Ringkasan Mingguan Biodiesel Indonesia: CPO Beragam, B50 dan SAF (12–16 Oktober 2026)
B50, pasokan sawit, dan SAF mendominasi pekan 12–16 Oktober 2026 saat KPBN menguat, tetapi ICDX dan Bursa Malaysia melemah tipis.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Pekan 12–16 Oktober 2026 didominasi perdebatan manfaat dan biaya B50, perubahan prospek pasokan sawit, serta perluasan sumber bahan baku untuk biofuel dan sustainable aviation fuel (SAF). Harga CPO domestik bergerak beragam: tender KPBN menguat dari transaksi pertama pekan ini, sedangkan kontrak terdekat ICDX dan kontrak bulan ketiga Bursa Malaysia ditutup sedikit lebih rendah. Pada saat yang sama, HIP biodiesel Oktober tetap Rp15.072 per liter dan pembaruan harga TBS menunjukkan perbedaan cukup lebar antarskema dan provinsi.
Angka pekan ini
| Indikator | Awal/acuan | Terbaru | Perubahan |
|---|---|---|---|
| CPO KPBN/Inacom | Rp14.775/kg, 13 Okt | Rp14.988/kg, 15 Okt | +1,44% |
| FCPO Bursa Malaysia, kontrak ke-3 | RM4.637/ton, 12 Okt | RM4.619/ton, 15 Okt | -0,39% |
| CPO ICDX, kontrak terdekat | Rp15.195/kg, 12 Okt | Rp15.060/kg, 15 Okt | -0,89% |
| HIP biodiesel Oktober | Rp15.072/liter, belum termasuk ongkos angkut | Tetap bulanan | |
| TBS Riau plasma, umur 10–20 tahun | Rp3.762,58/kg, periode mulai 14 Okt | Terbaru | |
| TBS Riau swadaya, umur 10–20 tahun | Rp3.565,06/kg, periode mulai 14 Okt | Turun 3,51% | |
| TBS Sumatera Utara, umur 10–20 tahun | Rp3.670,18/kg, periode mulai 14 Okt | Terbaru | |
KPBN tidak menghasilkan harga transaksi pada Senin, sehingga perbandingan memakai transaksi pertama yang tersedia pada Selasa. Seluruh seri dapat dipantau di hub harga Media Biodiesel.
Berita utama pekan ini
- B50 kembali diuji dari dua arah. IEA memperkirakan biodiesel memangkas ketergantungan impor solar hingga sekitar 35%, tetapi proyeksinya masih berbasis B40. Di sisi lain, kertas kerja peneliti Bank Indonesia dan analisis Transisi Bersih menyoroti potensi kehilangan devisa ekspor, tekanan fiskal, dan manfaat bersih negatif pada campuran lebih tinggi.
- USDA menurunkan prospek pasokan. Proyeksi produksi minyak sawit Indonesia 2026/27 dipangkas 2,2 juta ton menjadi 45 juta ton, sementara proyeksi ekspor diturunkan menjadi 21,6 juta ton.
- Malaysia mencatat stok tinggi. Stok minyak sawit Malaysia September melonjak menjadi 3,51 juta ton setelah produksi naik dan ekspor melemah. Data ini menjadi penyeimbang jangka pendek terhadap kekhawatiran pengetatan pasokan regional.
- TEI membuka jalur transaksi ekspor. Business matching Trade Expo Indonesia 2026 mempertemukan buyer internasional dengan pelaku sawit dan biodiesel. Nilai kontrak atau investasi khusus biofuel masih perlu menunggu pengumuman resmi setelah pameran berakhir.
- Bahan baku SAF makin beragam. Pertamina dan PAL Jaya mengkaji lemak, minyak, dan grease dari air limbah, sementara Palembang menyiapkan jaringan pengumpulan minyak jelantah. Secara global, IATA, Airbus, dan Accenture menilai permintaan korporasi dapat menopang 1–1,9 juta ton SAF pada 2030.
- Harga TBS belum bergerak seragam. Riau swadaya turun 3,51%, sementara pembaruan provinsi lain memperlihatkan selisih harga berdasarkan formula, periode penetapan, dan kemitraan.
- AS mengusulkan realokasi RIN. EPA mengusulkan realokasi penuh 770 juta kredit RIN dari keringanan kilang kecil untuk 2026–2027. Dampaknya terutama tertuju pada pasar biofuel domestik AS dan tidak otomatis membuka akses bagi biodiesel Indonesia.
Yang perlu dicermati pekan depan
- Pada 19–23 Oktober, pantau hasil kontrak dan nota kesepahaman setelah TEI 2026, serta arah harian KPBN, ICDX, dan Bursa Malaysia. Belum ada jadwal tetap untuk publikasi HIP November.
- Perubahan data peserta IPOC 2026 harus disampaikan paling lambat 23 Oktober. Konferensi berlangsung di Bali pada 11–13 November 2026 dan akan memuat sesi outlook harga sawit 2027.
- MPOB menyatakan statistik kinerja industri sawit Malaysia dirilis setiap tanggal 10 sekitar pukul 12.30 waktu Malaysia; rilis berikutnya untuk data Oktober dipantau pada 10 November.
- EUDR mulai berlaku bagi operator besar dan menengah pada 30 Desember 2026. Eksportir sawit dan turunannya perlu membedakan produk yang sudah berada dalam cakupan dengan produk baru yang memperoleh masa transisi hingga 30 Desember 2027.
Sumber & Referensi
- Media Biodiesel, “Bahan Indonesia Biodiesel Weekly” (16 Oktober 2026) — https://mediabiodiesel.com/
- Bappebti, “Harga Komoditi Bursa” (diakses 16 Oktober 2026) — https://bappebti.go.id/harga_komoditi_bursa
- InfoSAWIT, “HIP Biodiesel Oktober 2026 Ditetapkan Rp15.072 per Liter” (6 Oktober 2026) — https://www.infosawit.com/2026/10/06/hip-biodiesel-oktober-2026-ditetapkan-rp15-072-per-liter-belum-termasuk-ongkos-angkut/
- MPOB, “Malaysian Palm Oil Industry Performance Release” (diakses 16 Oktober 2026) — https://bepi.mpob.gov.my/index.php/about-us-11749/services
- GAPKI, “IPOC 2026 Conference Agenda” (diakses 16 Oktober 2026) — https://www.gapkiconference.org/conference-details/agenda
- GAPKI, “IPOC 2026 Registration Information” (diakses 16 Oktober 2026) — https://www.gapkiconference.org/register
- European Commission, “Regulation on Deforestation-free Products” (diakses 16 Oktober 2026) — https://environment.ec.europa.eu/topics/forests/deforestation/regulation-deforestation-free-products_en
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.