Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Berita

Pertamina Umumkan Lifting Perdana RD untuk Genset Jakarta E-Prix 2022

Pertamina mengumumkan perjanjian pasokan renewable diesel HVO bagi genset pengisian EV Jakarta E-Prix, menyusul rampungnya Biorefinery Cilacap Tahap 1.

Ilustrasi fasilitas pengolahan dan tangki bahan bakar nabati
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Pertamina pada 1 Juni 2022 mengumumkan kerja sama pasokan Pertamina Renewable Diesel (RD) untuk genset yang akan menyediakan listrik bagi pengisian daya kendaraan listrik dalam Jakarta E-Prix 2022, yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni. Perusahaan menyebut kerja sama itu sebagai tonggak lifting perdana produknya setelah proyek Biorefinery Cilacap Tahap 1 selesai pada Januari 2022. Pengumuman sebelum balapan ini menjelaskan rencana penggunaan bahan bakar, bukan bukti bahwa genset kemudian mengonsumsinya pada hari perlombaan.

Perjanjian pasokan menjelang balapan

Menurut laporan CNBC Indonesia dan Suara.com yang terbit pada 1 Juni, perjanjian pasokan melibatkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Pertamina Patra Niaga (PPN), dan PT Jakarta Propertindo. Pihak-pihak yang disebut menandatangani ialah Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PPN Alfian Nasution, serta Direktur Dukungan Bisnis Jakarta Propertindo Muhammad Taufiqurrahman. Kerja sama antara pengolah, penyalur, dan penyelenggara tersebut diarahkan untuk kebutuhan genset yang menghasilkan listrik bagi pengisian daya kendaraan listrik dalam acara.

Dalam keterangan yang dikutip kedua media, Pertamina menempatkan Jakarta E-Prix sebagai kesempatan memperkenalkan RD kepada publik. Taufik berharap pasokan ini dapat menjadi contoh untuk pengembangan pasar green diesel. Itu merupakan harapan perusahaan pada saat pengumuman, bukan data penjualan atau bukti terbentuknya pasar baru. Alfian juga menggambarkan ajang balap itu sebagai titik awal pengenalan produk kepada masyarakat. Tidak ada volume pengiriman maupun data konsumsi genset pada hari balapan yang dicantumkan dalam kedua laporan tersebut.

HVO dari proyek Biorefinery Cilacap

Pertamina RD dalam pemberitaan tersebut disebut sebagai HVO, singkatan dari hydrotreated vegetable oil, yaitu bahan bakar nabati yang dihasilkan melalui pengolahan dengan hidrogen. CNBC Indonesia dan Suara.com menyebut fasilitas Biorefinery Cilacap mampu menghasilkan green diesel dengan kapasitas 3.000 barel per hari dari bahan baku nabati. Angka ini adalah kapasitas fasilitas yang dilaporkan, bukan besarnya pasokan untuk E-Prix. Keduanya juga menyebut kemungkinan produksi HVO di Biorefinery Dumai dengan kapasitas 1.000 barel per hari; angka Dumai pun tidak menunjukkan volume yang dialokasikan ke acara Jakarta.

Perusahaan mengaitkan lifting perdana Pertamina RD dengan selesainya Proyek Biorefinery Cilacap Tahap 1 pada Januari 2022. Dalam konteks ini, istilah lifting merujuk pada pengambilan atau penyaluran produk dari sisi pasokan. Yang dapat dipastikan dari laporan pada 1 Juni adalah pengumuman kerja sama dan klaim perusahaan tentang tonggak pasokan tersebut. Pelaporan ini tidak memverifikasi secara terpisah jumlah RD yang telah diterima di lokasi maupun pemakaian aktualnya beberapa hari sesudah pengumuman.

Bedakan renewable diesel dari campuran B30

HVO atau renewable diesel tidak boleh disamakan dengan FAME, komponen biodiesel yang dicampurkan ke solar dalam program B30 pada periode itu. Keduanya dapat bersumber dari bahan nabati, tetapi nama produk dan jalur pengolahannya berbeda. Pertamina RD yang dibahas dalam kerja sama ini ialah produk HVO untuk rencana pasokan genset, bukan pernyataan bahwa kendaraan balap listrik berbahan bakar biodiesel atau bahwa genset memakai campuran B30.

Kedua laporan menyebut Pertamina RD telah memperoleh sertifikasi ISCC. Suara.com juga melaporkan bahwa, menurut Pertamina, izin niaga HVO telah terbit dengan dukungan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Sertifikasi dan perizinan yang disebut perusahaan memberi konteks kesiapan pemasaran, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan pengurangan emisi tertentu pada acara itu. Untuk menilai dampak iklim dari penggunaan RD diperlukan data bahan baku, metode penghitungan, rantai pasok, serta volume bahan bakar yang benar-benar dipakai—informasi yang tidak disajikan oleh dua pemberitaan pada tanggal pengumuman.

Dengan demikian, catatan peristiwa 1 Juni 2022 ini adalah tentang kesepakatan pasokan dan pengumuman lifting perdana sesudah penyelesaian tahap pertama proyek Cilacap. Hasil pelaksanaan pada 4 Juni tidak dapat disimpulkan dari rencana yang dipublikasikan sebelum hari perlombaan.

Sumber & Referensi