Senin, 2 November 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Kebijakan

ESDM Tetapkan Alokasi Biodiesel 2022 Sebesar 10,15 Juta kL untuk B30

Keputusan ESDM 30 November 2021 menetapkan 10.151.018 kL biodiesel untuk 2022 dan menambah kuota 2021 sebesar 213.033 kL.

Ilustrasi terminal pencampuran dan penyaluran biodiesel dengan pipa serta truk tangki
Ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto peristiwa.
Daftar isi (3 bagian)

Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan alokasi biodiesel 2022 sebesar 10.151.018 kiloliter (kL) lewat keputusan bertanggal 30 November 2021. Pada saat yang sama, pemerintah menambah alokasi 2021 sebesar 213.033 kL menjadi 9.413.033 kL. Penetapan ini mempertahankan program pencampuran B30, yakni 30% biodiesel dan 70% solar, sebagai dasar penyaluran tahun depan.

Angka 2022 adalah alokasi, bukan volume yang sudah dikonsumsi atau berhasil disalurkan. Keterangan resmi ESDM menyebut kebutuhan itu dihitung dari realisasi impor solar, penyaluran biodiesel tahun berjalan, dan asumsi pertumbuhan permintaan solar sebesar 5,5%. Pemerintah memperkirakan permintaan solar mencapai 33,84 juta kL pada 2022; proyeksi ini masih bergantung pada realisasi permintaan.

Tambahan kuota menjelang akhir 2021

ESDM mencatat penyaluran biodiesel hingga pekan keempat November mencapai 8,08 juta kL, setara 87,9% dari alokasi awal sebesar 9,2 juta kL. Dengan aktivitas masyarakat dan kebutuhan bahan bakar yang meningkat, kementerian memutuskan tambahan alokasi 213.033 kL untuk menutup kebutuhan hingga akhir tahun. Angka total baru 9.413.033 kL termuat dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 149.K/EK.05/DJE/2021.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengaitkan peningkatan kebutuhan BBM, termasuk solar, dengan pulihnya aktivitas sejak September 2021, menurut siaran pers kementerian. Laporan ANTARA pada 1 Desember turut mengonfirmasi penambahan kuota dan menyebut penyaluran tahun depan diharapkan mengurangi keterlambatan pasokan. Penambahan kuota tidak serta-merta berarti seluruhnya sudah terserap; realisasi akhir tahun baru bisa diketahui setelah periode penyaluran selesai.

Alokasi 2022 dan kesiapan distribusi B30

Keputusan Menteri ESDM Nomor 150.K/EK.05/DJE/2021 menetapkan alokasi biodiesel 2022 sebesar 10.151.018 kL. Menurut kementerian, program penyaluran akan didukung 22 badan usaha BBM, dengan kapasitas terpasang biodiesel 15.493.187 kL dan kemampuan produksi tahunan 13.527.527 kL. Kapasitas terpasang maupun kemampuan produksi tidak boleh dibaca sebagai penyaluran yang pasti terjadi.

ESDM menyebut beberapa perubahan tata distribusi: alokasi kepada badan usaha bahan bakar nabati (BU BBN) memperhitungkan kinerja penyaluran dari 1 November 2020 sampai 31 Oktober 2021. Kementerian juga mengupayakan minimal dua pemasok BU BBN pada setiap titik serah, menyusun formula ongkos angkut, mengoptimalkan rute, dan menyiapkan pengawasan distribusi daring. Tujuannya mengurangi risiko gagal pasok biodiesel yang dapat menyebabkan solar tanpa campuran biodiesel, atau B0, di titik serah.

CNBC Indonesia, mengutip keterangan ESDM pada 1 Desember, melaporkan angka alokasi dan rincian dukungan usaha yang sama. Perbedaan yang perlu dijaga dalam membaca data adalah antara target alokasi, kapasitas pabrik, dan realisasi lapangan: ketiganya mengukur hal berbeda. Data pekan keempat November hanya menunjukkan perkembangan 2021; angka 2022 masih merupakan rencana pasokan yang ditetapkan pemerintah.

Yang perlu dipantau pada 2022

Bagi pasar sawit dan pelaku distribusi bahan bakar, penetapan volume memberi gambaran awal kebutuhan bahan baku biodiesel, tetapi belum menjamin besarnya serapan aktual. Titik rawannya justru ada pada kemampuan mengirim bahan bakar nabati ke lokasi pencampuran secara tepat waktu. Karena itu, penilaian keberhasilan B30 pada tahun depan perlu bertumpu pada data realisasi penyaluran, bukan hanya keputusan alokasi atau kapasitas terpasang.

Pemerintah telah menetapkan langkah pengawasan dan pembagian rute, namun efektivitasnya belum dapat diukur dari pengumuman ini. Pembaca dapat mengikuti perkembangan mandatori lewat data mandatori biodiesel dan memahami perbedaan angka kebijakan melalui panduan campuran biodiesel. Pada tanggal berita ini, fokusnya tetap keputusan alokasi B30 untuk 2022 dan mitigasi risiko pasokan.

Sumber & Referensi