Wapres Dorong Jelantah Bank Sampah untuk SAF Cilacap; Pasokan Belum Terbukti
Wapres meminta jelantah bank sampah masuk rantai pasok SAF Cilacap, tetapi volume, harga, dan kontrak komunitas belum diumumkan.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dari minyak jelantah di Kilang Cilacap memberi nilai ekonomi bagi pengelola bank sampah. Ia menyampaikan dorongan itu saat meninjau fasilitas Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 26 Oktober 2026, menurut laporan ANTARA yang mengutip siaran Sekretariat Wakil Presiden. Dorongan tersebut belum sama dengan kontrak pasokan jelantah dari bank sampah.
Ajakan menghubungkan bank sampah dan kilang
Menurut ANTARA, Gibran ingin minyak jelantah yang dikelola warga, termasuk kelompok ibu-ibu melalui bank sampah, terhubung dengan industri nasional. Pemerintah menempatkan pengumpulan limbah rumah tangga sebagai kesempatan pemberdayaan masyarakat, bukan semata sebagai urusan pasokan kilang. Namun, laporan itu tidak menyebut besaran harga beli, volume jelantah yang telah dihimpun bank sampah, identitas pemasok yang sudah berkontrak, ataupun ongkos logistiknya.
ANTARA menjelaskan bahwa SAF di Kilang Cilacap dikembangkan melalui co-processing: minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) diolah bersama kerosin pada unit hidrotreater. Laporan tersebut menyebut unit telah beroperasi secara komersial dengan estimasi produksi bersih sekitar 5.075 kiloliter SAF per tahun. Angka itu adalah estimasi produksi yang dilaporkan, bukan bukti seluruh bahan bakunya kini datang dari bank sampah.
Dalam laporan September tentang rencana kilang bioavtur baru, ANTARA mengutip pihak Pertamina bahwa unit yang ada saat itu berkapasitas 27 kiloliter per hari, sedangkan tambahan kapasitas proyek baru ditargetkan 860 kiloliter per hari pada 2029. Kedua angka itu menggambarkan satuan dan cakupan fasilitas yang berbeda; produksi bersih tahunan unit yang ada tidak tepat dibandingkan langsung dengan kapasitas rancangan kilang baru per hari.
Kebutuhan bahan baku proyek baru lebih besar
Laporan ANTARA pada 10 September mengutip perkiraan kebutuhan UCO untuk proyek biorefinery Cilacap pada 2029 sekitar 350.000 ton per tahun. Salah satu sumber pasokan potensial yang disebut ialah badan usaha, dengan perkiraan 240.000–300.000 ton per tahun, di samping rumah tangga dan komunitas. Itu merupakan perkiraan potensi dan kebutuhan masa depan, bukan kontrak atau penyerahan barang yang terverifikasi.
Perbedaan antara kebutuhan proyek dan volume potensial dari badan usaha menjelaskan mengapa jaringan pengumpulan komunitas diperhatikan. Akan tetapi, tidak tersedia rincian jumlah jelantah yang benar-benar dapat dihimpun oleh bank sampah, standar mutu UCO dari tiap sumber, atau pembagian hasil bagi pengumpul. Maka belum dapat disimpulkan bahwa bank sampah akan menutup kekurangan pasokan secara otomatis.
Menurut laporan September tersebut, proyek kilang baru menargetkan operasi pada 2029; sejumlah angka tentang investasi, kapasitas, serta dampak ekonomi yang disebut perusahaan masih berupa proyeksi. Kunjungan wakil presiden pada Oktober tidak mengubah status target menjadi hasil yang telah dicapai. Perlu dibedakan pula unit co-processing yang telah berjalan dengan pembangunan proyek kilang baru.
Apa yang perlu diawasi
Pengembangan bioavtur dari jelantah membuka kemungkinan nilai tambah dari limbah yang selama ini tersebar. Agar klaim manfaat bagi warga dapat diuji, publik memerlukan laporan volume UCO yang dikumpulkan, harga di tingkat pengumpul, jalur penelusuran bahan baku, dan pembelian nyata oleh industri. Tanpa data itu, ajakan menghubungkan bank sampah dengan produksi SAF tetap sebuah arah kebijakan, bukan bukti pendapatan yang sudah diterima warga.
Peristiwa 26 Oktober ini menambah sorotan pada sisi pasokan dan pembagian manfaat, di luar perdebatan kapasitas produksi kilang. Angka pasokan dan realisasi harus dilaporkan terpisah dari rencana investasi agar perkembangan SAF tidak dinilai hanya dari besar targetnya.
Sumber & Referensi
- ANTARA, "Wapres ingin minyak jelantah dari bank sampah bernilai ekonomi" (26 Oktober 2026) — https://www.antaranews.com/berita/5812803/wapres-ingin-minyak-jelantah-dari-bank-sampah-bernilai-ekonomi
- ANTARA, "Proyek kilang bioavtur Cilacap berpotensi dongkrak PDB Rp199 triliun" (10 September 2026) — https://www.antaranews.com/berita/5735428/proyek-kilang-bioavtur-cilacap-berpotensi-dongkrak-pdb-rp199-triliun
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.