Ringkasan Riset: USDA — Konsumsi Biodiesel 2026 Diproyeksi 17,5 Miliar Liter, Dana BPDP Tergerus
Laporan Biofuels Annual USDA (14 Agustus 2026) memproyeksikan konsumsi biodiesel Indonesia 17,5 miliar liter pada 2026, naik 17%, sementara saldo dana BPDP turun separuh ke Rp18,5 triliun.
Daftar isi (4 bagian)
Kantor atase Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Jakarta memproyeksikan konsumsi biodiesel Indonesia mencapai 17,5 miliar liter (setara 17,5 juta KL) pada 2026, naik 17% dari 2025, terutama karena peralihan ke B50 mulai Juli 2026. Proyeksi itu dimuat dalam laporan GAIN "Indonesia: Biofuels Annual" bernomor ID2026-0033 yang diterbitkan USDA Foreign Agricultural Service (FAS) pada 14 Agustus 2026. Laporan yang sama mencatat saldo dana sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyusut separuh menjadi Rp18,5 triliun pada akhir 2025.
Temuan utama
- Konsumsi dan produksi. Konsumsi biodiesel 2026 diperkirakan 17,5 miliar liter, sementara produksi diproyeksikan 17,6 miliar liter atau naik 2,6 miliar liter dari 2025. Atase memperkirakan realisasi konsumsi akan berada di kisaran 92–98% dari total alokasi.
- Alokasi dan bauran efektif. Menurut laporan, pemerintah menaikkan alokasi biodiesel 2026 dari 15,6 miliar liter menjadi 17,6 miliar liter. Karena B50 baru berlaku pada semester II dengan masa transisi tiga bulan, bauran rata-rata pada solar jalan raya (on-road) sepanjang 2026 diproyeksikan 41,0%, dengan konsumsi solar on-road sekitar 39 miliar liter.
- Kapasitas pabrik. Kapasitas terpasang diproyeksikan mencapai 22 miliar liter pada 2026, naik 12% dari tahun sebelumnya, dari 36 kilang biodiesel dengan tingkat utilisasi 80,0%.
- Dana BPDP tertekan. Dalam dua tahun terakhir, pembayaran subsidi biodiesel melampaui penerimaan pungutan ekspor. Saldo dana turun dari Rp36 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp18,5 triliun (US$1,1 miliar) pada akhir 2025, sehingga pemerintah menaikkan tarif pungutan ekspor pada Maret 2026.
- Ekspor dan bahan baku. Ekspor biodiesel diperkirakan nyaris nol pada 2026, dan kebutuhan CPO untuk biodiesel diproyeksikan 16.191 ribu ton. Setelah pembatasan ekspor limbah sawit, ekspor minyak jelantah (UCO) anjlok 78% menjadi 69.000 ton pada 2025, sedangkan ekspor POME turun hampir 98% dari 1,5 juta ton (2024) menjadi 22.000 ton.
- Off-road dan HVO. Konsumsi biodiesel off-road diperkirakan turun 14% menjadi 1,5 miliar liter karena target produksi batu bara 2026 dipangkas menjadi 600 juta ton dari 790 juta ton pada 2025. Konsumsi HVO/HDRD diperkirakan nyaris nol karena tidak ada skema insentif untuknya.
Metodologi
Biofuels Annual adalah laporan tahunan wajib kantor USDA di Jakarta. Edisi ini disusun oleh Arif Rahmanulloh dan disetujui Kristina Schammel. Laporan memadukan tinjauan regulasi, antara lain Permen ESDM 4/2025 dan Kepmen ESDM 113/2026 tentang peta jalan bauran, dengan neraca pasokan dan penggunaan biodiesel serta etanol periode 2017–2026. Data historis bersumber dari Kementerian ESDM, APROBI, dan Badan Pusat Statistik (melalui Trade Data Monitor), sedangkan angka 2026 adalah estimasi atase sendiri. Cakupannya meliputi biodiesel, bioetanol, bioavtur (SAF), serta kebijakan perdagangan dan keberlanjutan.
Keterbatasan
- Dinyatakan laporan: isi laporan merupakan penilaian staf USDA, bukan pernyataan kebijakan resmi pemerintah AS.
- Dinyatakan laporan: sebagian gambaran pasar disusun per awal Juli 2026, sebelum masa transisi B50 berakhir pada 30 September 2026.
- Catatan redaksi: angka alokasi 17,6 miliar liter berbeda dengan alokasi B50 sebesar 16,7 juta KL untuk 26 produsen yang ditetapkan pemerintah. Laporan juga mencatat konsumsi 2025 sebesar 14.940 juta liter, sementara Kementerian ESDM, seperti dikutip ANTARA, menyebut pemanfaatan biodiesel 2025 sebesar 14,2 juta KL. Laporan tidak menjelaskan sumber perbedaan ini.
- Catatan redaksi: narasi laporan menyebut pungutan ekspor produk mentah naik "dari 9,5% menjadi 12%", sedangkan tabel di laporan yang sama mencantumkan 12,5% untuk CPO berdasarkan PMK 9/2026.
- Catatan redaksi: pemakaian UCO dan POME sebagai bahan baku biodiesel tercantum "na" (tidak tersedia) dalam tabel neraca.
Relevansi bagi kebijakan B50/B60
Laporan ini tidak membahas B60 secara khusus. Relevansinya bagi debat bauran lebih tinggi ada pada tiga hal. Pertama, soal pembiayaan: atase menilai mekanisme dana BPDP berada di bawah tekanan yang meningkat. Menurut laporan, perluasan mandat BPDP ke kelapa dan kakao tanpa pungutan ekspor tersendiri juga diperkirakan sedikit melemahkan posisi keuangannya.
Kedua, soal peta jalan: menurut ringkasan USDA, Kepmen ESDM 113/2026 menjadwalkan B50 untuk segmen PSO mulai 2027 dan untuk seluruh segmen pada 2028. Kepmen itu juga mensyaratkan tiga faktor kesiapan, yaitu ketersediaan bahan baku, pembiayaan, dan infrastruktur. Dalam praktiknya, pemerintah mempercepat B50 ke Juli 2026.
Ketiga, soal kapasitas: edisi tahun sebelumnya (ID2025-0029, 13 Agustus 2025) memperkirakan B50 membutuhkan 19–20 miliar liter biodiesel serta tambahan kapasitas dan subsidi yang signifikan. Edisi 2026 kini memproyeksikan kapasitas terpasang 22 miliar liter dengan produksi 17,6 miliar liter.
Sumber & Referensi
- USDA Foreign Agricultural Service, "Indonesia: Biofuels Annual" (ID2026-0033) (14 Agustus 2026) — https://apps.fas.usda.gov/newgainapi/api/Report/DownloadReportByFileName?fileName=Biofuels%20Annual_Jakarta_Indonesia_ID2026-0033
- USDA Foreign Agricultural Service, "Indonesia: Biofuels Annual" (ID2025-0029) (13 Agustus 2025) — https://apps.fas.usda.gov/newgainapi/api/Report/DownloadReportByFileName?fileName=Biofuels%20Annual_Jakarta_Indonesia_ID2025-0029
- ANTARA, "B50 biodiesel could save Indonesia US$9.18 billion in forex by 2026" (21 April 2026) — https://en.antaranews.com/news/413160/b50-biodiesel-could-save-indonesia-us918-billion-in-forex-by-2026