Harga CPO Tembus 5.020 Ringgit, Tertinggi Sejak Desember 2024 Jelang B50 Penuh
Kontrak CPO Bursa Malaysia naik ke 5.020 ringgit per ton pada 21 Agustus 2026, tertinggi sejak Desember 2024, didorong pembelian Indonesia jelang B50 penuh dan risiko El Niño.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menembus level tertinggi sejak Desember 2024 pada Jumat, 21 Agustus 2026. IDX Channel mencatat harga naik 1,19% ke 5.020 ringgit per ton pada pukul 15.06 WIB dan berpotensi membukukan kenaikan mingguan 6,6%, terbesar dalam 24 pekan. Salah satu pendorong utamanya adalah meningkatnya pembelian di Indonesia menjelang penerapan penuh mandatori biodiesel B50 pada Oktober.
Penguatan pekan ini menjadi kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Sehari sebelumnya, Kamis, 20 Agustus 2026, Trading Economics mencatat harga sawit sudah naik ke sekitar 4.965 ringgit per ton, juga tertinggi sejak Desember 2024.
B50, El Niño, dan Dalian jadi pendorong
Berbagai laporan pasar menyebut tiga faktor utama di balik reli ini:
- Pembelian menjelang B50 penuh. Pembeli di Indonesia meningkatkan pembelian sebelum mandatori B50 diterapkan penuh pada Oktober. Trading Economics menulis program B50 yang sudah dimulai diperkirakan mengalihkan lebih banyak minyak sawit ke bahan bakar domestik dan mengurangi pasokan ekspor dari produsen terbesar dunia itu.
- Ancaman El Niño. Berkembangnya El Niño memicu kekhawatiran kondisi yang makin kering di Indonesia dan Malaysia, yang berpotensi menekan produksi dalam beberapa bulan ke depan.
- Penguatan minyak nabati di Dalian. Kenaikan harga minyak nabati di bursa Dalian, China, ikut menopang CPO.
Trading Economics juga menyebut proyeksi Departemen Pertanian AS (USDA) bahwa stok minyak sawit global akan turun ke level terendah dalam sembilan tahun pada musim 2026/27, serta gangguan ekspor minyak bunga matahari dari Rusia dan Ukraina yang mendorong pembeli beralih ke minyak nabati lain, termasuk sawit.
Angka antarsumber sedikit berbeda
Karena laporan diambil pada jam perdagangan berbeda, angka yang dikutip sedikit bervariasi. IDX Channel menulis 5.020 ringgit per ton dengan kenaikan mingguan 6,6%. Trading Economics pada 21 Agustus menyebut harga di sekitar 4.990 ringgit per ton dengan kenaikan mingguan hampir 6%, sedangkan UkrAgroConsult menulis harga mendekati 5.000 ringgit per ton. Ketiganya sepakat bahwa harga berada di level tertinggi sejak Desember 2024.
Penahan kenaikan: stok Malaysia dan ekspor melambat
Kenaikan harga masih dibatasi sejumlah faktor. Stok minyak sawit Malaysia naik ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli 2026. Kilang di India berpeluang beralih ke minyak kedelai yang lebih murah, dengan impor minyak kedelai diperkirakan mencapai rekor pada Agustus.
Data surveyor kargo juga menunjukkan ekspor sawit Malaysia periode 1–20 Agustus melemah dibanding periode yang sama pada Juli:
| Surveyor kargo | Perubahan ekspor 1–20 Agustus vs Juli |
|---|---|
| Intertek Testing Services | Turun 13,2% |
| AmSpec Agri Malaysia | Turun 5,5% |
Ke depan, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC), seperti dikutip IDX Channel, memperkirakan harga CPO Malaysia bertahan di atas 4.600 ringgit per ton pada September 2026, ditopang pasokan yang lebih ketat dan terganggunya arus perdagangan global.
Bagi Indonesia, reli harga ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai memperhitungkan tambahan serapan sawit untuk biodiesel. Harga CPO yang lebih tinggi pada akhirnya akan tercermin pada harga referensi ekspor dan Harga Indeks Pasar biodiesel bulan-bulan berikutnya, yang dihitung dari rata-rata harga periode sebelumnya. Pantau perkembangannya di halaman harga dan data HIP biodiesel.
Sumber & Referensi
- RCTI+ (IDX Channel), "Harga CPO Tembus Level Tertinggi sejak Desember 2024" (21 Agustus 2026) — https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/5456486/harga-cpo-tembus-level-tertinggi-sejak-desember-2024
- Trading Economics, "Palm Oil Set for Biggest Weekly Gain in Near Six Months" (21 Agustus 2026) — https://tradingeconomics.com/commodity/palm-oil/news/577082
- Trading Economics, "Palm Oil Picks Up to 20-Month High" (20 Agustus 2026) — https://tradingeconomics.com/commodity/palm-oil/news/576832
- UkrAgroConsult, "Palm oil posts strongest weekly gain in nearly six months" (21 Agustus 2026) — https://ukragroconsult.com/en/news/palm-oil-posts-strongest-weekly-gain-in-nearly-six-months/