CPO Malaysia Jatuh 5 November, Reuters dan Bernama Berbeda RM2
Kontrak Januari 2027 turun tajam pada 5 November. Reuters mencatat RM4.375 dan Bernama RM4.377; stok Oktober masih estimasi.
Daftar isi (3 bagian)
Jakarta — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia untuk pengiriman Januari 2027 kembali turun pada Kamis, 5 November 2026. Reuters melaporkan penutupan RM4.375 per ton, terendah sejak 6 Maret, sedangkan Bernama mencatat RM4.377 untuk kontrak bulan yang sama. Perbedaan RM2 antarlaporan itu perlu diperhatikan sebelum angka bursa dijadikan acuan pembacaan pasar Indonesia.
Dua laporan penutupan, arah pasar sama
Reuters, dalam laporan yang dimuat Business Recorder, menyebut kontrak acuan Januari melemah RM121 atau 2,69 persen menjadi RM4.375 per ton. Bernama menyebut kontrak Januari turun RM119 ke RM4.377 per ton. Keduanya menempatkan kontrak yang sama dalam tekanan, tetapi tidak memberikan angka penutupan identik. Media Biodiesel tidak menyatukan kedua angka itu menjadi satu nilai yang tampak pasti; pembaca yang menggunakan harga untuk transaksi perlu merujuk data resmi bursa dan waktu pengambilan data.
Bernama juga melaporkan kontrak November 2026 di RM4.126, Desember di RM4.279, dan Februari 2027 di RM4.462 per ton. Ini adalah bulan penyerahan berbeda, bukan tiga patokan yang dapat saling dipertukarkan. Harga fisik CPO November South yang dicatat Bernama sebesar RM4.220 per ton pun berasal dari pasar fisik, bukan penutupan kontrak Januari.
Pelemahan hari Kamis menyusul penurunan kontrak pada Rabu yang telah diliput Media Biodiesel. Dengan demikian, berita baru di sini adalah penutupan perdagangan 5 November dan perbedaan angka dalam dua laporan, bukan pengumuman stok resmi Malaysia. Jangan menganggap perkiraan yang beredar sebagai realisasi persediaan.
Stok Oktober masih perkiraan sampai laporan MPOB
Menurut Reuters, survei pasar memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Oktober naik 6,8 persen dari rekor September 3,51 juta ton menjadi sekitar 3,75 juta ton. Angka 3,75 juta ton adalah estimasi survei, belum data akhir Malaysian Palm Oil Board (MPOB). Baik Reuters maupun Bernama menyebut laporan pasokan dan permintaan Oktober MPOB dijadwalkan terbit pada 10 November.
Bernama mengutip pedagang Iceberg X David Ng yang mengaitkan tekanan perdagangan dengan kekhawatiran stok tinggi dan pelemahan minyak kedelai di Chicago. Reuters melaporkan kontrak minyak kedelai Dalian serta kontrak minyak sawit Dalian juga turun. Minyak nabati saling bersaing di pasar impor, tetapi pergerakan serentak itu tidak dengan sendirinya membuktikan satu sebab tunggal untuk harga CPO.
Reuters mengutip analis Sunvin Group Anilkumar Bagani mengenai potensi kenaikan produksi dan persediaan yang lebih besar dari perkiraan. Ia juga mengemukakan kemungkinan eksportir Indonesia mempercepat pengiriman sebelum Januari untuk memanfaatkan kelompok tarif ekspor lebih rendah dan menghindari kemungkinan biaya transaksi Danantara. Itu penilaian analis tentang perilaku ke depan, bukan keputusan ekspor yang telah terjadi ataupun konfirmasi bahwa biaya baru telah berlaku.
Implikasi bagi Indonesia
Bagi pembaca Indonesia, penurunan kontrak Bursa Malaysia adalah sinyal pasar regional, bukan bukti harga tandan buah segar (TBS) petani Indonesia langsung turun dengan besaran sama. Penetapan TBS provinsi mengikuti periode dan rumus masing-masing; tender fisik KPBN, kontrak berjangka Malaysia, serta indeks harga pasar (HIP) biodiesel juga memiliki basis transaksi dan jadwal berbeda. Karena itu, pantau harga CPO, harga TBS, dan HIP biodiesel sebagai seri terpisah.
Kementerian ESDM pada 3 November menyatakan program mandatori B50 tetap dilanjutkan, bersamaan dengan persiapan bioetanol. Namun keputusan kebijakan tersebut tidak menetapkan harga CPO harian ataupun menjamin setiap perubahan harga bursa segera diteruskan ke petani. BPDP dalam siaran pers Maret menerangkan bahwa pungutan ekspor sawit dipakai untuk mendukung peremajaan kebun dan mandatori biodiesel. Hubungan antara harga ekspor, penerimaan pungutan, dan pembiayaan B50 karenanya relevan dipantau, tetapi besar dampak penurunan satu hari belum dapat dihitung dari dua laporan harga ini.
Laporan MPOB pada 10 November akan membantu menguji apakah kekhawatiran penumpukan stok itu tercermin dalam data resmi. Sampai saat itu, pisahkan fakta harga penutupan dari proyeksi stok dan dugaan arus ekspor.
Sumber & Referensi
- Reuters via Business Recorder, "Palm closes near 8-month low on inventory worries, weaker rival oils" (5 November 2026) — https://www.brecorder.com/news/40447583/palm-closes-near-8-month-low-on-inventory-worries-weaker-rival-oils
- BernamaBiz, "CPO Futures End Lower On Weaker CBOT Soybean Oil, High Stock Concerns" (5 November 2026) — https://www.bernamabiz.com/news.php?id=2630655
- Kementerian ESDM, "Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20" (3 November 2026) — https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/perkuat-ketahanan-energi-pemerintah-siapkan-storage-minyak-hingga-60-hari-dan-bioetanol-e20
- BPDP, "Perubahan Tarif Pungutan Ekspor Kelapa Sawit, CPO, dan Produk Turunannya" (1 Maret 2026) — https://www.bpdp.or.id/uploads/Siaran%20Pers/Siaran%20Pers%20Perubahan%20Tarif%20Pungutan%20Ekspor%20PMK%209%20Tahun%202026.pdf
Jangan lewatkan kabar biodiesel
Newsletter mingguan: berita, harga, dan data terpenting sepekan dalam satu email tiap Jumat. Atau ikuti kanal kami untuk harga harian.