Selasa, 3 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Visual Edukasi

Infografis: HIP Biodiesel November 2026 Rp14.312, Turun dari Puncak Oktober

Grafik HIP biodiesel hingga November 2026: Rp14.312 per liter, turun 5,04% dari Oktober; data memakai surat EBTKE bertanda tangan.

Grafik HIP biodiesel Indonesia hingga November 2026, terkini Rp14.312 per liter
Grafis: Media Biodiesel.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Infografis riwayat Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel Indonesia kini mencakup November 2026: Rp14.312 per liter sebelum ongkos angkut, turun Rp760 atau 5,04% dari Oktober Rp15.072. Grafik ini menghimpun 32 bulan yang memiliki angka dari Januari 2024 hingga November 2026; bulan tanpa data sumber tetap ditampilkan sebagai jeda, bukan diisi perkiraan. Angka November merujuk surat bertanda tangan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, bukan paragraf pada laman pengumumannya yang masih mengulang nilai Oktober.

Infografis HIP biodiesel Indonesia Januari 2024 hingga November 2026: November Rp14.312 per liter

Grafik: puncak Oktober, koreksi November

Data yang dipakai menunjukkan nilai terendah Rp10.896 per liter pada Januari 2024 dan tertinggi Rp15.072 pada Oktober 2026. Pada November 2026, nilainya Rp14.312 per liter. Dibandingkan titik awal Januari 2024, angka terbaru masih lebih tinggi 31,4%, walaupun turun dari puncak Oktober. Seluruh angka itu adalah rupiah per liter sebelum ongkos angkut; grafik tidak menggambarkan harga transaksi CPO harian atau harga solar di stasiun pengisian bahan bakar.

Jeda pada Februari dan Maret 2024 serta Januari 2025 menandai bulan yang belum memiliki angka terverifikasi dalam dataset HIP redaksi. Dengan demikian, garis putus pada grafik bukan berarti harga biodiesel nol, tidak berlaku, atau identik dengan bulan terdekat. Grafik merupakan tampilan data bulanan yang sudah dicatat dan dapat diperbarui bila sumber resmi baru ditemukan.

Kenapa angka November memakai lampiran surat?

Surat Dirjen EBTKE nomor B-3659/EK.05/DJE.B/2026 tertanggal 26 Oktober menyatakan HIP November sebesar Rp14.312 per liter dan efektif 1 November 2026. Lampiran perhitungannya juga mencantumkan Rp14.312. Namun laman EBTKE berjudul “HIP BBN Jenis Biodiesel Bulan November 2026” yang terbit 2 November justru menuliskan Rp15.072 dan efektif 1 Oktober pada isi paragraf. Nilai dan tanggal dalam paragraf itu sesuai dengan periode Oktober. Redaksi mengutamakan dokumen resmi bertanda tangan dan memaparkan perbedaannya secara terbuka; bila ada koreksi resmi lebih lanjut, grafik serta data akan ditinjau lagi.

Surat November menggunakan rata-rata harga CPO KPB Rp14.926 per kilogram dan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia Rp17.942 per dolar AS untuk periode 25 September–24 Oktober 2026. Komponen konversi CPO menjadi biodiesel adalah US$85 per metrik ton dan faktor perhitungan 870 kilogram per meter kubik. Ongkos angkut ditambahkan menurut aturan yang berlaku; angka Rp14.312 belum mencakup komponen tersebut.

Cara membaca infografis tanpa mencampur harga

HIP adalah acuan harga pengadaan biodiesel untuk program mandatori. Itu bukan harga eceran Biosolar, bukan harga minyak sawit mentah di bursa, dan bukan besaran pembayaran insentif yang sudah terealisasi. Penurunan HIP November sendiri tidak membuktikan penurunan harga solar bagi pengguna atau perubahan total pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lihat dashboard harga untuk seri BBM dan sawit secara terpisah serta laporan penetapan November untuk rincian konflik dokumen.

Versi gambar lanskap yang menjadi sampul dan potret yang disematkan di sini adalah salinan bertanggal November 2026. Berbeda dari berkas grafik tanpa tanggal yang diperbarui ketika data baru masuk, salinan ini mempertahankan angka dan konteks saat artikel terbit.

Sumber & Referensi