PGN Targetkan Biometana Limbah Sawit Sumsel ke Industri Jabar Mulai 2027
PGN menargetkan gas dari limbah cair sawit Sumsel mengalir ke pelanggan industri Jabar pada 2027; mitra membidik penjualan 150.000 MMBtu setahun.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menargetkan penyaluran biometana dari limbah cair pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat mulai 2027. Group Head Gas Supply dan LNG Trading PGN Muhammad Anas Pradipta pada Rabu, 21 Oktober 2026, mengatakan calon pembeli telah tersedia, sementara perjanjian proyek masih diselesaikan. Mitra pengembangnya, Toyota Tsusho dan KIS Biofuels Indonesia, merencanakan penjualan sekitar 150.000 MMBtu per tahun. Itu target proyek, bukan volume yang sudah disalurkan.
Rencana ini menambah jalur pemanfaatan hasil samping industri sawit sebagai bahan bakar gas. Biometana berbeda dari biodiesel B50: bahan bakunya adalah limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME), bukan minyak sawit yang diolah menjadi bahan campuran solar. Pasokan dari Sumatera Selatan ditujukan kepada pengguna gas di Jawa Barat melalui jaringan pipa PGN.
Pembeli sudah dibidik, operasi masih ditargetkan
Menurut laporan ANTARA dan Bisnis.com atas keterangan Anas, PGN membidik proyek tersebut mulai beroperasi pada 2027. Ia menyebut ada keterlibatan perusahaan Jepang baik dalam pengembangan sumber pasokan maupun di sisi calon pembeli. Bisnis.com melaporkan PGN sedang menuntaskan perjanjian terkait proyek itu. Pernyataan tersebut belum sama dengan pengumuman dimulainya penyaluran komersial.
Toyota Tsusho, dalam pengumuman perusahaan tertanggal 6 Oktober, mengatakan usaha patungan PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI) dibentuk bersama PT KIS Biofuels Indonesia pada September 2026. KTBI akan meningkatkan mutu biogas yang berasal dari POME di pabrik kelapa sawit Sumatera Selatan menjadi biometana. Perusahaan menargetkan operasi komersial pada 2027 dan berencana menjual sekitar 150.000 MMBtu setiap tahun kepada pelanggan, termasuk sektor manufaktur, di Jawa Barat melalui jaringan PGN.
ANTARA sebelumnya melaporkan fasilitas biometana itu memulai pembangunan pada 5 Oktober. PGN disebut berperan sebagai pembeli utama sekaligus penyalur melalui jaringan pipanya. Toyota Motor Manufacturing Indonesia termasuk calon pengguna yang disebut dalam keterangan PGN sebelumnya, tetapi rincian pembeli dan volume yang diumumkan Anas pada 21 Oktober tidak dipaparkan. Karena itu, proyeksi penjualan tahunan Toyota Tsusho tidak boleh dibaca sebagai kontrak pasokan yang telah terealisasi.
Pasokan limbah sawit mengikuti musim
Anas mengatakan produksi biometana dari limbah pabrik kelapa sawit dapat berubah mengikuti musim panen. Sebagai ilustrasi, ia menyebut produksi rata-rata 1 juta kaki kubik standar per hari bisa naik menjadi 2 juta pada suatu periode dan turun menjadi 0,5 juta pada periode lain. Angka-angka itu merupakan contoh fluktuasi yang ia sampaikan, bukan kapasitas terkonfirmasi dari fasilitas KTBI. PGN menyiapkan pembeli dasar dan opsi penyerapan tambahan untuk menghadapi variasi pasokan tersebut.
Proses yang dipaparkan Toyota Tsusho berawal dari limbah cair pabrik kelapa sawit, yang menghasilkan biogas lalu ditingkatkan mutunya menjadi biometana. Perusahaan menyatakan gas tersebut dapat dipakai dalam peralatan dan jaringan gas yang sudah ada. Penangkapan metana dari POME dan penggantian sebagian gas fosil diharapkan membantu menekan emisi; besaran pengurangan emisi aktual proyek belum diumumkan dalam sumber-sumber ini.
Arti proyek bagi rantai pasok sawit
Proyek ini menawarkan nilai tambah dari limbah pengolahan sawit tanpa mengklaim bahwa kebutuhan bahan baku biodiesel B50 akan berkurang. Keduanya melayani pasar bahan bakar yang berbeda: biometana untuk pengguna gas, sementara biodiesel sawit masuk ke campuran solar. Bagi pembaca yang memantau harga CPO, target biometana ini juga tidak otomatis berarti perubahan permintaan CPO; bahan baku yang disebutkan perusahaan justru POME.
Tolok ukur berikutnya adalah penyelesaian perjanjian komersial, kesiapan fasilitas, dan realisasi pasokan ke pelanggan Jawa Barat pada 2027. Selama belum ada data operasi, target 150.000 MMBtu per tahun dan jadwal 2027 harus diperlakukan sebagai rencana perusahaan, bukan capaian.
Sumber & Referensi
- ANTARA, "PGN bidik biometana dari Sumsel disalurkan mulai 2027" (21 Oktober 2026) — https://www.antaranews.com/berita/5802065/pgn-bidik-biometana-dari-sumsel-disalurkan-mulai-2027
- Bisnis.com, "PGN Bidik Penyaluran Biometana Berbasis Limbah Sawit Mulai 2027" (21 Oktober 2026) — https://hijau.bisnis.com/read/20261021/652/2014499/pgn-bidik-penyaluran-biometana-berbasis-limbah-sawit-mulai-2027
- Toyota Tsusho, "Toyota Tsusho Enters Biomethane Production and Sales Business in Indonesia" (6 Oktober 2026) — https://www.toyota-tsusho.com/english/press/detail/261006_006928.html
- ANTARA, "PGN siap integrasikan biometana ke infrastruktur gas bumi" (6 Oktober 2026) — https://www.antaranews.com/berita/5773029/pgn-siap-integrasikan-biometana-ke-infrastruktur-gas-bumi
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.