Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Berita

BRIN: Biogas Limbah Sawit Berpotensi Setara 3,9 GW, Bukan Kapasitas Terpasang

Kepala BRIN menyebut potensi listrik dari POME dan tandan kosong sawit sekitar 3,9 GW; metode dan proyek realisasinya belum dijabarkan.

Ilustrasi kolam limbah sawit tertutup dan fasilitas penangkapan biogas
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut limbah cair pabrik sawit dan tandan kosong kelapa sawit berpotensi menghasilkan listrik setara kapasitas sekitar 3,9 gigawatt (GW) jika diolah menjadi biogas. Pernyataan itu disampaikan setelah ia melaporkan agenda riset kepada Presiden Prabowo Subianto pada 27 Oktober 2026. Angka 3,9 GW merupakan perkiraan potensi, bukan kapasitas pembangkit biogas yang kini sudah terpasang atau produksi listrik yang sudah tercapai.

Dari limbah sawit ke potensi energi

Dalam laporan ANTARA pada hari pertemuan, Arif menyebut dua kelompok bahan yang menjadi dasar potensi: palm oil mill effluent (POME), yakni limbah cair pengolahan sawit, dan tandan kosong sawit. Ia menyatakan hasil konversi menjadi listrik dari keduanya bisa mencapai sekitar 3,9 GW. Satuan itu menggambarkan kapasitas daya yang diperkirakan, bukan energi yang sudah dikirim ke jaringan listrik.

Arif juga menyampaikan perkiraan produksi tandan buah segar (TBS) nasional sekitar 328,43 juta ton per tahun serta potensi volume POME 229,9 juta meter kubik per tahun. Angka tersebut adalah keterangan yang dikutip ANTARA dari kepala BRIN; artikel yang dibuka tidak menyertakan dokumen metode perhitungan, lokasi pabrik yang akan dipakai, ataupun jadwal pembangunan. Karena itu, besaran pasokan yang layak dihimpun secara komersial belum bisa ditarik dari angka nasional tersebut.

Dokumentasi situs resmi Presiden RI mengonfirmasi pertemuan Arif dengan Presiden pada 27 Oktober dan menyebut energi alternatif dari limbah sawit sebagai salah satu topik yang dilaporkan. Dokumentasi itu tidak memberikan angka 3,9 GW; rincian angka dan bahan baku dalam tulisan ini bersumber pada keterangan Arif yang dilaporkan ANTARA.

Biogas, metana, dan opsi gas tabung

POME yang tidak ditangani dapat menjadi sumber emisi metana, menurut Arif. Mengolah limbah tersebut menjadi biogas dapat mengubah salah satu aliran limbah pabrik menjadi sumber energi. Namun memproduksi biogas, mengubahnya menjadi listrik, dan menyalurkannya ke pengguna merupakan tahap yang berbeda; ketersediaan limbah saja tidak membuktikan semua tahap telah terlaksana.

BRIN, kata Arif, juga memperkenalkan material metal-organic framework (MOF) yang diharapkan dapat meningkatkan penyimpanan gas. Ia mengemukakan gagasan agar biogas nantinya dapat dikemas dalam tabung sebagai salah satu alternatif energi rumah tangga. Medcom pada 28 Oktober melaporkan arah pengembangan gas tabung itu, tetapi tidak menyebut adanya jaringan pengisian biogas dalam skala nasional yang telah beroperasi.

Arif menyebut nilai impor LPG sekitar Rp97 triliun per tahun saat menjelaskan motivasi mencari alternatif domestik. Itu adalah angka yang ia kemukakan, bukan estimasi penghematan yang sudah dihitung untuk proyek biogas. Potensi listrik 3,9 GW juga tidak bisa langsung dibandingkan dengan nilai impor LPG tanpa kajian konversi, ekonomi dan distribusi tersendiri.

Yang masih perlu dibuktikan

Skala hasil nyata akan bergantung pada pengumpulan limbah di masing-masing pabrik, kesiapan teknologi dan pembiayaan, pemanfaatan gas, serta kelayakan sambungan listrik ataupun distribusi gas. Sumber yang dibuka tidak menyediakan daftar proyek, biaya investasi, faktor kapasitas pembangkit, atau hasil uji penerapan MOF untuk tabung biogas di pasar. Menyamakan angka potensi nasional dengan pembangkit yang telah dibangun akan menyesatkan.

Berita ini berbeda dari penjajakan biometana oleh Pertamina yang membahas lokasi pabrik dan pasar calon pembeli: pernyataan BRIN memaparkan potensi riset energi limbah sawit pada skala nasional. Tonggak selanjutnya ialah publikasi metodologi potensi tersebut serta proyek yang dapat membuktikan keluaran gas dan listrik secara terukur.

Sumber & Referensi