Jumat, 9 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Edukasi

Apakah B50 Aman untuk Mesin Diesel? Ini Hasil Uji Jalan 40.000–50.000 Km dan Klaim Soal Filter

Uji jalan Kementerian ESDM menyimpulkan B50 aman bagi mesin diesel, tetapi hasilnya sebagian masih sementara dan klaim umur filter berbeda-beda. Ini yang perlu diketahui.

Teknisi memeriksa filter bahan bakar di ruang mesin truk diesel
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (5 bagian)

Menurut hasil uji jalan Kementerian ESDM bersama produsen kendaraan, B50—solar dengan campuran 50% biodiesel sawit (FAME)—aman dipakai mesin diesel: performa dan konsumsi bahan bakar tetap dalam rentang standar pabrikan, emisi di bawah ambang batas, dan komponen mesin dalam kondisi baik. Namun hasil itu sebagian besar masih berstatus sementara, berasal dari pemerintah, dan uji lanjutan hingga 100.000 km atas permintaan asosiasi otomotif masih berjalan. Berikut yang perlu diketahui pemilik kendaraan.

Apa yang sudah diuji?

Kementerian ESDM memulai uji teknis laboratorium pada awal 2025 dan menuntaskannya pada pertengahan 2025. Uji mesin di enam sektor—otomotif, pertambangan, alat dan mesin pertanian, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api—dimulai serentak pada 9 Desember 2025.

Untuk sektor otomotif, Katadata melaporkan uji jalan melibatkan sembilan kendaraan dari empat Agen Pemegang Merek (ATPM) asal Jepang dan Eropa: empat unit berbobot di bawah 3,5 ton yang diuji hingga 50.000 km, serta lima truk besar dan bus di atas 3,5 ton yang diuji hingga 40.000 km. Setelah uji jalan, mesin dibongkar untuk diperiksa menyeluruh.

Apa hasilnya?

Per April 2026, Kementerian ESDM menyatakan kendaraan di atas 3,5 ton telah menuntaskan 40.000 km, sedangkan yang di bawah 3,5 ton telah mencapai 40.000 km dari target 50.000 km. Hasil sementaranya:

  • Performa kendaraan stabil tanpa penurunan berarti.
  • Konsumsi bahan bakar dalam rentang standar pabrikan.
  • Emisi karbon monoksida (CO) dan opasitas di bawah ambang batas.
  • Mesin, pelumas, dan sistem bahan bakar dalam kondisi baik sesuai rekomendasi pabrikan, termasuk filter bahan bakar.

Mutu bahan bakar juga diperketat dibanding B40. Menurut Kementerian ESDM, batas kadar air turun dari 320 ppm menjadi 300 ppm, kadar monogliserida dari 0,5% menjadi 0,47% massa, dan stabilitas oksidasi naik dari 720 menjadi 900 menit. Dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 9 September 2026, Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menambahkan ada dua parameter baru, yakni temperatur distilasi dan kebersihan (cleanliness), seperti dilaporkan detikOto. Monogliserida yang lebih rendah mengurangi risiko endapan di filter.

Benarkah filter jadi lebih awet?

Pemerintah mengklaim demikian, tetapi angkanya berbeda-beda antarpernyataan. Dalam podcast Kementerian ESDM yang dikutip KabarBursa pada Juli 2026, Eniya menyebut filter yang biasanya diganti tiap 10.000 km baru perlu diganti setelah 27.000 km. Gebrak mengutip Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa sebagian kendaraan uji mencapai 40.000 km tanpa ganti filter. Sementara di DPR pada September 2026, Eniya menyebut filter tidak diganti hingga 37.000 km.

Pabrikan tetap memberi rekomendasi sendiri. Distributor Mitsubishi Fuso, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, misalnya, menyarankan filter bahan bakar dan water separator diganti setiap 10.000 km, menurut Warta Ekonomi. Karena itu, jadwal di buku manual dan bengkel resmi tetap menjadi pegangan utama bagi pemilik kendaraan.

Apa kata produsen kendaraan?

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto meringkas hasil uji dengan "so far aman", sementara anggota Gaikindo Abdul Rochim berharap spesifikasi bahan bakar yang dipakai saat uji menjadi standar implementasi B50 nasional, menurut Gebrak dan Kementerian ESDM. Gaikindo dan sejumlah asosiasi meminta pengujian dilanjutkan hingga 100.000 km; hasilnya belum diumumkan per awal September 2026.

Tips untuk pemilik kendaraan

  • Ikuti interval ganti filter dan kuras water separator sesuai buku manual.
  • Untuk kendaraan yang baru beralih ke kadar biodiesel lebih tinggi, pantau filter lebih ketat. Pada era B30, Kementerian ESDM mencatat kendaraan baru atau yang belum pernah memakai biodiesel cenderung perlu ganti filter lebih cepat di awal sebelum kembali normal.
  • Jaga kebersihan tangki dan mulut pengisian bahan bakar.

Istilah seperti FAME, monogliserida, dan stabilitas oksidasi dijelaskan di kamus istilah Media Biodiesel.

Sumber & Referensi