CPO Malaysia Tutup RM4.258 pada 6 November, Turun 9,04% Sepekan
Kontrak Januari 2027 merosot ke RM4.258 per ton; Reuters dan Bernama sepakat pada penutupan Jumat, sementara stok resmi MPOB masih ditunggu.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia untuk pengiriman Januari 2027 ditutup pada RM4.258 per ton pada Jumat, 6 November 2026, turun RM119 atau 2,72% dibanding hari sebelumnya. Reuters, yang dimuat Business Recorder, dan Bernama melaporkan angka penutupan yang sama. Reuters menyebut penurunan pekanan 9,04%, terburuk sejak pertengahan Desember 2024. Harga bursa Malaysia ini bukan harga tandan buah segar (TBS) petani Indonesia ataupun harga indeks pasar (HIP) biodiesel.
Penurunan tajam setelah perdagangan Jumat
Reuters mencatat kontrak acuan Januari berada pada level penutupan terendah sejak 5 Maret. Angka penutupan itu jauh di bawah pembacaan awal perdagangan Jumat sebesar RM4.363 per ton dalam laporan Reuters pagi. Perbedaan tersebut bukan pertentangan data akhir: satu angka mencerminkan perdagangan awal dan satu lagi penutupan. Pembaca yang memakai harga untuk acuan usaha harus memeriksa bulan kontrak dan waktu pengutipan.
Bernama juga melaporkan kontrak November 2026 ditutup RM4.049 per ton, Desember RM4.147, dan Februari 2027 RM4.356. Setiap bulan kontrak mempunyai harga berbeda. Harga fisik CPO November South yang diberitakan Bernama sebesar RM4.100 per ton bukan kontrak berjangka Januari. Reuters menyebut pelemahan minyak kedelai turut menekan CPO, sementara Bernama mengaitkannya pula dengan kehati-hatian menjelang laporan pasokan dan permintaan resmi Malaysia.
Menurut Reuters, minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,41% dan kontrak minyak sawit di bursa yang sama turun 2,41% ketika laporan disusun. Pedagang David Ng dari Iceberg X Sdn Bhd, yang dikutip kedua kantor berita, menilai minyak nabati pesaing menjadi faktor tekanan. Itu adalah penilaian pelaku pasar, bukan pernyataan bahwa satu perubahan harga tunggal menjelaskan seluruh pergerakan CPO.
Stok resmi Malaysia belum diumumkan
Bernama mencatat pedagang masih menunggu laporan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) tentang pasokan dan permintaan Oktober yang dijadwalkan pada 10 November. Kekhawatiran mengenai persediaan tinggi tidak boleh diubah menjadi angka stok resmi sebelum data badan itu terbit. Menurut Bernama, Bursa Malaysia akan tutup pada Senin, 9 November, untuk libur pengganti Deepavali; tidak ada penutupan reguler pada hari tersebut untuk dilaporkan seolah harga baru.
Penurunan Jumat juga terjadi setelah Media Biodiesel melaporkan harga kontrak Januari pada penutupan Kamis. Reuters dan Bernama sempat berbeda RM2 untuk angka Kamis, masing-masing RM4.375 dan RM4.377, tetapi keduanya sepakat pada RM4.258 untuk Jumat. Perbandingan harian RM119 mengikuti acuan Kamis versi Bernama. Pembedaan sumber ini penting agar besaran perubahan tidak diperlakukan sebagai satu catatan bursa yang sudah diaudit dalam artikel ini.
Implikasi bagi Indonesia
Indonesia adalah produsen dan eksportir sawit yang memakai minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Karena itu, pergerakan harga acuan regional relevan untuk dipantau oleh pelaku rantai sawit dan biofuel. Namun, penutupan kontrak Januari di Malaysia tidak otomatis mengubah penetapan TBS, tender fisik CPO Indonesia, ataupun HIP biodiesel bulanan. Masing-masing memakai pasar, periode, dan mekanisme penetapan yang berbeda.
Analisis redaksi: pelemahan tajam bursa meningkatkan kebutuhan untuk membandingkan indikator secara cermat, bukan untuk memprediksi perubahan langsung pada biaya program B50 atau pendapatan petani. Laporan MPOB berikutnya akan memberikan data resmi untuk menilai kondisi persediaan Malaysia; sampai saat itu, narasi stok tetap harus dibedakan dari angka terverifikasi.
Sumber & Referensi
- Reuters via Business Recorder, "Palm tumbles, posts steepest weekly fall in nearly two years" (6 November 2026) — https://www.brecorder.com/news/40447772/palm-tumbles-posts-steepest-weekly-fall-in-nearly-two-years
- Bernama, "CPO Futures End Lower, Benchmark Contract Breaks Below RM4,300 A Tonne" (6 November 2026) — https://www.bernamabiz.com/news.php?id=2631133
- Reuters via Business Recorder, "Palm slips on weak rival oils, heads for steepest weekly fall in nearly two years" (6 November 2026) — https://www.brecorder.com/news/40447739/palm-slips-on-weak-rival-oils-heads-for-steepest-weekly-fall-in-nearly-two-years
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.