Minggu, 1 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

HR CPO November Turun ke US$978,90, Pungutan Ekspor BPDP US$122,36

Acuan ekspor CPO November turun 6,07%; pungutan per ton ikut berubah, tetapi penerimaan BPDP belum dapat disimpulkan tanpa realisasi ekspor.

Ilustrasi tumpukan tandan buah sawit di depan fasilitas pengolahan minyak sawit
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Harga referensi (HR) minyak sawit mentah atau CPO untuk 1–30 November 2026 ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar US$978,90 per ton, turun 6,07% dari US$1.042,15 pada Oktober. Bea keluar CPO November menjadi US$124 per ton, sementara pungutan ekspor (PE) untuk Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) setara US$122,36 per ton. Angka ini adalah acuan administrasi ekspor bulanan, bukan harga transaksi CPO harian ataupun harga biodiesel di pompa.

Harga acuan turun, pungutan per ton ikut berubah

ANTARA mengutip Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana yang menyebut penurunan HR sebesar US$63,25 per ton dibanding Oktober. Tarif PE tetap 12,5% dari HR, sehingga nominal pungutan November sebesar US$122,36 per ton. Pada Oktober, menurut laporan ANTARA terdahulu, nominal PE adalah US$130,269 per ton dan bea keluar US$178 per ton. Perubahan nominal pungutan per ton tidak dengan sendirinya menunjukkan berapa total penerimaan BPDP bulan depan; total itu juga bergantung pada volume serta jenis produk yang benar-benar diekspor.

Penetapan November tercatat dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2064 Tahun 2026. Halaman JDIH Kementerian Perdagangan menyatakan keputusan yang ditetapkan 29 Oktober itu berstatus berlaku, tetapi halaman tersebut tidak menyediakan dokumen lampiran untuk dibaca. Karena itu, angka rinci dalam tulisan ini mengacu pada laporan ANTARA atas keterangan Kemendag, bukan pada pembacaan langsung lampiran keputusan. Bea keluar dan pungutan ekspor merupakan instrumen berbeda; keduanya tidak boleh digabung dan disebut sebagai satu tarif BPDP.

Mengapa acuan November berbeda dari harga bursa hari ini?

Menurut keterangan Kemendag yang dilaporkan ANTARA, perhitungan memakai rata-rata selama 20 September–19 Oktober: US$869,07 per ton untuk Bursa CPO Indonesia, US$1.088,73 untuk Bursa CPO Malaysia, dan US$1.443,90 untuk harga Port CPO Rotterdam. Berdasarkan aturan perhitungan yang dijelaskan Tommy, jika selisih harga ketiga sumber melampaui US$40, dua sumber yang menjadi median dan paling dekat median digunakan. Dalam penetapan ini Kemendag menggunakan acuan Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, HR November merangkum periode pengamatan sebelumnya; ia bukan kutipan perdagangan pada 1 November.

Pembedaan itu penting ketika pembaca membandingkannya dengan harga tender KPBN, kontrak CPO Malaysia, dan harga tandan buah segar (TBS) di provinsi. Masing-masing mempunyai pasar, satuan, dan periode yang berbeda. Halaman harga CPO dan harga TBS menyediakan konteks untuk instrumen tersebut, sedangkan HR ekspor adalah dasar pungutan sesuai periode penetapannya. Penurunan HR tidak berarti seluruh harga TBS petani otomatis turun dengan persentase yang sama.

Apa kaitannya dengan pembiayaan biodiesel?

PE CPO merupakan salah satu pungutan yang masuk ke mekanisme dana perkebunan BPDP. Penurunan nominal pungutan per ton, dengan tarif 12,5% yang tetap, memberi konteks bagi pembiayaan program biodiesel. Namun laporan sumber yang tersedia tidak memberikan realisasi ekspor November atau penerimaan BPDP November, sehingga tidak ada dasar untuk menyimpulkan besaran perubahan kas maupun kemampuan membayar insentif biodiesel. Perbandingan per ton hanya menunjukkan perubahan parameter kebijakan, bukan hasil keuangan akhir.

Harga indeks pasar biodiesel (HIP) juga memiliki periode dan formula sendiri. Penetapan HR CPO November tidak boleh dibaca sebagai pengumuman HIP biodiesel November atau perubahan harga Biosolar. Pembaca dapat memeriksa data HIP biodiesel untuk nilai yang sudah diumumkan dan dashboard harga untuk membedakan seri bulanan dari data perdagangan. Bagi eksportir, angka yang perlu dicermati adalah HR, bea keluar, dan nominal pungutan yang berlaku sepanjang November; bagi pembaca biodiesel, dampak pada dana BPDP baru dapat dinilai setelah ada data realisasi yang relevan.

Sumber & Referensi