HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Mendag: Kenaikan Tunggu Harga CPO Stabil
Mendag Budi Santoso memastikan HET Minyakita belum naik karena syarat harga CPO stabil belum terpenuhi. Pemerintah memilih memperluas distribusi lewat Bulog dan ID FOOD.
Daftar isi (3 bagian)
Bogor — Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita belum naik dan tetap Rp15.700 per liter. Rencana penyesuaian HET yang sudah dibahas sejak beberapa pekan terakhir belum dijalankan karena syaratnya, yaitu harga minyak sawit mentah (CPO) yang stabil, menurut Budi belum terpenuhi. Ia menyampaikan hal itu di IPB University, Bogor, Jumat, 12 Juni 2026, seperti dilaporkan ANTARA.
Syarat kenaikan: harga CPO stabil
"Jadi, HET minyak goreng masih Rp15.700 (per liter)," kata Budi di sela acara Campuspreneur 2026. Menurutnya, pemerintah memang pernah merencanakan kenaikan HET. Namun, rencana itu bergantung pada kondisi pasar. "Dulu kan syaratnya kan kalau harga (CPO) stabil," ujarnya, dikutip ANTARA.
Alih-alih menaikkan HET, Kemendag memilih beberapa langkah lain:
- Memperluas distribusi Minyakita ke pasar rakyat melalui BUMN pangan, yaitu Perum Bulog dan ID FOOD.
- Mengubah program bantuan pangan agar tidak lagi bergantung pada Minyakita, sehingga bisa memakai merek minyak goreng lain.
- Meminta produsen menambah pasokan minyak goreng "merek kedua" sebagai alternatif Minyakita. "Jadi, tidak hanya Minyakita, tetapi minyak goreng second brand juga sudah banyak," kata Budi.
Sebulan sebelumnya: kaji HET, bantah kaitan dengan B50
Wacana kenaikan HET sudah muncul sejak awal Mei. Pada 3 Mei 2026, Budi mengatakan pemerintah sedang mengkaji penyesuaian HET bersama kementerian dan lembaga teknis. Alasannya, harga bahan baku CPO dan biaya produksi sudah naik, sementara HET belum berubah sejak 2024. Saat itu ia menyebut harga Minyakita di lapangan sekitar Rp15.800 per liter, turun dari kisaran Rp15.900.
Budi menolak anggapan bahwa rencana itu terkait program biodiesel B50, yang dijadwalkan mulai 1 Juli 2026. "Gak ada sama sekali," katanya, seperti dikutip ANTARA dan Investortrust. Ia menegaskan faktornya adalah harga CPO dan biaya produksi yang naik. Ia juga menyebut harga di Papua masih lebih tinggi karena persoalan distribusi, dan Kemendag meminta Bulog ikut menyalurkan Minyakita ke wilayah itu.
Debat pangan versus energi
Pemerintah memang membantah adanya kaitan langsung. Namun, data industri menunjukkan bahwa penggunaan minyak sawit di dalam negeri kini lebih banyak untuk energi daripada pangan. Data tahunan GAPKI yang dirilis Maret 2026 mencatat konsumsi sawit untuk biodiesel sepanjang 2025 mencapai 12,704 juta ton, naik 10,97%. Sementara itu, konsumsi untuk pangan turun 3,64% menjadi 9,834 juta ton. Stok CPO dan PKO pada akhir 2025 juga turun 19,79% menjadi 2,068 juta ton.
Masalah harga di atas HET juga bukan hal baru. Pada pekan ketiga Juni 2025, BPS mencatat harga Minyakita di 440 dari 493 kabupaten/kota, atau sekitar 89%, berada di atas HET Rp15.700, seperti dilaporkan Fortune Indonesia. Harga tertinggi tercatat di Pegunungan Bintang sebesar Rp50.000 per liter dan di Puncak, Papua, Rp45.000 per liter. Saat itu Kemendag menilai penyebab utamanya adalah distribusi yang tidak merata, bukan kekurangan stok.
Dengan HET yang ditahan, beban penyesuaian beralih ke sisi distribusi dan pasokan. Langkah ini mencakup penyaluran lewat BUMN pangan dan penambahan merek alternatif. Pergerakan harga CPO yang menjadi acuan keputusan Kemendag dapat dipantau di halaman harga.
Sumber & Referensi
- ANTARA Jogja, "Mendag tegaskan tidak ada kenaikan HET Minyakita" (12 Juni 2026) — https://jogja.antaranews.com/berita/834780/mendag-tegaskan-tidak-ada-kenaikan-het-minyakita
- ANTARA, "Mendag pastikan penyesuaian HET Minyakita tak terkait implementasi B50" (3 Mei 2026) — https://www.antaranews.com/berita/5551931/mendag-pastikan-penyesuaian-het-minyakita-tak-terkait-implementasi-b50
- Investortrust, "Mendag Beri Sinyal HET Minyakita Naik dalam Waktu Dekat, Imbas B50?" (3 Mei 2026) — https://investortrust.id/business/102115/mendag-beri-sinyal-het-minyakita-naik-dalam-waktu-dekat-imbas-b50
- Fortune Indonesia, "Harga Minyakita Masih di Atas HET di Sebagian Besar Wilayah RI" (23 Juni 2025) — https://www.fortuneidn.com/news/harga-minyakita-masih-di-atas-het-di-sebagian-besar-wilayah-ri-00-my5jv-bjp6yp
- Akurat, "Produksi, Ekspor dan Konsumsi CPO RI Meningkat pada 2025 di Tengah Penurunan Stok" (12 Maret 2026) — https://www.akurat.co/riil/840450/produksi-ekspor-dan-konsumsi-cpo-ri-meningkat-pada-2025-di-tengah-penurunan-stok