Pertamina NRE dan Toyota Teken Deklarasi Pabrik Bioetanol Lampung 60.000 KL, Target Operasi 2028
Pemprov Lampung, Pertamina NRE, TMMIN, dan Toyota Tsusho meneken deklarasi ekosistem bioetanol dengan pabrik 60.000 KL per tahun berbahan sorgum, molases, dan biomassa.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Pemerintah menetapkan Lampung sebagai lokasi awal pengembangan ekosistem bioetanol nasional, dengan rencana pabrik berkapasitas 60.000 kiloliter (60 juta liter) per tahun yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2028. Komitmen itu dikukuhkan lewat deklarasi bersama antara Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI), seperti dilaporkan detikFinance, Fortune Indonesia, dan Investor Trust pada 10 Juni 2026.
Deklarasi berjudul "Collaboration in Establishing Bioethanol Ecosystem Development in Lampung Province" itu ditandatangani dalam rapat koordinasi dan kunjungan lapangan yang dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu. Kerja sama mencakup rantai pasok bahan baku, fasilitas produksi, kemitraan dengan petani, pengembangan teknologi, dan percepatan realisasi investasi.
Dua tahap: pilot 60 KL, komersial 60.000 KL
Menurut detikFinance dan Investor Trust, proyek dirancang dalam dua fase. Tahap percontohan meliputi penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare dan fasilitas bioetanol berkapasitas 60 kiloliter per tahun. Tahap komersial memperluas kebun sorgum Enryu menjadi 6.000 hektare di Lampung dan membangun pabrik utama berkapasitas 60.000 kiloliter per tahun.
| Tahap | Lahan sorgum | Kapasitas bioetanol | Waktu |
|---|---|---|---|
| Pilot | 10 hektare | 60 kiloliter/tahun | Tahap awal |
| Komersial | 6.000 hektare | 60.000 kiloliter/tahun | Konstruksi mulai kuartal III 2027, operasi kuartal IV 2028 |
Langkah lanjutan yang akan dipercepat para pihak meliputi studi kelayakan bersama, perancangan proyek, budidaya sorgum percontohan, serta finalisasi skema pembiayaan dan kemitraan strategis. Nilai investasi dan porsi kepemilikan masing-masing pihak belum diumumkan.
Mengapa Lampung dan mengapa sorgum
Delegasi meninjau kesiapan lahan di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dan Desa Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan. Menurut Fortune Indonesia, Lampung dipilih karena ketersediaan bahan baku, dukungan infrastruktur, dan letak strategisnya yang dapat memasok Sumatra serta sebagian Jawa, wilayah yang disebut sebagai pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia.
Proyek ini mengusung konsep multi-bahan baku: molases tebu, sorgum, dan limbah biomassa. Kombinasi tersebut dinilai memungkinkan produksi bioetanol generasi pertama sekaligus generasi kedua, yang memanfaatkan limbah pertanian. Program budidaya sorgum juga dirancang untuk membangun kemitraan antara industri dan petani setempat.
"Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi," kata Todotua, seperti dikutip Fortune Indonesia dan Investor Trust. Ia juga menyebut Lampung memiliki bahan baku paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional.
Kelanjutan dari pembicaraan dengan Toyota
Rencana Lampung bukan hal baru. Pada 20 April 2026, Investor Trust melaporkan Todotua bertemu CEO Toyota Motor Asia Masahiko Maeda dan menyebut pabrik bioetanol pertama akan dibangun di Lampung melalui kerja sama PNRE dan Toyota Tsusho. Saat itu groundbreaking direncanakan pada paruh kedua 2026 dengan target operasi 2028. Dalam jadwal terbaru, konstruksi pabrik komersial ditargetkan mulai kuartal III 2027.
Pertemuan Juni ini juga menyusul kunjungan Todotua ke fasilitas riset raBit (Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels) di Fukushima, Jepang. Kerja sama diharapkan membawa alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.
Proyek ini muncul saat pemerintah menyiapkan kewajiban pencampuran bioetanol 5% (E5) pada bensin non-subsidi mulai semester II 2026, yang menurut Kementerian ESDM pada tahap awal hanya dipasok tiga produsen etanol kelas bahan bakar. Dengan kapasitas 60.000 kiloliter per tahun, pabrik Lampung akan menjadi salah satu tambahan pasokan domestik bila berjalan sesuai jadwal.
Sumber & Referensi
- detikFinance, "Proyek Bioetanol 60 Ribu Liter di Lampung Dikebut" (10 Juni 2026) — https://finance.detik.com/energi/d-8526208/proyek-bioetanol-60-ribu-liter-di-lampung-dikebut
- Fortune Indonesia, "Pabrik Bioetanol Pertamina dan Toyota Ditargetkan Beroperasi pada 2028" (10 Juni 2026) — https://www.fortuneidn.com/news/pabrik-bioetanol-pertamina-dan-toyota-ditargetkan-beroperasi-pada-2028-00-my5jv-7dy6x0
- Investor Trust, "Pemerintah Siap Bangun Pabrik Biofuel Kapasitas 60 Juta Liter di Lampung, Gandeng Toyota dan Pertamina" (10 Juni 2026) — https://investortrust.id/business/105936/pemerintah-siap-bangun-pabrik-biofuel-kapasitas-60-juta-liter-di-lampung-gandeng-toyota-dan-pertamina
- Investor Trust, "Ditargetkan Operasi 2028, Pemerintah Bangun Pabrik Bioetanol Lampung dengan Gandeng Toyota" (20 April 2026) — https://investortrust.id/business/100655/ditargetkan-operasi-2028-pemerintah-bangun-pabrik-bioetanol-lampung-dengan-gandeng-toyota
- Investor Trust, "Seluruh SPBU di RI Wajib Campur Bensin dengan Etanol, Berlaku Mulai Semester II-2026" (4 Juni 2026) — https://investortrust.id/business/105348/seluruh-spbu-di-ri-wajib-campur-bensin-dengan-etanol-berlaku-mulai-semester-ii-2026