Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Berita

Pertamina Petakan 27 Pabrik Sawit untuk Biometana, Jajaki Pasar Singapura

Pertamina memetakan 27 pabrik sawit di Sumatra untuk rencana biometana bersama Singapore LNG; proyek masih dalam studi, bukan pasokan komersial.

Ilustrasi editorial Pertamina Petakan 27 Pabrik Sawit untuk Biometana, Jajaki Pasar Singapura
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mengembangkan rencana biometana dari limbah cair pabrik kelapa sawit bersama Singapore LNG (SLNG). Dalam keterangan yang dilaporkan pada 27 Oktober 2026, perusahaan menyebut sekitar 27 pabrik sawit di Sumatra telah dipetakan. Namun, studi kelayakan, rute pengangkutan, dan minat calon pembeli masih diproses; angka pabrik itu bukan jumlah fasilitas yang sudah memproduksi biometana untuk ekspor.

Dari limbah pabrik ke calon pembeli

CEO PNRE Jon Anis, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia dari pertemuan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di Bali, mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan bahan baku dari Indonesia dengan akses pasar SLNG di Singapura. ANTARA juga melaporkan keterangan John Anis mengenai pelanggan yang berpotensi membeli biometana. Kedua laporan menggambarkan peluang pasar, bukan kontrak volume penjualan yang telah direalisasikan.

Pemetaan PNRE mencakup empat klaster: Sumatera Utara, Riau, Jambi, serta Lampung dan Palembang. CNBC Indonesia menulis studi kelayakan proyek telah menunjukkan kemajuan, sementara perusahaan masih merinci transportasi melalui pipa atau truk. Target berikutnya adalah mengamankan surat minat dari calon pembeli. Surat minat pun tidak sama dengan perjanjian pembelian final atau pengiriman gas.

Biometana dalam rencana ini berasal dari limbah cair pabrik sawit, bukan dari minyak sawit yang digunakan untuk memproduksi biodiesel FAME. Perbedaan bahan baku penting ketika menilai dampak proyek: penangkapan gas dari limbah dapat membuka jalur energi lain bagi kawasan perkebunan tanpa menjadikan volume CPO untuk biodiesel sebagai ukuran produksi gas.

Potensi nasional belum menjadi kapasitas produksi

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan kepada ANTARA pada forum yang sama bahwa potensi biometana Indonesia dari limbah cair sawit melebihi 200 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Ini adalah perkiraan potensi yang ia sampaikan, bukan produksi harian yang sudah diverifikasi dari 27 pabrik tersebut. ANTARA melaporkan forum ASCOPE juga membahas penangkapan metana dari limbah cair di sejumlah negara.

CNBC Indonesia menguraikan salah satu opsi distribusi bila pabrik terlalu jauh dari jaringan gas: pasokan biometana dapat dipakai oleh konsumen domestik terdekat, sementara volume gas setara dari lokasi lain dikirim melalui jaringan menuju pasar ekspor. Perusahaan menyebutnya pemindahan virtual atau gas swapping. Skema itu masih berupa rancangan logistik, bukan bukti bahwa gas telah mengalir ke Singapura.

Bagi pelaku industri sawit, perkembangan berikutnya yang layak dipantau adalah hasil studi kelayakan per klaster, cara pengumpulan dan pemurnian gas, ketersediaan sambungan atau angkutan, serta kepastian pembeli. Tanpa rincian tersebut, potensi nasional tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi nilai investasi, penurunan emisi, atau pendapatan ekspor tertentu.

Berbeda dari proyek biometana yang sudah diberitakan

Situs ini sebelumnya mencatat target pasokan biometana dari limbah sawit Sumatera Selatan menuju industri Jawa Barat pada 2027. Pengembangan PNRE–SLNG yang dilaporkan pekan ini menonjolkan pemetaan pabrik di beberapa provinsi Sumatra dan pencarian pasar Singapura. Keduanya sama-sama memanfaatkan limbah pabrik sawit, tetapi belum boleh digabung menjadi satu capaian produksi nasional.

Dengan demikian, berita utamanya adalah pembukaan jalur kerja sama dan pemetaan bahan baku, bukan penjualan biometana yang telah berjalan. Angka lebih dari 200 MMSCFD tetap harus dibaca sebagai pernyataan potensi Pertamina sampai ada laporan kapasitas terbangun dan penyaluran yang dapat diuji.

Sumber & Referensi