Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Internasional

Uni Eropa Tetapkan Bea Antidumping Biodiesel China 10%–35,6%, HVO Ikut Kena, SAF Dikecualikan

Komisi Eropa memberlakukan bea antidumping definitif 10%–35,6% atas biodiesel China mulai Februari 2025. HVO termasuk cakupan, sementara SAF dikecualikan dan dipantau lewat kode impor khusus.

Kapal tanker bersandar di terminal pelabuhan Eropa dengan deretan tangki penyimpanan bahan bakar
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Brussel — Komisi Eropa resmi mengenakan bea masuk antidumping definitif atas biodiesel asal China dengan tarif berkisar 10% hingga 35,6%, diumumkan pada Selasa, 11 Februari 2025. Bea definitif ini menggantikan bea sementara yang berlaku sejak Agustus 2024 dan mencakup biodiesel dalam bentuk murni maupun campuran, sementara bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) dikecualikan.

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Perdagangan Komisi Eropa, langkah ini diambil setelah penyelidikan menemukan bahwa impor biodiesel China yang dijual dengan harga dumping merugikan industri di Uni Eropa (UE), memicu persaingan tidak sehat, dan berpotensi menyebabkan penutupan pabrik. Komisi menyebut kebijakan ini melindungi hampir 6.000 lapangan kerja di lebih dari 60 produsen yang tersebar di 18 negara anggota, di pasar biodiesel UE yang nilainya sekitar €25 miliar per tahun.

Rincian tarif dan cakupan

Dasar hukumnya adalah Regulasi Pelaksana Komisi (UE) 2025/261. Asosiasi produsen biodiesel Eropa, European Biodiesel Board (EBB), menyebut regulasi tersebut terbit di Jurnal Resmi UE pada 11 Februari 2025, sedangkan asosiasi tanaman minyak dan protein Jerman, UFOP, mencatat tanggal 10 Februari. Biobased Diesel Daily melaporkan negara-negara anggota sudah menyetujui bea definitif itu pada 8 Januari 2025.

Besaran tarif berbeda per produsen dan dihitung atas harga CIF (biaya, asuransi, dan ongkos angkut), menurut UFOP. Poin-poin utamanya:

  • Rentang bea resmi menurut Komisi Eropa: 10%–35,6%.
  • Sebagian besar tarif berada di kisaran 21,7% hingga 35,6%; EBB dalam rilisnya menulis batas atas 35,5%, sedikit berbeda dari angka Komisi.
  • Tarif terendah 10% diberikan kepada EcoCeres.
  • Sekitar 50 perusahaan China terdampak, menurut UFOP.
  • Cakupan meliputi FAME dan HVO (hydrotreated vegetable oil); UE menolak permintaan China agar HVO dikeluarkan dari ketentuan ini.

Industri Eropa lega, tetapi khawatir celah SAF

Sekretaris Jenderal EBB Xavier Noyon menyebut regulasi ini menandai berakhirnya proses sekitar dua tahun. Selama periode itu, menurut EBB, sejumlah pekerja dirumahkan, investasi ditunda, dan beberapa pabrik tutup. Noyon menilai bea tersebut kabar baik bagi industri, namun mengingatkan bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai.

Sorotan utama ada pada pengecualian SAF. Karena SAF diproduksi dengan proses yang sama dengan HVO, UFOP khawatir pengecualian itu menjadi celah. Untuk mengantisipasinya, Komisi Eropa membuat kode impor khusus 10 digit untuk memantau masuknya SAF asal China. UFOP meminta pembuktian ketat bahwa produk yang dideklarasikan sebagai SAF benar-benar layak dipakai sebagai bahan bakar pesawat, serta mendorong sertifikasi yang lebih ketat dan prosedur registrasi bagi produsen biofuel. UFOP juga menilai perusahaan China ikut bertanggung jawab atas tekanan harga di pasar UE dan dugaan impor yang curang.

Arti bagi Indonesia

Bagi Indonesia dan pelaku industri sawit, kasus ini menunjukkan betapa ketatnya UE memakai instrumen pertahanan dagang di sektor biodiesel. Komisi Eropa dalam pengumumannya mengingatkan bahwa UE juga telah memberlakukan bea antidumping dan antisubsidi atas biodiesel dari sejumlah negara ketiga lain.

Dua hal patut dicermati. Pertama, keputusan UE memasukkan HVO ke dalam cakupan bea menunjukkan bahwa diversifikasi produk dari FAME ke HVO tidak otomatis menjadi jalan keluar dari hambatan dagang. Kedua, pemantauan khusus atas impor SAF menandakan pasar bioavtur Eropa juga akan diawasi ketat. Perbedaan antara biodiesel, HVO, dan bioavtur dapat dibaca di kamus istilah Media Biodiesel.

Sumber & Referensi