Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Edukasi

Perbedaan Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex: Angka Setana 48, 51, 53 dan Mana yang Membawa B50

Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex berbeda pada angka setana, kadar sulfur, status subsidi, dan kandungan B50. Berikut perbandingan dan panduan memilihnya.

Deretan pompa bahan bakar diesel di sebuah SPBU
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (4 bagian)

Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex sama-sama bahan bakar mesin diesel yang dijual Pertamina, tetapi berbeda pada tiga hal utama: angka setana (Biosolar 48, Dexlite minimal 51, Pertamina Dex minimal 53), kadar sulfur, dan status subsidi. Sejak 1 Juli 2026, Biosolar dan Dexlite juga menjadi saluran penyaluran biodiesel B50, sedangkan Pertamina Dex tidak disebut dalam daftar produk B50 tersebut.

Perbandingan singkat

AspekBiosolarDexlitePertamina Dex
Angka setana (CN)48Minimal 51Minimal 53
Kadar sulfurTidak dirinci di sumberMaksimal 1.200 ppmMaksimal 300 ppm
StatusBBM bersubsidi, pembelian dibatasiNon-subsidiNon-subsidi
Penyaluran B50 (mulai 1 Juli 2026)YaYaTidak disebut
Harga di Jakarta per 31 Juli 2026Rp6.800/literRp19.700/literRp21.150/liter

Angka setana dan sulfur dari detikOto dan Auto2000; status B50 dari Pertamina Patra Niaga via GNFI; harga dari CNBC Indonesia. Harga BBM non-subsidi berubah berkala—cek pembaruan di halaman harga.

Apa arti angka setana dan sulfur?

Angka setana (cetane number) menunjukkan kualitas penyalaan bahan bakar diesel; makin tinggi, makin baik pembakarannya. Menurut detikOto, Biosolar memiliki angka setana 48, terendah di antara ketiganya, sedangkan Pertamina Dex memiliki angka tertinggi, 53, yang diklaim membantu melindungi mesin, meningkatkan performa, dan menurunkan emisi gas buang.

Kadar sulfur juga membedakan ketiganya. Auto2000 mencatat Pertamina Dex mengandung sulfur maksimal 300 ppm, sedangkan Dexlite maksimal 1.200 ppm. Pertamina Dex juga mengandung paket aditif seperti demulsifier, deterjen, penghambat korosi, dan anti-busa, sementara aditif Dexlite lebih sederhana.

Kendaraan mana cocok dengan bahan bakar apa?

Auto2000 merekomendasikan Pertamina Dex untuk mobil diesel bersistem injeksi common rail, bermesin turbo, atau berteknologi emisi lanjutan seperti DPF dan EGR, serta kendaraan yang sering membawa beban berat atau menempuh perjalanan jauh. Dexlite dinilai cocok untuk mobil diesel lama atau tanpa common rail, mobil yang lebih banyak dipakai harian di kota, dan kendaraan niaga ringan tanpa sistem emisi canggih.

Biosolar adalah BBM bersubsidi yang penggunaannya dibatasi pemerintah, sehingga tidak semua pemilik kendaraan berhak membelinya, menurut detikOto. Otodriver mencatat Biosolar dan Dexlite ditujukan untuk mesin diesel putaran tinggi di kendaraan niaga, pertambangan, dan pelayaran. Rujukan utama tetap buku manual kendaraan masing-masing.

Bagaimana dengan B50?

PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan B50 secara bertahap melalui produk Biosolar dan Dexlite di SPBU dan agen penyalur sejak 1 Juli 2026, seperti dilaporkan GNFI. B50 berarti 50% bahan bakar nabati berbasis sawit (FAME) dicampur dengan 50% solar, naik dari B40. Pertamina Dex tidak disebut dalam rencana penyaluran B50 tersebut.

Bolehkah mencampur B50 dengan Dexlite atau Pertamina Dex di tangki? Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi, seperti dikutip GridOto, menilai pencampuran itu sejauh ini tidak bermasalah berdasarkan pengalaman Isuzu. Menurutnya, karena B50 berada di kelas mutu terbawah di antara ketiganya, kualitas campuran justru cenderung naik saat dicampur bahan bakar bermutu lebih tinggi. Ia tidak menyebut rasio campuran ideal.

Penjelasan istilah FAME dan angka setana tersedia di kamus istilah Media Biodiesel.

Sumber & Referensi