Alokasi B30 Tahun 2021 Ditambah 213.033 kL Menjadi 9.413.033 kL
ESDM menambah alokasi biodiesel 2021 sebesar 213.033 kL pada 30 November, setelah realisasi mencapai 8,08 juta kL hingga minggu keempat November.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tambahan alokasi biodiesel B30 sebesar 213.033 kiloliter (kL) pada 30 November 2021. Dengan perubahan itu, alokasi untuk periode Januari–Desember 2021 menjadi 9.413.033 kL, naik dari alokasi awal 9,2 juta kL. Penambahan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, menurut siaran pers kementerian.
Keputusan ini muncul ketika aktivitas masyarakat berangsur pulih dan permintaan bahan bakar minyak, termasuk solar, meningkat. Namun, angka 9.413.033 kL adalah alokasi yang ditetapkan pemerintah, bukan angka biodiesel yang telah tersalurkan. Pembedaan itu penting untuk membaca perkembangan program B30 pada penghujung 2021.
Penyaluran telah mencapai 87,9% dari alokasi awal
Dalam siaran pers bertanggal 30 November, ESDM mencatat realisasi biodiesel hingga minggu keempat November 2021 sebesar 8,08 juta kL. Jumlah itu setara 87,9% dari alokasi awal 9,2 juta kL. Dengan demikian, data realisasi yang dikutip kementerian masih merupakan gambaran sampai akhir November, sedangkan penambahan kuota ditujukan untuk kebutuhan sampai akhir Desember.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) saat itu, Dadan Kusdiana, mengaitkan perubahan kebutuhan dengan pemulihan kegiatan masyarakat setelah pembatasan mobilitas. Menurut Dadan sebagaimana disampaikan ESDM, kebutuhan BBM termasuk solar mulai memperlihatkan tren naik sejak September 2021. ANTARA dalam laporan 1 Desember juga mengutip penjelasan Dadan bahwa alokasi tambahan diputuskan untuk menutup kebutuhan energi hingga akhir tahun.
Penjelasan tersebut menunjukkan alasan pemerintah menyesuaikan rencana volume, bukan bukti bahwa seluruh tambahan 213.033 kL sudah disalurkan. Realisasi akhir tahun memerlukan data penyaluran sesudah periode yang dicakup siaran pers tersebut. Karena itu, angka pemakaian 8,08 juta kL tidak boleh dicampuradukkan dengan total alokasi baru 9.413.033 kL.
Dasar keputusan untuk periode Januari–Desember 2021
Menurut ESDM, perubahan itu tercantum dalam keputusan bernomor 149.K/EK.05/DJE/2021 tertanggal 30 November 2021. Kementerian menyebutnya sebagai perubahan ketiga atas keputusan penetapan badan usaha bahan bakar minyak dan badan usaha bahan bakar nabati jenis biodiesel serta besaran volume untuk pencampuran dengan solar sepanjang Januari–Desember 2021. Jadi, pokok kebijakan yang berubah di sini ialah volume biodiesel untuk tahun berjalan, bukan kadar campuran B30.
B30 merujuk pada pencampuran 30% biodiesel dengan 70% solar. ESDM menyatakan program mandatori tersebut mulai diimplementasikan pada 1 Januari 2020. Alokasi tahunan menjadi perangkat perencanaan volume biodiesel untuk pelaksanaan pencampuran; penyesuaian pada akhir November 2021 mempertahankan kerangka B30 sambil memperbesar volume yang dialokasikan menjelang penutupan tahun.
Laporan ANTARA menyebut tambahan itu sebagai peningkatan dari sekitar 9,2 juta kL menjadi sekitar 9,4 juta kL. Angka tersebut merupakan pembulatan. Untuk nilai penetapan yang lebih presisi, siaran pers ESDM merinci total baru sebesar 9.413.033 kL. Pembaca yang membandingkan kedua laporan tidak perlu menganggap kedua angka total tersebut sebagai dua keputusan berbeda.
Jangan tertukar dengan alokasi tahun berikutnya
Siaran pers ESDM yang sama juga membahas penetapan alokasi biodiesel 2022. Namun, tambahan 213.033 kL yang menjadi fokus berita ini berlaku untuk periode 2021. Kebijakan alokasi tahun berikutnya ditetapkan tersendiri; keduanya diumumkan dalam satu rilis, tetapi mempunyai periode dan dasar keputusan yang berbeda.
Bagi pembaca data mandatori biodiesel, urutannya adalah alokasi awal 2021 sebesar 9,2 juta kL, realisasi 8,08 juta kL sampai minggu keempat November menurut ESDM, lalu penyesuaian alokasi menjadi 9.413.033 kL pada 30 November. Urutan tersebut menjaga agar keputusan administratif di akhir tahun tidak keliru dibaca sebagai realisasi penyaluran. Rincian statistik program lebih luas dapat ditelusuri melalui data mandatori biodiesel.
Sumber & Referensi
- Kementerian ESDM, "Penetapan Alokasi Tambahan Biodiesel Tahun 2021 dan Alokasi Biodiesel Tahun 2022" (30 November 2021) — https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/penetapan-alokasi-tambahan-biodiesel-tahun-2021-dan-alokasi-biodiesel-tahun-2022
- ANTARA, "Pemerintah tambah alokasi biodiesel sebanyak 213 kiloliter" (1 Desember 2021) — https://www.antaranews.com/berita/2556997/pemerintah-tambah-alokasi-biodiesel-sebanyak-213-kiloliter
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.