Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

E50 Butuh 320 Pabrik Etanol Menurut Menteri; Rencana Belum Jadi Mandatori

Rencana E50 memerlukan kapasitas etanol jauh di atas pasokan kini; 320 pabrik adalah estimasi kebutuhan, bukan proyek yang telah dibangun.

Ilustrasi AI fasilitas pengolahan bioetanol di lingkungan pertanian tropis.
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut Indonesia memerlukan 320 pabrik etanol baru, masing-masing berkapasitas 60.000 kiloliter, untuk memenuhi kebutuhan rencana campuran bensin E50. Pernyataan itu disampaikan pada forum investasi teknologi Danantara di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Angka tersebut adalah gambaran kebutuhan fasilitas menurut menteri, bukan daftar proyek yang telah mendapat pendanaan atau izin pembangunan.

Target jauh, pasokan etanol masih terbatas

Dalam laporan ANTARA, Brian mengaitkan pembangunan fasilitas pengolahan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Ia juga meminta kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, dan investor swasta, serta perubahan aturan yang dapat membantu penerapan teknologi bioetanol domestik. Bahan baku yang disebut dalam laporan itu meliputi tebu, singkong, dan jagung. Ketersediaan bahan baku untuk tiap lokasi pabrik belum dirinci.

Jakarta Globe, yang juga meliput pernyataan Brian, menulis bahwa jumlah 320 fasilitas tersebut adalah kebutuhan untuk usulan E50, bukan pembangunan yang sudah diputuskan. Media itu menyebut kapasitas efektif gabungan lima fasilitas bioetanol utama saat ini sekitar 70.500 kiloliter per tahun. Besarnya kesenjangan kapasitas menunjukkan mengapa angka kebutuhan jangka panjang tidak dapat dibaca sebagai janji bahwa ratusan pabrik akan segera berdiri.

Dalam laporan terpisah pada hari yang sama, CNBC Indonesia mengutip Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi: kapasitas atau pasokan yang tersedia masih sekitar 70.500 kiloliter, sedangkan kebutuhan yang ia sebut untuk tahapan E20 pada 2028 sekitar 400.000 hingga 500.000 kiloliter. Pemerintah, katanya, masih mempersiapkan aspek teknis mandatori E10 dan komitmen bahan baku dalam negeri. Ia menyebut sekitar 11 pabrik baru dalam tahap perencanaan; proses nota kesepahaman dan kepastian lahan masih diperlukan.

Jangan samakan tiga tahap dan tiga jenis angka

E10 berarti campuran etanol 10% dalam bensin, E20 berarti 20%, dan E50 berarti 50%. ANTARA menguraikan rencana bertahap dari E10 pada 2027 menuju E20 pada 2028 dan akhirnya E50. Itu adalah lintasan kebijakan yang dilaporkan, bukan bukti setiap tahap telah memiliki ketentuan operasional, pasokan, dan jaringan distribusi yang siap.

Angka 320 pabrik yang disampaikan Brian berkaitan dengan kebutuhan E50 jangka panjang. Sementara itu, 11 pabrik yang disebut Eniya adalah proyek yang berada dalam perencanaan untuk fase lebih dekat. Jangan mengurangkan atau menjumlahkan keduanya seolah-olah semua fasilitas telah beroperasi. Bahkan keterangan tentang kapasitas 60.000 kiloliter per fasilitas perlu dibaca dalam konteks usulan desain, bukan volume produksi etanol yang sudah terealisasi.

CNBC Indonesia menulis Eniya menekankan agar bahan baku domestik dipastikan sebelum kewajiban pencampuran berlaku. Ini penting karena mengganti impor bensin dengan impor etanol tidak otomatis memenuhi tujuan substitusi impor yang dikemukakan pemerintah. Namun, laporan-laporan yang tersedia belum merinci pasokan bahan baku per wilayah, investasi final setiap pabrik, ataupun tanggal pasti berlakunya aturan E50.

Posisi E50 terhadap biodiesel B50

Rencana E50 menyasar bensin, sedangkan B50 adalah campuran biodiesel dalam solar. Keduanya tidak boleh dipertukarkan ketika menilai ketersediaan bahan baku atau kesiapan kilang. Biodiesel berbasis sawit yang sedang disalurkan tidak serta-merta dapat menjadi etanol untuk bensin. Bagi pelaku industri, persoalan yang perlu dipantau bukan hanya angka target, tetapi perkembangan kapasitas etanol terverifikasi, kepastian bahan baku, dan aturan yang benar-benar diterbitkan.

Dengan demikian, pernyataan Brian memberi ukuran ambisi industri, sementara laporan Eniya memberi ukuran hambatan pasokan pada fase awal. Media Biodiesel akan membedakan target pemerintah dari realisasi investasi dan produksi ketika pembaruan resmi tersedia.

Sumber & Referensi