Selasa, 3 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Berita

BPS: Ekspor Lemak dan Minyak HS 15 September Naik 89%, Bukan Angka Sawit Saja

BPS mencatat nilai ekspor HS 15 US$4,43 miliar pada September 2026, naik 89,04% tahunan. Minyak sawit ikut menopang manufaktur, tetapi HS 15 bukan sawit saja.

Ilustrasi AI kapal tanker dan terminal penyimpanan minyak sawit di pelabuhan tropis
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Nilai ekspor kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) Indonesia mencapai US$4,43 miliar pada September 2026, naik 89,04% dibandingkan September 2025, menurut Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2 November 2026. BPS menyebut kenaikan ekspor minyak kelapa sawit turut menopang pertumbuhan ekspor industri pengolahan. Namun, HS 15 bukan angka ekspor sawit saja: kelompok itu juga mencakup lemak serta minyak hewani dan nabati lainnya.

Kelompok HS 15 naik dalam nilai dolar, bukan ukuran tonase sawit

Tabel komoditas BPS mencatat ekspor HS 15 senilai US$4.433,2 juta pada September, dibanding US$2.345,2 juta pada September tahun sebelumnya. Nilainya juga meningkat 11,57% dari US$3.973,6 juta pada Agustus 2026. Angka ini adalah nilai ekspor FOB dalam dolar AS, bukan volume atau berat pengiriman.

Sepanjang Januari–September 2026, nilai kelompok yang sama mencapai US$29.576,4 juta, naik 16,57% dari US$25.371,5 juta pada periode serupa tahun lalu. Pangsa HS 15 terhadap ekspor nonmigas kumulatif dalam tabel BPS ialah 13,93%. Dari sepuluh kelompok barang nonmigas utama yang dicantumkan dalam laporan itu, BPS menyebut HS 15 mencatat kenaikan nilai terbesar, yakni US$4.204,9 juta.

Angka tersebut tidak dapat langsung dibaca sebagai seluruh ekspor CPO, terlebih sebagai volume ekspor sawit. Laporan dua digit HS menggabungkan berbagai jenis minyak dan lemak. Pembaca yang membutuhkan angka spesifik CPO dan turunannya perlu merujuk rincian komoditas yang lebih sempit; laporan ini tidak memisahkan nilainya dalam tabel HS 15 tersebut.

Sawit menopang ekspor manufaktur, tetapi kontribusinya tidak dirinci di tabel

BPS menyatakan ekspor industri pengolahan pada September naik 16,78% secara tahunan dan salah satu pendorongnya ialah peningkatan ekspor minyak kelapa sawit. Nilai keseluruhan ekspor industri pengolahan tercatat US$23.271,6 juta, sementara ekspor nonmigas total mencapai US$26.639,8 juta. Pernyataan mengenai sawit itu menunjukkan arah kontribusi komoditas, bukan besaran pasti kontribusi sawit terhadap pertumbuhan manufaktur.

Secara nasional, nilai ekspor seluruh barang pada September mencapai US$27.591,5 juta, naik 11,87% dibanding September 2025. Ekspor nonmigas naik 12,39% secara tahunan. Kompas, yang juga menelaah rilis BPS pada 2 November, melaporkan penguatan kelompok lemak dan minyak nabati serta menyebut ekspor sawit sebagai salah satu penopang industri pengolahan. Dengan demikian, ada dua lapis data yang perlu dibedakan: kategori perdagangan HS 15 dan komoditas sawit di dalam narasi sektoral BPS.

Membaca data BPS dan GAPKI tanpa mencampur periode

Publikasi terbaru BPS ini membahas September, sedangkan siaran bulanan GAPKI yang dapat ditelusuri pada laman kinerja industrinya masih memuat data Agustus 2026. Rilis GAPKI untuk Agustus mencatat ekspor produk sawit 3,588 juta ton dan stok akhir 2,214 juta ton; itu adalah volume produk sawit menurut cakupan GAPKI untuk bulan yang berbeda, bukan pembanding langsung bagi nilai dolar HS 15 BPS September.

Data produksi, konsumsi sawit untuk biodiesel, dan stok pada September belum dapat disimpulkan dari tabel ekspor HS 15. Begitu GAPKI menerbitkan neraca bulanan September, pembaca dapat membandingkan produksi, serapan domestik, ekspor, dan stok pada periode yang sama. Untuk saat ini, kesimpulan yang didukung rilis BPS ialah nilai ekspor kategori HS 15 meningkat tajam pada September dan BPS mengidentifikasi minyak sawit sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekspor manufaktur; laporan tersebut belum membuktikan bahwa tonase ekspor sawit naik dengan persentase yang sama.

Sumber & Referensi

Baca Selanjutnya