Selasa, 13 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

Stok Sawit Malaysia September 2026 Rekor 3,51 Juta Ton, Ekspor Turun 12,13%

Stok minyak sawit Malaysia melonjak 24,54% menjadi rekor 3,51 juta ton pada September 2026 saat produksi naik dan ekspor melemah.

Buah sawit, sampel CPO, dan tangki penyimpanan di terminal ekspor Malaysia
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Kuala Lumpur — Stok minyak sawit Malaysia melonjak 24,54% secara bulanan menjadi 3,51 juta ton pada akhir September 2026, melampaui median perkiraan survei Bloomberg sebesar 3,45 juta ton. Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dilaporkan Bernama menunjukkan lonjakan produksi dan pelemahan ekspor mendorong persediaan melewati rekor sebelumnya yang menjadi acuan survei pasar.

Produksi melonjak, ekspor melemah

Produksi minyak sawit mentah atau CPO naik 16,48% menjadi 2,11 juta ton pada September dari 1,81 juta ton pada Agustus. Hasil itu secara umum sesuai dengan perkiraan survei sebesar 2,11 juta ton dan menjadi produksi September tertinggi dalam perbandingan historis survei tersebut.

Ekspor bergerak ke arah berlawanan. Pengiriman minyak sawit turun 12,13% menjadi sekitar 1,12 juta ton dari sekitar 1,28 juta ton pada Agustus, dekat dengan ekspektasi survei sebesar 1,13 juta ton. Impor meningkat 17,25% menjadi 58.064 ton, sementara MPOB melaporkan tidak ada impor CPO selama bulan tersebut.

Komposisi persediaan juga memperlihatkan kenaikan yang luas. Stok CPO meningkat 31,88% menjadi 2,16 juta ton, sedangkan stok minyak sawit olahan naik 14,33% menjadi 1,34 juta ton. MPOB juga mencatat ekspor biodiesel Malaysia anjlok 91,69% secara bulanan menjadi 2.930 ton.

  • Stok akhir: 3,51 juta ton, naik 24,54% dari 2,8 juta ton.
  • Produksi CPO: 2,11 juta ton, naik 16,48% dari 1,81 juta ton.
  • Ekspor minyak sawit: sekitar 1,12 juta ton, turun 12,13%.
  • Impor minyak sawit: 58.064 ton, naik 17,25%.

Stok lebih tinggi dari perkiraan pasar

Sebelum rilis, survei Bloomberg terhadap 10 eksekutif perkebunan, pedagang, dan analis menempatkan median perkiraan stok September di 3,45 juta ton, naik sekitar 22% dari Agustus. Realisasi 3,51 juta ton berarti sedikit lebih tinggi dari median survei dan melampaui rekor sebelumnya sebesar 3,22 juta ton pada Desember 2018.

Laporan terbit tidak lama sebelum artikel ini disiapkan sehingga pergerakan kontrak berjangka CPO acuan Bursa Malaysia setelah rilis belum tersedia dari sumber tepercaya. Menjelang data tersebut, harga acuan telah turun ke sekitar RM4.535 per ton pada 5 Oktober dari puncak September sebesar RM5.049 karena pelaku pasar mengantisipasi kenaikan persediaan. Pembaca dapat mengikuti pergerakan kontrak terbaru di halaman harga FCPO Malaysia Media Biodiesel.

Implikasi bagi Indonesia

Analisis: Rekor kenaikan stok Malaysia menjadi penyeimbang jangka pendek terhadap prospek pasokan regional yang lebih ketat akibat kebijakan biodiesel Indonesia. Reuters melaporkan analis Dorab Mistry memperkirakan mandatori campuran biodiesel 50% Indonesia akan memperketat pasokan minyak sawit dan menopang harga, sementara kenaikan harga energi juga mendorong permintaan biodiesel.

Angka September menunjukkan Malaysia memasuki kuartal terakhir dengan bantalan persediaan yang jauh lebih besar: pertumbuhan produksi melampaui ekspor, sedangkan penggunaan domestik B15 Malaysia diperkirakan hanya menambah permintaan CPO sekitar 22.000 ton per bulan dibandingkan campuran sebelumnya. Bagi Indonesia, dukungan harga dari B50 dalam jangka dekat dapat berhadapan dengan stok Malaysia yang melimpah dan penyerapan ekspor yang lebih lemah. Ini merupakan interpretasi pasar, bukan proyeksi harga resmi.

Sumber & Referensi

Baca Selanjutnya