Pertamina Produksi Green Diesel D100 100% Sawit di Kilang Dumai
Pertamina sukses mengolah 100 persen minyak sawit menjadi green diesel D100 berkapasitas 1.000 barel per hari di Kilang Dumai, memakai katalis Merah Putih hasil kerja sama dengan ITB.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — PT Pertamina (Persero) sukses memproduksi green diesel D100 berbahan baku 100 persen minyak sawit di Kilang Dumai, Riau, dengan kapasitas 1.000 barel per hari. Pencapaian ini merupakan hasil uji coba pengolahan refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO) 100 persen yang berlangsung pada 2–9 Juli 2020, diikuti uji jalan sepanjang 200 kilometer pada 14 Juli 2020.
D100 adalah bahan bakar diesel nabati atau biohidrokarbon yang dihasilkan dengan mengolah minyak sawit langsung di dalam kilang, berbeda dari biodiesel FAME yang dicampurkan ke solar. Kementerian ESDM menyebut D100 diproduksi perdana di Kilang Dumai dan memiliki angka setana hingga 79.
Uji coba produksi ketiga
Uji coba pengolahan RBDPO 100 persen pada 2–9 Juli 2020 merupakan tahap ketiga setelah Pertamina sebelumnya mengolah RBDPO lewat co-processing hingga 7,5 persen dan 12,5 persen. Proses di Kilang Dumai menggunakan Katalis Merah Putih hasil kerja sama Pertamina Research & Technology Centre dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan hasil uji coba menunjukkan sisi kilang dan katalis telah siap. "Selanjutnya kita perlu memikirkan agar sisi keekonomiannya juga dapat tercapai," kata Nicke seperti dikutip ANTARA pada 15 Juli 2020.
Uji jalan dan hasil laboratorium
Uji performa D100 dilakukan pada 14 Juli 2020 sepanjang 200 kilometer menggunakan MPV bermesin diesel keluaran 2017. Bahan bakar yang diuji berupa campuran D100 20 persen, Dexlite 50 persen, dan FAME 30 persen. Deputy CEO Kilang Pertamina Internasional Budi Santoso Syarif menyebut hasil uji laboratorium menunjukkan angka setana campuran minimal 60, lebih tinggi dari bahan bakar diesel yang beredar saat ini.
Emisi kendaraan juga membaik. Kepekatan asap gas buang (opacity) turun menjadi 1,7 persen dari sebelumnya 2,6 persen saat tidak dicampur D100. Menurut Budi, pengemudi tidak merasakan kebisingan berlebih, tarikan mesin lebih bertenaga, dan asap knalpot tetap bersih pada putaran mesin tinggi.
Katalis Merah Putih dan pengembangan green fuel
Pemerintah lewat Kementerian ESDM mendorong pengembangan green fuel berbasis sawit, baik melalui co-processing di kilang eksisting maupun pembangunan kilang mandiri (stand alone) yang didedikasikan untuk green fuel. Selain D100, arah pengembangan mencakup green gasoline (G100) dan green jet avtur (J100) berbasis minyak sawit mentah (CPO).
Pertamina juga akan membangun unit green diesel di Kilang Plaju dengan kapasitas 20.000 barel per hari. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menjajal mobil berbahan bakar D100 di Dumai pada 15 Juli 2020, menilai keberhasilan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengoptimalkan kelapa sawit dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Latar belakang kebijakan biodiesel Indonesia dapat ditelusuri di halaman regulasi biodiesel dan istilah.
Sumber & Referensi
- Kementerian ESDM, "Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Green Fuel" (20 Juli 2020) — https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-minyak-dan-gas-bumi/-kementerian-esdm-dorong-pengembangan-green-fuel
- ANTARA, "Menperin sosialisasi dan ujicoba bahan bakar D-100 di Dumai" (15 Juli 2020) — https://www.antaranews.com/berita/1612418/menperin-sosialisasi-dan-ujicoba-bahan-bakar-d-100-di-dumai
- Reuters, "Indonesia produces maiden batch of biodiesel made of 100% palm" (15 Juli 2020) — https://www.astra-agro.co.id/2020/07/15/indonesia-produces-maiden-batch-of-biodiesel-made-of-100-palm/