provinsi untuk periode IV Oktober. ANTARA mengutip pejabat Dinas Perkebunan Kaltim. Untuk Bengkulu, Sawit Setara merujuk berita acara bertanggal 31 Oktober.

Yang berubah dan yang perlu dibaca hati-hati

Di Riau, penurunan umur 10–20 tahun berbeda dari penurunan Rp23,26 yang disebut Sawit News untuk kelompok umur sembilan tahun plasma. Situs Pemkab Pelalawan juga menampilkan kelompok sembilan tahun sebagai harga tertinggi swadaya Rp3.729,47, bukan angka kelompok 10–20 tahun dalam tabel. Untuk Bengkulu, harga tertinggi justru kelompok umur 21 tahun sebesar Rp3.466,34 menurut Sawit Setara; tabel sengaja menggunakan kelompok 10–20 agar perbandingannya konsisten.

Harga Jambi naik Rp38,43 dari Rp3.679,34 pada 23–29 Oktober. Kalbar naik Rp35,33 dari Rp3.417,40 pada periode III Oktober menurut dua baris berturut-turut di SIDIKH. Kaltim turun Rp66,51 dari Rp3.542,60 pada periode I Oktober sebagaimana dilaporkan ANTARA. Penetapan Kalbar dan Kaltim tidak boleh disebut sebagai harga baru untuk pekan pertama November; pencarian penetapan berikutnya tetap diperlukan.

Konteks CPO dan pembacaan harga petani

Di halaman harga CPO, tender fisik KPBN tercatat Rp15.125 per kg pada 30 Oktober, sedangkan kontrak bulan ketiga Bursa Malaysia tercatat RM4.551 per ton pada 3 November. Dua patokan itu berbeda pasar, mata uang, dan tanggal; keduanya bukan harga CPO yang dipakai otomatis oleh setiap tim provinsi. Sawit News mengutip Kepala Dinas Perkebunan Riau yang mengaitkan penurunan harga plasma dengan turunnya harga penjualan CPO dalam perhitungan setempat. ANTARA juga mengutip pejabat Kaltim mengenai pelemahan CPO dan kernel sebagai faktor periode II Oktober.

Pembaca dapat memeriksa hub harga dan riwayat setiap provinsi melalui tautan tabel. Harga penetapan untuk petani mitra dapat berbeda dari pembayaran riil di kebun nonmitra, bergantung pada kualitas buah, pola kemitraan, dan transaksi. Periode yang berakhir pada Oktober ditampilkan apa adanya, bukan diperpanjang diam-diam sampai hari ini.

Sumber & Referensi

Baca Selanjutnya