Uji B40 pada Dua Traktor Roda Dua di Bogor, Ketahanan Mesin Menyusul
ESDM dan BBPSI Mektan menguji dua traktor roda dua berbahan bakar B40 di Bogor pada 4 Juni 2024; uji ketahanan 1.000 jam direncanakan menyusul.
Daftar isi (3 bagian)
Bogor — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Mekanisasi Pertanian (BBPSI Mektan) menggelar uji kinerja lapang dua traktor roda dua berbahan bakar B40 di area persawahan IP2TP Muara, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 4 Juni 2024. Menurut LEMIGAS, pengujian pada dua merek traktor berbeda itu mengamati antara lain kecepatan dan kedalaman membajak serta konsumsi bahan bakar. Kegiatan ini merupakan tahap pengumpulan data, bukan pengumuman bahwa traktor telah lulus uji.
B40 adalah campuran minyak solar dengan 40% biodiesel berbasis sawit, sebagaimana dijelaskan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM. Uji pada traktor ini menempatkan bahan bakar tersebut dalam pekerjaan pertanian di lahan sawah. LEMIGAS menyebut kegiatan lapang sebagai bagian dari rangkaian uji penggunaan B40 pada sektor alat dan mesin pertanian, atau alsintan.
Apa yang diukur di lahan sawah?
Menurut keterangan LEMIGAS dan Ditjen Migas, dua traktor roda dua dari dua merek berbeda digunakan dalam uji lapang. Parameter yang disebutkan Kepala LEMIGAS Mustafid Gunawan mencakup kecepatan membajak, kedalaman membajak, dan konsumsi bahan bakar. Keterangan yang tersedia tidak memuat angka hasil untuk ketiga parameter itu, sehingga belum ada dasar untuk menyatakan B40 lebih hemat, lebih boros, atau setara dengan bahan bakar pembanding pada pekerjaan membajak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan persiapan, kemudian peserta menyaksikan pengujian di area persawahan IP2TP Muara. Lokasi dan cara kerja di lapangan penting bagi konteks pengujian: traktor tidak sekadar dihidupkan, melainkan dipakai untuk membajak. Namun, pengamatan di lapangan ini juga belum dapat menggantikan pemeriksaan ketahanan mesin dalam jangka waktu lebih panjang. LEMIGAS tidak merinci merek mana yang dipasangkan dengan masing-masing unit uji dalam keterangan yang dipublikasikan.
Uji ketahanan 1.000 jam menjadi tahap berikutnya
Mustafid mengatakan mesin traktor selanjutnya akan dikirim ke masing-masing pabrikan untuk menjalani uji ketahanan selama 1.000 jam. Menurut penjelasannya, tahapan itu ditujukan untuk menguji kinerja B40 terhadap mesin traktor. Pernyataan tersebut menjelaskan rencana tahapan berikutnya, bukan hasil uji ketahanan yang sudah selesai pada 4 atau 5 Juni.
Pelaksana uji adalah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS yang bekerja sama dengan BBPSI Mektan. Direktorat Bioenergi pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) mengoordinasikan rangkaian uji, sedangkan pendanaannya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pembagian peran ini disebut dalam keterangan LEMIGAS dan dijelaskan Ditjen Migas.
Perwakilan produsen mesin PT Yanmar Diesel Indonesia, PT Kubota Indonesia, dan PT Tri Ratna Diesel Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. PT Pertamina (Persero) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) mendukung penyediaan bahan bakar uji. Kehadiran produsen serta dukungan bahan bakar tidak berarti setiap model traktor dari perusahaan-perusahaan itu telah memperoleh persetujuan penggunaan B40; sumber hanya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pengujian.
B40 diuji ketika program nasional masih B35
Pada saat uji lapang ini berlangsung, program biodiesel yang berjalan secara nasional masih B35, yaitu campuran solar dengan 35% bahan bakar nabati. Ditjen Migas menyebut alokasi penyaluran B35 untuk 2024 sebesar 13,41 juta kiloliter. Karena itu, B40 dalam berita ini merujuk pada bahan bakar untuk keperluan pengujian alsintan, bukan pada perubahan mandat nasional yang telah berlaku.
Langkah selanjutnya yang dinyatakan penyelenggara adalah pengujian ketahanan di pabrikan. Tanpa publikasi angka kinerja lapang maupun hasil uji 1.000 jam, kesimpulan mengenai daya tahan mesin, efisiensi bahan bakar, atau kesiapan penggunaan B40 secara luas pada traktor roda dua masih harus menunggu data. Perbedaan antara pelaksanaan uji dan hasil uji itulah batas penting ketika membaca perkembangan teknologi ini.
Sumber & Referensi
- LEMIGAS, "Pelaksanaan Uji Kinerja Lapang Traktor Roda Dua Menggunakan Bahan Bakar B40" (5 Juni 2024) — https://www.lemigas.esdm.go.id/publikasi/berita/pelaksanaan-uji-kinerja-lapang-traktor-roda-dua-menggunakan-bahan-bakar-b40
- Ditjen Migas Kementerian ESDM, "Kementerian ESDM bersama BBPSI Mektan Gelar Uji Kinerja Lapang Traktor Roda Dua Berbahan Bakar B40" (5 Juni 2024) — https://migas.esdm.go.id/post/kementerian-esdm-bersama-bbpsi-mektan-gelar-uji-kinerja-lapang-traktor-roda-dua-berbahan-bakar-b40
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.