Evaluasi B30 2021: Pemanfaatan 97,89%, Devisa US$4,54 Miliar Masih Potensi
ESDM memaparkan pemanfaatan alokasi biodiesel 97,89% dan penyaluran B30 94,17%; klaim devisa US$4,54 miliar masih berupa potensi.
Daftar isi (3 bagian)
Bogor — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 23 Desember 2021 memaparkan evaluasi B30: pemanfaatan biodiesel mencapai 97,89% dari alokasi 9,21 juta kiloliter (kL), sementara penyaluran B30 setara 94,17% dari total penyaluran solar. Pemerintah menyebut potensi penghematan devisa US$4,54 miliar, bukan angka penghematan yang telah diaudit secara independen. Angka-angka ini disampaikan setelah forum evaluasi dan persiapan implementasi 2022 di Bogor pada 22 Desember.
Dua persentase dengan penyebut berbeda
Menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, angka 97,89% menggambarkan pemanfaatan biodiesel terhadap alokasi 9,21 juta kL yang disebut dalam evaluasi. Angka 94,17% merujuk pada penyaluran B30 dibandingkan seluruh penyaluran minyak solar oleh badan usaha bahan bakar minyak. Keduanya tidak boleh dibaca sebagai ukuran yang sama: yang pertama berkaitan dengan kuota bahan bakar nabati, sedangkan yang kedua dengan kepatuhan penyaluran campuran solar. ANTARA juga melaporkan kedua angka itu dalam pemberitaan tertanggal 23 Desember.
Forum evaluasi berlangsung secara hibrida dan dipimpin Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih. Ia meminta penyaluran solar tanpa campuran biodiesel, atau B0, di luar relaksasi diminimalkan. Menurutnya, perbaikan itu diperlukan agar badan usaha tidak menghadapi potensi sanksi administratif. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan yang tinggi belum berarti persoalan distribusi dan kepatuhan telah selesai.
Soerjaningsih berharap penyaluran tahun berikutnya meningkat. Namun 97,89% adalah angka evaluasi yang dipaparkan pada Desember, bukan realisasi final setelah penutupan kalender 2021. Demikian pula US$4,54 miliar dipresentasikan sebagai potensi penghematan devisa. ANTARA menyebut padanan sekitar Rp64,6 triliun, sementara publikasi resmi ESDM menonjolkan nilai dolar AS; artikel ini mempertahankan satuan dolar untuk menghindari kesan bahwa dua konversi rupiah yang berbeda merupakan dua perhitungan independen.
Pembiayaan dan kontrak untuk 2022
Dalam forum yang sama, Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Edi Wibowo menyebut dana program biodiesel yang dibayarkan pada 2021 mencapai Rp51,86 triliun, dibanding Rp28 triliun pada 2020. Ia menegaskan angka 2021 tersebut mencakup pembayaran bawaan dari 2020 dan pembayaran hingga November 2021. Dengan demikian, jumlah pembayaran tidak dapat langsung disamakan dengan biaya biodiesel yang dikonsumsi hanya selama satu tahun kalender.
ESDM menyatakan 18 badan usaha BBM telah memperoleh alokasi biodiesel untuk 2022, dengan total 10,151 juta kL. Soerjaningsih meminta mereka menuntaskan kontrak dengan badan usaha bahan bakar nabati agar volume yang dialokasikan dapat dimanfaatkan. Ini merupakan persiapan penyaluran, bukan bukti bahwa seluruh volume 2022 telah tersalur.
Direktur Bioenergi ESDM Andriah Feby Misna menilai penetapan dan pengadaan lebih dini memberi waktu bagi pihak pemasok dan pencampur untuk menyusun kontrak. ANTARA mencatat pesan serupa dalam liputannya. Ukuran keberhasilan berikutnya, menurut kerangka evaluasi yang dikemukakan pejabat ESDM, bukan sekadar kuota di atas kertas, melainkan ketersediaan campuran dan pencegahan titik serah yang kekurangan pasokan.
Membaca klaim manfaat secara hati-hati
Program B30 mencampurkan 30% biodiesel dengan solar. ESDM mengaitkannya dengan pengurangan ketergantungan impor dan penguatan energi terbarukan. Namun klaim tentang neraca perdagangan, kesejahteraan petani, dan penurunan emisi dalam pernyataan pejabat adalah penilaian pemerintah; dua laporan yang tersedia saat itu tidak menyajikan metodologi independen untuk menguji seluruh dampak tersebut. Karena itu, angka potensi devisa perlu dipisahkan dari data operasional penyaluran.
Evaluasi akhir tahun ini memberi gambaran dua pekerjaan yang berbeda: menjaga pasokan campuran di seluruh titik distribusi dan memastikan pembiayaan selisih harga berjalan. Publik dapat mengikuti perkembangan program melalui data mandatori biodiesel; angka tahun berikutnya belum menjadi hasil pada saat evaluasi ini diterbitkan.
Sumber & Referensi
- Kementerian ESDM, "Implementasi B30 Tahun 2021 Berjalan Baik, Hemat Devisa Negara US$4,54 Miliar" (23 Desember 2021) — https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-minyak-dan-gas-bumi/implementasi-b30-tahun-2021-berjalan-baik-hemat-devisa-negara-us454-miliar
- ANTARA, "Kementerian ESDM: Implementasi B30 hemat devisa negara Rp64 triliun" (23 Desember 2021) — https://www.antaranews.com/berita/2602441/kementerian-esdm-implementasi-b30-hemat-devisa-negara-rp64-triliun
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.