Rabu, 14 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Internasional

Hari Pertama TEI 2026: Business Matching Sawit dan Biodiesel Dimulai

TEI 2026 memulai business matching dengan buyer internasional; APROBI, BPDP, APOLIN, dan produsen biodiesel hadir dalam direktori.

Ilustrasi peserta membahas produk sawit dan biodiesel di pameran perdagangan internasional
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Tangerang — Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 memulai rangkaian lima harinya di ICE BSD City pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pada hari pertama, agenda resmi menempatkan business matching antara ekshibitor dan pembeli internasional sebagai kegiatan utama pukul 10.00–17.00 WIB, bersamaan dengan pembukaan resmi, penandatanganan nota kesepahaman, dan acara jejaring malam.

Bagi industri sawit dan biodiesel, hari pertama menjadi kesempatan untuk mengubah kehadiran di pameran menjadi pertemuan bisnis yang lebih terarah. Direktori TEI mencantumkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN), serta PT Jhonlin Agro Raya yang memiliki fasilitas biodiesel.

Business matching berjalan sepanjang hari pertama

Jadwal resmi TEI menyebut pertemuan bisnis berlangsung di Hall 3, 5, dan 7. Format tersebut mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli internasional berdasarkan minat produk, kebutuhan pasokan, sektor industri, dan tujuan bisnis. Setelah itu, pembukaan resmi dijadwalkan pukul 13.00–15.00 WIB, disusul penandatanganan MoU pukul 15.00–16.00 dan TEI Night pukul 18.00–21.00.

Rangkaian itu penting karena transaksi ekspor tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung. Pelaku usaha perlu menemukan buyer yang sesuai, menjelaskan spesifikasi produk, kapasitas produksi, persyaratan keberlanjutan, dan kemampuan pengiriman sebelum pembicaraan dapat berkembang menjadi kontrak.

Kementerian Perdagangan menyatakan buyer dari 113 negara telah mendaftar menjelang pameran. India, Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir menjadi negara asal buyer dengan jumlah pendaftar terbesar. TEI 2026 menargetkan potensi transaksi US$17,5 miliar dengan sekitar 1.500 ekshibitor dan 30.000 pengunjung.

Peta peserta sawit dan biodiesel

BPDP tercantum di Hall 3A, Booth 3A-5, dengan kategori produk pertanian, CPO, turunan CPO, dan minyak nabati. APROBI dan APOLIN juga muncul dalam direktori pada booth tersebut. Profil APROBI menyebut asosiasi itu mewakili perusahaan produsen biofuel terbarukan, khususnya biodiesel dan bioetanol, sedangkan APOLIN membawa konteks produk oleokimia dan bahan kimia organik berbasis CPO.

Di Hall 5, Booth 5-3, PT Jhonlin Agro Raya tercantum dalam kategori CPO dan produk turunannya. Profil resmi TEI menyebut perusahaan tersebut mengoperasikan pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari, selain pabrik kelapa sawit dan minyak goreng.

Susunan ini memungkinkan pembeli melihat rantai nilai sawit yang lebih luas: dari CPO dan minyak nabati hingga oleokimia serta biofuel. Namun, daftar peserta tidak otomatis berarti seluruh perusahaan menawarkan transaksi ekspor biodiesel pada pameran. Produk, volume, negara tujuan, dan bentuk kerja sama perlu dikonfirmasi dalam pertemuan bisnis atau pengumuman resmi.

Apa yang relevan bagi pembeli biofuel?

Buyer yang mencari produk biofuel dapat menggunakan TEI untuk menilai beberapa aspek sekaligus: spesifikasi FAME atau produk terkait, kapasitas pasokan, sertifikasi keberlanjutan, ketertelusuran bahan baku, logistik, serta kesesuaian aturan negara tujuan. Untuk produsen Indonesia, pertanyaan tersebut menjadi ujian apakah kemampuan produksi domestik dapat diterjemahkan menjadi peluang ekspor di luar kebutuhan mandatori nasional.

Relevansi TEI juga tidak terbatas pada bahan bakar jadi. Produk samping dan turunan industri biodiesel—termasuk gliserin, bahan kimia sawit, teknologi pengolahan, peralatan, dan jasa logistik—dapat menjadi bagian dari percakapan hilirisasi jika ditawarkan oleh peserta terkait.

Analisis Media Biodiesel: artikel pertama Media Biodiesel mengenai TEI 2026 memetakan peserta dan skala pameran. Pada hari pertama, indikator berikutnya yang perlu dipantau adalah apakah pertemuan tersebut menghasilkan MoU, kontrak dagang, investasi, atau buyer teridentifikasi untuk CPO, oleokimia, dan biofuel. Tanpa rincian itu, nilai peluang biodiesel masih berada pada tahap jejaring dan penjajakan.

TEI 2026 berlangsung sampai 18 Oktober. Tiga hari pertama berformat B2B, sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka untuk B2B serta B2C. Agenda dapat berubah sehingga pengunjung perlu memeriksa jadwal dan informasi lokasi terbaru dari penyelenggara.

Sumber & Referensi