Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

CPO Malaysia Turun ke RM4.616, Tender KPBN Dumai Justru Naik

Kontrak CPO Januari Bursa Malaysia turun pada 29 Oktober, sementara tender KPBN Dumai naik sehari sebelumnya. HIP biodiesel Oktober tidak otomatis berubah.

Ilustrasi AI buah sawit, tangki pengolahan, dan pelabuhan di kompleks industri sawit tropis
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Januari 2027 di Bursa Malaysia turun RM69 atau 1,47 persen menjadi RM4.616 per ton pada Kamis (29/10/2026), menurut laporan Reuters yang dimuat Business Recorder. Sehari sebelumnya, tender fisik KPBN Inacom untuk CPO Franco Dumai justru naik Rp212 menjadi Rp15.100 per kilogram, menurut laporan Palm Oil Magazine. Dua angka tersebut menggambarkan pasar, tanggal, mata uang, dan jenis transaksi yang berbeda; penurunan futures Malaysia tidak berarti harga tender Indonesia pada hari yang sama telah ikut turun.

Kontrak Malaysia melemah empat sesi beruntun

Reuters melaporkan harga penutupan kontrak Januari merupakan yang terendah sejak 9 Oktober, setelah kontrak acuan melemah untuk sesi keempat berturut-turut. Perdagangan dipengaruhi pelemahan minyak nabati pesaing serta kekhawatiran stok akhir Malaysia pada Oktober bisa meningkat. Reuters mengutip pedagang di Kuala Lumpur yang menilai pasar masih berhati-hati karena produksi dalam jangka dekat meningkat; ini adalah penilaian pasar, bukan angka stok Oktober yang telah diumumkan.

Harga minyak kedelai Dalian, kontrak sawit Dalian, dan minyak kedelai Chicago juga melemah dalam laporan yang sama. Ringgit menguat terhadap dolar AS sehingga komoditas berdenominasi ringgit menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Minyak mentah yang turun dapat mengurangi daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel, tetapi laporan itu tidak mengukur perubahan permintaan biodiesel Indonesia pada 29 Oktober.

Tender Dumai mencatat arah berbeda

Palm Oil Magazine mencatat tawaran tertinggi KPBN Inacom pada Rabu (28/10) untuk CPO Franco Dumai sebesar Rp15.100 per kilogram, naik dari Rp14.888 sehari sebelumnya, belum termasuk PPN. Pada tender yang sama, FOB Talang Duku berada di Rp14.850, sedangkan Loco PKS Ngabang Rp14.725 dan Kembayan Rp14.600 per kilogram. Selisih lokasi dan ketentuan pengiriman berarti harga tersebut tidak mewakili satu harga nasional yang berlaku bagi semua pabrik atau petani.

Pergerakan antarpatokan juga tidak seragam pada hari yang sama. Palm Oil Magazine mencatat kontrak Rotterdam November dan Desember turun masing-masing US$20 per ton pada 28 Oktober, sementara tender Dumai naik. Data harga di halaman CPO Media Biodiesel menempatkan kontrak berjangka Malaysia pada RM4.616 per ton per 29 Oktober dan tender KPBN Rp15.100 per kilogram per 28 Oktober. Karena selang tanggal, lokasi, dan denominasi, membandingkannya sebagai satu transaksi akan menyesatkan.

Implikasi bagi Indonesia

Bagi industri biodiesel Indonesia, CPO merupakan bahan baku utama campuran biodiesel berbasis sawit. Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM telah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel Oktober 2026 Rp15.072 per liter, ditambah ongkos angkut, efektif 1 Oktober. Besaran konversi CPO dalam penetapan tersebut adalah US$85 per ton. HIP itu angka bulanan resmi; pelemahan kontrak Malaysia pada satu hari perdagangan tidak otomatis mengubah HIP Oktober, harga Biosolar di SPBU, atau besaran insentif yang benar-benar dibayar.

Secara analitis, arah futures Malaysia dapat menjadi sinyal sentimen regional, tetapi penilaian dampak terhadap biaya program B50 memerlukan data harga bahan baku yang dipakai dalam formula HIP serta harga solar pembanding. Reuters hanya mengaitkan turunnya minyak mentah dengan daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel; laporan tersebut tidak membuktikan adanya penurunan harga TBS petani Indonesia akibat sesi bursa ini. Untuk pembaca, patokan KPBN, futures Malaysia, dan HIP bulanan perlu dipantau pada tanggal serta satuannya masing-masing.

Sumber & Referensi