B40 Diputuskan Berlaku 2025 setelah Uji Jalan 50.000 Km
Pemerintah menetapkan alokasi biodiesel 2025 sebesar 15,6 juta kiloliter setelah uji jalan B40 dan pemeriksaan kesiapan fasilitas.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Pemerintah memastikan mandatori biodiesel B40 akan berlaku pada 2025 setelah rangkaian uji jalan kendaraan menyelesaikan jarak hingga 50.000 kilometer dan persiapan produksi serta distribusi diperiksa. Pada 28 Desember 2024, Kementerian ESDM menyatakan alokasi biodiesel 2025 ditetapkan 15,6 juta kiloliter, terdiri atas 7,55 juta kiloliter untuk layanan publik atau PSO dan 8,07 juta kiloliter untuk non-PSO.
B40 berarti solar dicampur dengan 40% biodiesel berbasis minyak sawit. Kebijakan ini menaikkan campuran dari B35 yang berlaku sejak Februari 2023. Pemerintah menargetkan penerapan B40 mulai 1 Januari 2025.
Uji jalan menempuh hingga 50.000 kilometer
Fondasi teknis B40 dibangun melalui uji jalan yang diluncurkan Kementerian ESDM pada 27 Juli 2022. Pengujian menggunakan kendaraan diesel dengan berat di bawah dan di atas 3,5 ton. Kendaraan ringan menempuh 50.000 kilometer, sedangkan kendaraan berat menempuh 40.000 kilometer.
Ketika uji jalan selesai pada November 2022, Ditjen EBTKE menyatakan hasilnya menjadi dasar teknis bahwa campuran B40 dapat diterapkan. Pengujian tidak hanya melihat kendaraan berjalan atau tidak, tetapi juga mencakup penanganan bahan bakar, konsumsi, unjuk kerja, emisi, serta pemeriksaan komponen dan pelumas.
Pada Agustus 2024, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan uji jalan untuk sektor otomotif telah selesai. Pemerintah saat itu masih menguji pemakaian B40 pada sektor non-otomotif, termasuk alat berat, pembangkit listrik, perkapalan, dan perkeretaapian. Tahap ini penting karena pola operasi dan mesin pada setiap sektor berbeda.
Rencana awal disesuaikan menjadi alokasi 15,6 juta kiloliter
Dalam pernyataan Agustus 2024, Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan B40 dapat mencapai 17,57 juta kiloliter pada 2025. Menjelang pelaksanaan, angka yang diumumkan pada 28 Desember menjadi 15,6 juta kiloliter. Perbedaan itu menunjukkan perubahan dari perkiraan perencanaan menuju alokasi yang ditetapkan untuk penyaluran.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah telah menetapkan alokasi dan badan usaha bahan bakar nabati untuk 2025. Pemerintah juga menyiapkan standar mutu biodiesel, pengawasan pencampuran, dan pemeriksaan kesiapan fasilitas Pertamina di Balongan.
Kesiapan B40 tidak hanya bergantung pada produksi FAME. Biodiesel harus diangkut ke terminal, dicampur dengan solar sesuai persentase, diuji mutunya, lalu disalurkan ke pengguna PSO dan non-PSO. Karena volume campuran meningkat, konsistensi spesifikasi dan ketepatan logistik menjadi bagian penting dari implementasi.
Dampak terhadap permintaan sawit domestik
Kenaikan dari B35 ke B40 meningkatkan porsi biodiesel di setiap liter solar campuran. Dengan alokasi 15,6 juta kiloliter, pemerintah menempatkan program biodiesel sebagai salah satu sumber permintaan domestik terbesar bagi produk sawit sekaligus instrumen untuk mengurangi kebutuhan solar fosil.
Namun, angka alokasi juga memperlihatkan pembagian pembiayaan dan pasar. Sebanyak 7,55 juta kiloliter ditempatkan pada segmen PSO, sedangkan 8,07 juta kiloliter dialokasikan ke non-PSO. Perbedaan kedua segmen tersebut perlu dipantau karena mekanisme penyaluran dan dukungan kebijakannya tidak selalu sama.
Keputusan akhir 2024 menutup tahap persiapan panjang dari uji jalan, pengujian non-otomotif, penetapan mutu, hingga pemeriksaan fasilitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahan bakar B40 tersedia merata dan memenuhi spesifikasi ketika kebijakan mulai berjalan. Data perkembangan campuran dapat dilihat di halaman mandatori biodiesel, sedangkan data produsen tersedia di daftar produsen biodiesel.
Sumber & Referensi
- Kementerian ESDM, “Uji Jalan Selesai, B40 Bisa Segera Diimplementasikan” (1 November 2022) — https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/uji-jalan-selesai-b40-bisa-segera-diimplementasikan
- Kementerian ESDM, “Menteri ESDM: B40 Bisa Jalan Tahun Depan” (5 Agustus 2024) — https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-esdm-b40-bisa-jalan-tahun-depan
- Kementerian ESDM, “Jelang Implementasi B40 di 2025, Wamen ESDM Pantau Kesiapan Kilang Pertamina” (28 Desember 2024) — https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/jelang-implementasi-b40-di-2025-wamen-esdm-pantau-kesiapan-kilang-pertamina-
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.