IPOSS: Konsumsi Sawit Domestik 2026 Diproyeksi Lampaui Ekspor
IPOSS memproyeksikan konsumsi sawit domestik mencapai 27,1 juta ton pada 2026, melampaui ekspor 25,76 juta ton ketika B50 meningkatkan kebutuhan bahan baku.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) memproyeksikan konsumsi minyak sawit domestik mencapai sekitar 27,1 juta ton pada 2026, melampaui ekspor yang diperkirakan turun menjadi 25,76 juta ton. Pergeseran itu terutama dikaitkan dengan kenaikan kebutuhan bahan baku biodiesel setelah penerapan B50 sejak Juli, sementara produksi nasional diproyeksikan hanya tumbuh tipis.
Angka tersebut berasal dari Outlook Industri Sawit Indonesia Kuartal IV 2026 bertajuk Menjaga Ruang Tumbuh di Tengah Keseimbangan Baru, yang diterbitkan IPOSS pada 14 Oktober 2026. Karena merupakan proyeksi lembaga riset, angka produksi, konsumsi, ekspor, dan stok itu belum merupakan realisasi akhir tahun.
Konsumsi domestik diproyeksi naik 7,4%
IPOSS memperkirakan konsumsi domestik naik 7,4% menjadi 27,1 juta ton atau 51,3% dari total penggunaan minyak sawit nasional. Ekspor diproyeksikan mengambil porsi 48,7%, sehingga penggunaan di dalam negeri untuk pertama kalinya dalam proyeksi tahunan IPOSS melampaui volume yang dikirim ke luar negeri.
Pada saat yang sama, produksi minyak sawit nasional 2026 diperkirakan mencapai 52,4 juta ton, hanya 1,86% lebih tinggi dibandingkan 2025. Ekspor produk sawit diproyeksikan turun 15,4% menjadi 25,76 juta ton. Khusus kuartal IV, ekspor diperkirakan 4,9 juta ton, turun 37,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur IPOSS Nanang Hendarsah menilai persoalannya bukan memilih antara biodiesel dan ekspor. Menurut dia, keduanya penting, sehingga produksi perlu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan domestik agar penguatan ketahanan energi tidak terus mempersempit ruang ekspor.
B50 memperketat pembagian pasokan sawit
Kenaikan kebutuhan domestik terutama dikaitkan IPOSS dengan tambahan bahan baku untuk program B50. Campuran 50% biodiesel sawit dalam solar itu memperbesar hubungan antara kebijakan energi, pasokan CPO, ekspor, dan pembiayaan program sawit. Perjalanan kebijakannya dapat dilihat di data mandatori biodiesel Indonesia.
IPOSS mengingatkan bahwa penurunan volume ekspor dapat memengaruhi penerimaan pungutan ekspor, meskipun nilai akhirnya juga bergantung pada harga dan tarif yang berlaku. Dana pungutan antara lain menopang insentif biodiesel dan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Artinya, kebijakan yang menaikkan serapan domestik juga perlu memperhitungkan sumber pembiayaannya.
Stok minyak sawit nasional diproyeksikan menyentuh sekitar 300 ribu ton pada Oktober sebelum pulih menjadi sekitar 1,7 juta ton pada akhir Desember. Namun, IPOSS menilai pemulihan stok itu tidak semata-mata menunjukkan pasokan yang semakin longgar karena turut dipengaruhi penurunan ekspor.
Produktivitas dan PSR menjadi penyangga
Produksi kuartal IV diperkirakan naik 15,6% dari kuartal sebelumnya menjadi 13,3 juta ton. IPOSS menekankan bahwa kenaikan tersebut lebih mencerminkan pergeseran distribusi produksi antarkuartal, bukan pemulihan kapasitas produksi secara struktural.
Karena itu, lembaga tersebut mendorong peningkatan produktivitas tanpa bergantung pada perluasan areal. Areal PSR yang sudah memasuki fase menghasilkan diperkirakan menyumbang sekitar 0,94 juta ton CPO pada 2026, setara kira-kira 2% dari produksi CPO nasional. Kontribusinya dinilai mulai terlihat, tetapi percepatan program masih memerlukan penguatan kelembagaan pekebun, pendampingan, serta perbaikan proses pengusulan dan verifikasi.
Bagi pelaku pasar, proyeksi IPOSS menunjukkan bahwa perkembangan B50 tidak cukup dipantau dari volume biodiesel saja. Produksi kebun, kemajuan PSR, harga CPO, ekspor, stok, dan penerimaan pungutan perlu dibaca bersama. Pembaca dapat memantau pembaruan pasar melalui halaman harga CPO dan melihat panduan pengajuan dana PSR.
Sumber & Referensi
- InfoSAWIT, “Konsumsi Domestik Sawit Indonesia Diproyeksikan Lampaui Ekspor pada 2026” (15 Oktober 2026) — https://www.infosawit.com/2026/10/15/konsumsi-domestik-sawit-indonesia-diproyeksikan-lampaui-ekspor-pada-2026/
- InfoSAWIT, “IPOSS: Produktivitas dan Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Ruang Tumbuh Industri” (16 Oktober 2026) — https://www.infosawit.com/2026/10/16/iposs-produktivitas-dan-peremajaan-sawit-rakyat-jadi-kunci-ruang-tumbuh-industri/
- Elaeis, “IPOSS: Konsumsi Domestik Sawit Diproyeksikan Lampaui Ekspor, Produktivitas Perlu Dipacu” (15 Oktober 2026) — https://www.elaeis.co/berita/baca/iposs-konsumsi-domestik-sawit-diproyeksikan-lampaui-ekspor-produktivitas-perlu-dipacu
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.