IATA: Permintaan Korporasi Bisa Topang 1,9 Juta Ton SAF pada 2030
IATA, Airbus, dan Accenture memperkirakan pembelian korporasi dapat menopang 1–1,9 juta ton SAF pada 2030 melalui sistem book-and-claim.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Pembelian sertifikat atribut lingkungan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) oleh perusahaan diperkirakan dapat menopang permintaan 1 juta hingga 1,9 juta ton SAF pada 2030. Estimasi itu diterbitkan International Air Transport Association (IATA), Airbus, dan Accenture pada 14 Oktober 2026, naik dari sekitar 323.000 ton pada 2024.
Potensi tersebut berasal dari perusahaan yang ingin mengurangi emisi tidak langsung atau Scope 3 dari perjalanan bisnis dan pengiriman kargo udara. Melalui sistem book-and-claim, SAF tidak harus digunakan pada penerbangan yang ditumpangi pembeli. Perusahaan membeli atribut pengurangan emisinya, sedangkan bahan bakar dapat disalurkan dan dipakai di lokasi lain.
Harga dan aturan akuntansi masih menjadi penghambat
IATA menyebut produksi SAF global pada 2026 diperkirakan hanya 2,4 juta ton, setara 0,8% konsumsi bahan bakar jet dunia. Harganya masih dua hingga tiga kali avtur konvensional. Karena itu, maskapai dinilai tidak dapat menanggung sendiri seluruh biaya untuk memperbesar pasar.
Studi tersebut menemukan baru sekitar 15% perusahaan yang disurvei membeli atribut SAF. Mayoritas masih menunggu harga turun, aturan pencatatan karbon menjadi lebih pasti, dan proses pembelian lebih sederhana. Sertifikat atribut lingkungan SAF saat ini umumnya berharga US$150–US$500 untuk setiap ton emisi setara karbon yang dihindari, sementara kesediaan membayar perusahaan berada di sekitar US$300.
Tiga kebutuhan utama yang diidentifikasi adalah aturan akuntansi yang konsisten, sistem pelacakan transparan dan saling terhubung untuk mencegah klaim ganda, serta mekanisme pembelian yang lebih sederhana. Pilihan terakhir mencakup transparansi harga, volume pembelian minimum yang lebih rendah, dan kontrak yang lebih pendek.
Sinyal permintaan, bukan pengganti kebijakan produksi
Menurut IATA, pembelian korporasi dapat membagi premi harga SAF ke lebih banyak pelaku dalam rantai nilai penerbangan. Namun, permintaan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dekarbonisasi penerbangan tanpa dukungan pemerintah, insentif yang efektif, dan penambahan kapasitas produksi.
Angka 1,9 juta ton pada batas atas estimasi juga perlu dibaca sebagai potensi pasar, bukan kontrak pembelian yang sudah pasti. Realisasinya bergantung pada pengakuan klaim Scope 3, integritas registri, dan kemudahan perusahaan mengakses sertifikat. IATA memperkirakan kebutuhan SAF tahunan untuk jalur emisi nol bersih penerbangan pada 2050 mencapai sekitar 500 juta ton, sehingga skala produksi masih harus tumbuh lebih dari 250 kali dari tingkat saat ini.
Implikasi bagi Indonesia
Analisis Media Biodiesel: berkembangnya pasar book-and-claim membuka peluang agar produsen SAF Indonesia tidak hanya mengandalkan pembelian fisik oleh maskapai yang mengisi bahan bakar di dalam negeri. Atribut lingkungan dari SAF yang memenuhi standar dapat dipasarkan kepada perusahaan dengan perjalanan bisnis atau angkutan udara, sepanjang sistem pencatatan dan sertifikasinya diakui secara internasional.
Indonesia telah memasuki fase awal penggunaan komersial SAF berbasis minyak jelantah. Laporan kinerja Direktorat Jenderal EBTKE mencatat penerbangan Pelita Air Jakarta–Denpasar pada 20 Agustus 2025 sebagai penggunaan komersial awal SAF berbasis used cooking oil (UCO) dari ekosistem Pertamina. Produk tersebut dilaporkan memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA dan ISCC RED EU.
Bagi Indonesia, peluang permintaan korporasi harus disertai perlindungan integritas bahan baku: asal minyak jelantah yang dapat ditelusuri, pencegahan penghitungan ganda, dan dokumentasi pengurangan emisi yang dapat diaudit. Tanpa fondasi itu, nilai tambahan dari sertifikat lingkungan berisiko tidak diterima pembeli global.
Perkembangan ini juga menambah satu jalur pembiayaan bagi industri bioavtur/SAF, di luar mandat pencampuran dan kontrak langsung maskapai. Namun, pasar sertifikat tetap tidak menggantikan kebutuhan investasi kilang, logistik bahan baku, serta kepastian kebijakan untuk memperbesar pasokan.
Sumber & Referensi
- IATA, “Corporate Demand Could Support Up to 1.9 Million Tonnes of SAF by 2030” (14 Oktober 2026) — https://www.iata.org/en/pressroom/2026-releases/10-14-corporate-demand-could-support-up-to-1-9-million-tonnes-of-saf-by-2030/
- IATA, “Sustainable Aviation Fuel (SAF)” (diakses 16 Oktober 2026) — https://www.iata.org/en/programs/sustainability/sustainable-aviation-fuel-saf/
- Direktorat Jenderal EBTKE, “Laporan Kinerja Ditjen EBTKE Tahun 2025” (2026) — https://www.esdm.go.id/assets/media/content/content-laporan-kinerja-ditjen-ebtke-tahun-2025.pdf
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.