Data GAPKI 2025: Biodiesel Serap 12,7 Juta Ton Sawit, Lampaui Pangan; Stok Akhir Turun 19,79%
Produksi CPO 2025 naik 7,26% jadi 51,66 juta ton. Biodiesel menyerap 12,704 juta ton atau sekitar 51% konsumsi domestik, sementara stok akhir tahun tinggal 2,068 juta ton.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat konsumsi minyak sawit untuk biodiesel sepanjang 2025 mencapai 12,704 juta ton. Angka ini naik 10,97% dari 11,447 juta ton pada 2024. Biodiesel menyerap sekitar 51% konsumsi sawit dalam negeri, sementara konsumsi untuk pangan justru turun 3,64% menjadi 9,834 juta ton. Di saat yang sama, stok akhir tahun menyusut 19,79% menjadi 2,068 juta ton. GAPKI memaparkan data tahunan ini dalam konferensi pers di Jakarta pada 12 Maret 2026, lalu merilis rinciannya pada pekan berikutnya.
Produksi naik 7%, biodiesel jadi motor konsumsi
Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono menyebut produksi CPO 2025 mencapai 51,660 juta ton, naik 7,26% dari 48,164 juta ton pada 2024, seperti dikutip InfoSAWIT. Produksi minyak inti sawit (PKO) naik 6,41% menjadi 4,893 juta ton. Dengan begitu, total produksi CPO dan PKO mencapai 56,553 juta ton, naik 7,18% dari 52,762 juta ton. Dalam konferensi pers, Sekjen GAPKI Hadi Sugeng Wahyudi menyampaikan angka pertumbuhan yang dibulatkan, yaitu 7,2%.
Konsumsi dalam negeri naik 3,82% menjadi 24,772 juta ton. Rinciannya per sektor:
| Sektor | 2024 (ribu ton) | 2025 (ribu ton) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Biodiesel | 11.447 | 12.704 | +10,97% |
| Pangan | 10.205 | 9.834 | −3,64% |
| Oleokimia | 2.207 | 2.234 | +1,22% |
| Total | 23.859 | 24.772 | +3,82% |
GAPKI mengaitkan lonjakan serapan biodiesel dengan naiknya bauran wajib dari B35 ke B40. Jika dihitung dari tabel di atas, biodiesel menyerap sekitar 51,3% konsumsi domestik, pangan sekitar 39,7%, dan oleokimia sekitar 9%. "Pertumbuhan konsumsi domestik terutama ditopang permintaan biodiesel," kata Hadi, dikutip InfoSAWIT.
Ekspor naik, stok akhir tahun menipis
Meskipun serapan domestik bertambah, ekspor tetap tumbuh. Total ekspor 2025 mencapai 32,343 juta ton, naik 9,51% dari 29,535 juta ton. Nilainya naik 29,23% menjadi US$35,87 miliar, dari US$27,76 miliar setahun sebelumnya. Harga rata-rata CIF Rotterdam juga naik, dari US$1.084 menjadi US$1.221 per ton. Ekspor terbesar berupa olahan minyak sawit sebanyak 22,727 juta ton, disusul oleokimia 5,076 juta ton, CPO 2,964 juta ton, dan olahan PKO 1,560 juta ton. Menurut data yang dimuat Akurat, ekspor biodiesel tercatat nol pada 2025, turun dari 73 ribu ton pada 2024.
Dari sisi tujuan ekspor, kenaikan terbesar terjadi ke Afrika (+991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh (+503 ribu ton), dan Pakistan (+214 ribu ton). Ekspor ke India turun 859 ribu ton, ke Uni Eropa turun 97 ribu ton, dan ke Amerika Serikat turun 15 ribu ton.
Produksi yang naik habis terserap oleh konsumsi dan ekspor yang ikut tumbuh, sehingga cadangan menyusut. Stok CPO dan PKO pada akhir 2025 tercatat 2,068 juta ton, turun 19,79% dari 2,577 juta ton pada awal tahun.
Prospek 2026: produksi tumbuh terbatas
Untuk 2026, GAPKI memperkirakan pertumbuhan produksi di bawah 5%. Sebagian tambahan diharapkan datang dari kebun hasil peremajaan yang mulai berbuah. Menurut InfoSAWIT, Hadi menyebut tiga risiko utama: keterlambatan peremajaan sawit rakyat (PSR), kemungkinan El Niño pada pertengahan 2026, dan tantangan tata kelola. Tantangan tata kelola itu termasuk tumpang tindih kebun dengan kawasan hutan. GAPKI mencatat sekitar 4,09 juta hektare kebun telah diambil alih Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), dan sekitar 1,7 juta hektare di antaranya diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara.
GAPKI memperkirakan konsumsi domestik relatif stabil selama mandatori B40 masih berlaku. Asosiasi ini juga memproyeksikan harga tetap relatif tinggi dalam jangka pendek. "Percepatan PSR dan program intensifikasi membutuhkan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait," ujar Hadi. Data ini penting untuk membaca ruang pasokan bahan baku jika campuran biodiesel dinaikkan lagi. Istilah-istilah sawit dan biodiesel dijelaskan di kamus istilah.
Sumber & Referensi
- InfoSAWIT, "Indonesia's Palm Oil Production Reaches 56.55 Million Tons in 2025, Export Value Jumps to US$35.87 Billion" (17 Maret 2026) — https://www.en.infosawit.com/news/17423/indonesia---s-palm-oil-production-reaches-56-55-million-tons-in-2025--export-value-jumps-to-us-35-87-billion
- InfoSAWIT, "GAPKI: Palm Oil Production Rose 7.2% in 2025, Industry Faces Governance and Global Pressures" (14 Maret 2026) — https://www.en.infosawit.com/news/17408/gapki--palm-oil-production-rose-7-2--in-2025--industry-faces-governance-and-global-pressures
- Akurat, "Produksi, Ekspor dan Konsumsi CPO RI Meningkat pada 2025 di Tengah Penurunan Stok" (12 Maret 2026) — https://www.akurat.co/riil/840450/produksi-ekspor-dan-konsumsi-cpo-ri-meningkat-pada-2025-di-tengah-penurunan-stok