Rabu, 14 Oktober 2026 HIP Biodiesel Okt Rp15.072/liter HR CPO Okt US$1.042,15/MT TBS Riau Rp3.733,74/kg Mandatori B50 wajib
Visual Edukasi

Infografis: Dari TBS ke Biosolar, Rantai Harga Biodiesel Indonesia Oktober 2026

Harga di setiap mata rantai biodiesel dalam satu gambar: TBS petani, CPO KPBN, HIP biodiesel, dan Biosolar B50 di SPBU.

Infografis rantai harga biodiesel dari TBS hingga Biosolar
Infografis Media Biodiesel dari data bersumber.
Daftar isi (3 bagian)

Di sepanjang rantai biodiesel Indonesia, petani sawit Riau menerima Rp3.776,39/kg untuk tandan buah segar (7 Oktober 2026), CPO terjual Rp14.850/kg di tender KPBN (9 Oktober 2026), pemerintah menetapkan HIP biodiesel Rp15.072/liter (Oktober 2026), dan konsumen membayar Rp6.800/liter untuk Biosolar B50 bersubsidi.

Infografis rantai harga biodiesel dari tandan buah segar hingga Biosolar di SPBU

Empat mata rantai

  • Tandan buah segar (TBS) — harga penetapan provinsi untuk pekebun mitra oleh Dinas Perkebunan; lihat harga TBS per provinsi.
  • Minyak sawit mentah (CPO) — tender KPBN adalah patokan domestik utama; lihat harga CPO hari ini.
  • Biodiesel (FAME) — dihargai bulanan lewat HIP yang dihitung dari harga CPO KPB; lihat riwayat HIP.
  • Biosolar B50 — harga eceran bersubsidi di SPBU Pertamina; lihat harga solar hari ini.

Siapa menetapkan harga apa

Harga TBS ditetapkan per provinsi oleh tim penetapan yang dipimpin Dinas Perkebunan berpedoman pada Permentan No. 01 Tahun 2018, umumnya mingguan atau dua mingguan. Harga KPBN berasal dari tender harian perusahaan pemasaran bersama perkebunan negara. HIP ditetapkan bulanan oleh Kementerian ESDM. Harga Biosolar bersubsidi ditetapkan pemerintah dan jauh lebih jarang berubah dibanding tiga harga lainnya.

Mengapa angkanya tidak bisa dibandingkan langsung

Setiap angka memakai satuan berbeda — kilogram buah, kilogram minyak, liter bahan bakar — dan periode yang berbeda. Secara kasar, dibutuhkan beberapa kilogram buah untuk menghasilkan satu kilogram minyak. Selisih HIP biodiesel dengan harga indeks solar untuk volume bersubsidi (PSO) ditanggung dana perkebunan BPDP, yang sebagian besar berasal dari pungutan ekspor CPO.

Sumber & Referensi