Kamis, 5 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Harga & Pasar

CPO Malaysia Turun ke RM4.496, Stok Oktober Masih Berupa Estimasi

Kontrak CPO Januari Malaysia turun pada 4 November. Reuters dan Sunvin berbeda memperkirakan stok Oktober; angka resmi belum terbit.

Ilustrasi AI tandan buah sawit dalam peti dengan pelabuhan dan tangki di kejauhan, bukan lokasi peristiwa
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) acuan Januari 2027 di Bursa Malaysia ditutup pada RM4.496 per ton pada Rabu, 4 November 2026, turun RM55 atau 1,21 persen, menurut Reuters yang dimuat Business Recorder. Pelemahan tiga sesi berturut-turut itu terjadi ketika pasar memperkirakan stok akhir Oktober Malaysia akan mencapai rekor. Angka stok yang beredar masih berupa survei dan taksiran analis, bukan laporan final Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Dua proyeksi stok, belum angka resmi

Survei Reuters memperkirakan persediaan sawit Malaysia naik 6,8 persen dari rekor September sebesar 3,51 juta ton menjadi sekitar 3,75 juta ton pada akhir Oktober. Sementara itu, laporan Palm Oil Magazine mengutip perkiraan Sunvin Group sebesar 3,81 juta ton, atau kenaikan 8,47 persen dari basis September yang sama. Perbedaan 3,75 juta dan 3,81 juta ton mencerminkan dua estimasi berbeda; belum ada alasan untuk menyajikan salah satunya sebagai stok yang sudah dicatat MPOB.

Palm Oil Magazine melaporkan bahwa pada penutupan Selasa, 3 November, kontrak Januari berada di RM4.551 per ton, turun RM98. Reuters kemudian melaporkan penutupan Rabu di RM4.496. Pemisahan tanggal itu penting: pergerakan Selasa dan Rabu bukan dua harga pada waktu yang sama. Harga berjangka ini juga bukan harga tender fisik CPO di Indonesia, bukan pula harga tandan buah segar (TBS) yang dibayar kepada petani.

Perkiraan stok tinggi bukan berarti ekspor Malaysia berhenti. Palm Oil Magazine mengutip taksiran Intertek Testing Services untuk ekspor Oktober sebesar 1,65 juta ton, meningkat dari 1,13 juta ton pada September, dan estimasi Amspec sekitar 1,65 juta ton. Laporan itu juga mengutip perkiraan produksi Oktober yang naik. Kenaikan ekspor dan penumpukan stok bisa terjadi bersamaan bila produksi dan arus pasokan lainnya lebih besar daripada serapan; angka akhir tetap menunggu data resmi.

Minyak nabati pesaing dan kanal biodiesel

Reuters melaporkan kontrak minyak sawit Dalian turun 2,91 persen dan minyak kedelai Dalian turun 1,45 persen pada Rabu. Minyak sawit bersaing dengan minyak nabati lain di pasar impor, sehingga penurunan harga pesaing ikut membebani sentimen. Reuters juga mencatat ringgit menguat terhadap dolar AS, membuat komoditas yang dihargakan dalam ringgit relatif lebih mahal bagi pembeli bermata uang asing.

Di sisi energi, Reuters menjelaskan minyak mentah yang lebih kuat dapat meningkatkan daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel. Namun, minyak mentah yang menguat dalam perdagangan Rabu tidak membalikkan pelemahan CPO yang dilaporkan. Hubungan tersebut adalah saluran ekonomi, bukan bukti bahwa permintaan biodiesel Malaysia atau Indonesia pada hari itu sudah berubah. Keputusan campuran, biaya produksi dan permintaan produk lain juga berpengaruh; laporan yang diperiksa tidak memberikan volume pembelian biodiesel harian.

Implikasi bagi Indonesia

Bagi Indonesia, pelemahan patokan Bursa Malaysia merupakan sinyal pasar internasional yang relevan bagi perdagangan sawit, sementara stok Malaysia yang belum terkonfirmasi adalah risiko pasokan yang masih harus diuji. Ini analisis redaksi atas pergerakan kontrak, bukan ramalan harga ekspor Indonesia, TBS petani, atau biaya mandatori B50. Harga CPO di berbagai patokan berbeda mata uang, jenis transaksi dan tanggal; jangan menyamakan kontrak Januari di Malaysia dengan tender fisik KPBN.

HIP biodiesel Indonesia ditetapkan secara bulanan dan tidak berubah otomatis mengikuti setiap penutupan kontrak sawit harian. Pembaca perlu menunggu angka stok resmi Malaysia serta memperhatikan perkembangan harga CPO Indonesia sebelum menarik kesimpulan mengenai pasokan ekspor, harga kebun atau kebutuhan pendanaan biodiesel. Pada tahap ini, berita utamanya adalah harga acuan melemah ketika estimasi stok berbeda-beda, bukan stok rekor yang telah dipastikan.

Sumber & Referensi