Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

HIP Biodiesel Juli 2026 Turun Rp81 Jadi Rp14.562 per Liter, Bioetanol Melonjak 35,6%

ESDM menetapkan HIP biodiesel Juli 2026 Rp14.562 per liter di luar ongkos angkut, turun Rp81 dari Juni. HIP bioetanol justru naik ke Rp10.933 per liter.

Fasilitas pencampuran biodiesel dan truk tangki di terminal BBM
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter, belum termasuk ongkos angkut. Angka yang berlaku sejak 1 Juli 2026 ini turun Rp81 per liter atau sekitar 0,6% dibanding HIP Juni 2026 sebesar Rp14.643 per liter. Sebaliknya, HIP bioetanol melonjak sekitar 35,6% menjadi Rp10.933 per liter.

Penetapan HIP biodiesel disampaikan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) melalui surat Nomor B-1924/EK.05/DJE.B/2026 tertanggal 29 Juni 2026 yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, menurut InfoSAWIT. Ditjen EBTKE juga mengumumkannya lewat akun Instagram resmi, seperti dilaporkan Listrik Indonesia.

Rumus dan data acuan

Perhitungan HIP biodiesel mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024, dengan rumus:

HIP = (harga rata-rata CPO KPB + US$85/ton) × 870 kg/m³ + ongkos angkut

  • Harga rata-rata CPO KPB: Rp15.217 per kg untuk periode 25 Mei–24 Juni 2026, berdasarkan data PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
  • Kurs: rata-rata kurs tengah Bank Indonesia Rp17.895 per dolar AS pada periode yang sama.
  • Nilai konversi: US$85 per ton, tidak berubah dari periode sebelumnya.
  • Faktor konversi: 870 kg/m³ untuk mengubah satuan kilogram ke liter.
  • Ongkos angkut: ditambahkan per wilayah distribusi berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Dengan kurs tersebut, komponen konversi US$85 setara sekitar Rp1.521 per kg. Ditambah harga CPO lalu dikalikan 0,87, hasilnya sekitar Rp14.562 per liter, sama dengan angka yang diumumkan. Besarnya komponen kurs menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah ikut menentukan biaya bahan bakar nabati, di samping harga CPO domestik.

Bulan pertama B50

HIP Juli menjadi acuan pada bulan dimulainya mandatori biodiesel B50, yakni campuran 50% biodiesel berbasis sawit dan 50% solar, yang dijadwalkan diluncurkan 1 Juli 2026 menurut laporan Reuters yang dimuat Hydrocarbon Processing. InfoSAWIT mencatat program mandatori biodiesel periode ini berlaku sejak 1 Juli 2026.

Penurunan tipis HIP terjadi ketika pasar sawit global justru sedang menguat menjelang B50. Pada 29 Juni 2026, kontrak CPO pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives ditutup naik 21 ringgit atau 0,46% ke 4.589 ringgit per ton, kenaikan sesi kedua berturut-turut, menurut laporan yang sama. Pergerakan pasar berjangka ini baru akan tercermin pada HIP bulan berikutnya karena HIP memakai rata-rata harga periode sebelumnya.

HIP bioetanol melonjak 35,6%

Petromindo melaporkan HIP bioetanol Juli 2026 ditetapkan Rp10.933 per liter, naik dari Rp8.062 per liter pada Juni. Perhitungannya memakai rata-rata harga tetes tebu KPBN Rp1.568 per kg pada periode 15 Desember 2025–14 Juni 2026 dengan faktor konversi 4,125 kg per liter, serta kurs tengah BI rata-rata Rp17.853 per dolar AS pada 15 Mei–14 Juni 2026.

Bahan bakar nabatiHIP Juni 2026 (Rp/liter)HIP Juli 2026 (Rp/liter)Perubahan
Biodiesel (di luar ongkos angkut)14.64314.562−81 (−0,6%)
Bioetanol8.06210.933+2.871 (+35,6%)

Petromindo menyebut penghitungan HIP bioetanol mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 6034 K/12/MEM/2016, sementara tata kelola dana untuk biodiesel merujuk Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang pengelolaan dana perkebunan. Kedua harga acuan ini ditinjau setiap bulan untuk mendukung program mandatori bahan bakar nabati.

Riwayat HIP bulanan tersedia di halaman data HIP biodiesel.

Sumber & Referensi